Wednesday, March 12, 2008

Java Jazz Festival

Intro

sudah lama tidak posting blog.

letop kesayangan lagi gak akur.. ini juga nyuri2 kesempatan bisa ngetik diantara sisipan media review report hehehe..

jumat kemarin, akhirnya saya bisa nonton Java Jazz!

yippey…what a long story to get there…

seingat saya, ini adalah Java Jazz keempat.

saat Java Jazz pertama, saya lagi belajar menyukai music jazz, dan saat satus saya yang sebagai calon penyiar membuat saya bisa mendapatkan tiket masuk dengan GRATIS. but on the other side, karena status yang enggak jelas pula, membuat saya enggak punya uang utk beli tiket ke Jakarta.

Java Jazz kedua, beruntung saya sedang di Jakarta untuk mencari pekerjaan, tetapi sayang karena sedang menganggur, jadi saya enggak punya uang deh utk beli tiket masuknya.

Java Jazz ketiga, saya sedang di Jakarta, saya sudah bekerja, tetapi inflasi yang terlampu tinggi membuat gaji saya tak bisa mengejarnya.

Java Jazz keempat, tadinya saya sudah sempat akan membatalkan niat ini, karena ingin pulang dan lagipula mencari kok susah sekali mencari teman untuk bisa saya ajak kesana. tetapi tawaran tiket murah dr seorang teman, membuat saya goyah, dan melangkahkan kaki saya kesana, sendirian!.

datang pukul 14.00, melihat2 venue..masih sepi, seperti biasa perhelatan kali ini juga diadakan di JCC. di dalamnya kemudian dibagi beberapa ruang untuk masing2 artis yang akan tampil. biasanya artis yang sudah lumayan punya massa akan ditempatkan di ruang2an ini, tetapi untuk artis yang belum terlalu popular, maka akan di tempatkan di lobby, yang disediakan 3 panggung.

di sebelah venue, sebelum exhibition hall, disediakan space utk pameran—ada banyak jenis barang yang ditawarkan yang beberapa diantara korelasinya sangat jauh dari music—dengan ukuran venue yang sebesar itu, maka kesan yang saya dapatkan adalah “ck..ck..Peter F Gontha benar2 memaksimalkan cara mendapatkan uang dr sini…!”

sebagai band pembuka, ada Kirana Big Band, band ini terdiri dari para musisi Jogja, darimana saya tahu? dari muka2 yang sering saya lihat kl lagi nonton Jazz to Campus di Jogja dulu. selanjutnya ada Syahrani, sempet ngobrol2 sebentar sama manajernya (masa lalu membuat saya pernah berhubungan dengannya). Rani sekarang tampil bersama Queenfireworks, dengan formasi band full, tetapi jika budget anda hanya cukup utk 1 orang maka bersedia Rani utk tampil solo kok. karena agak gak bisa menikmati Syahrani, maka saya keluar ruangan dan memilih untuk ikut antri Incognito.

Refrain

saya berdiri pas di depan pagar panggung! deg2an waktu mereka belum keluar, dan voila…lagu2 legenda mereka keluarkan. saya bergoyang mengikuti alunan iramanya..hehehe enak juga ya nonton sendirian, mau gaya apa aja, gak pake Jaim hehehe… 2 jam full mereka tampil all out, don’t u worry about the thing pasti adalah lagu yang paling banyak dikasih applause secara yang nonton masih banyak yg piyik2 karena nemenin mama mereka. sayangnya still friend of mine tidak dinyanyikan dengan alasan akan dinyanyikan di Hari Minggunya dan meminta penonton utk datang lagi, ah curang!

setelah puas 2 jam disuguhi jazz yg agak ngedance gt, saya berencana untuk melihat pertunjukkan di panggung sebelah, ada Renee Olstead! tapi aih aih..begitu kami keluar dr ruangan Plenary Hall, halah..antriannya panjang bgt!!!bikin males. kondisi saat itu (19.00) benar2 berbeda, seluruh ruangan tumpah ruah oleh banjir manusia. bahkan saking banyaknya, ketika saya bertmu dengan beberapa teman, saya hanya bisa berjabat tangan saja, tak bisa basa basi, karena mesti bergerak mengikuti arus, jika tidak maka aliran manusia itu akan macet. huffff….banyak bgt!

waktunya makan nii!

saya beringsut ke tenda makanan. sebagai informasi, pengunjung yg masuk kesini dilarang keras membawa makanan&minuman dr luar, sehingga bayangkan ada berapa banyak barang sitaan yang berhasil dikumpulkan oleh para satpamnya. hal ini saya kira juga utk memaksimalkan perolehan para vendor makanan&minuman, bayangkan jika segelas sirup rasa jeruk dijual dengan harga 15.ooo heh! setelah mencomot kebab sambil ndelesor (duh, opo endonesiane nggo iki?) saya berlanjut ke panggung Exhibition hall B stage 1, ada pakdhe Lee Ritenour with Patrice Rushen, William Kennedy& Melvin Davis. duduk di balkon, kenyang dan capek, membuat saya malah jadi ngantuk..aghhhh!!!! enggak deh, saya enggak mau bayar mahal cm buat ngantuk. saya beralih ke panggung2 yg lain, duh..saya enggak bisa menikmati musiknya yang terlampau nge-jazz (hehehe..selera saya masih ngepop tampaknya ) akhirnya saya menuju panggung Glenn fredly. gila! penuh bgt. males..saya memilih untuk ndelosor lagi di pintu masuk, dan mengamati orang2 yang datang dan berpikir….

saya perhatikan, dari mayoritas yang datang ke Java Jazz Festival ini, sekitar 80% diantaranya berumur antara 18-25thn, yang mana ketika mereka mulai mendengar music, maka saya yakin, bukanlah Incognito atau Lee Ritenour yang akan jadi pilihan pertama, dengan kata lain kemungkinan untuk mendengar Jazz sebagai music yg pertama kali didengar adalah kecil. Karena setahu saya, biasanya orang mulai menikmati music adalah saat SMP dan SMA, dimana mereka mulai bisa menikmati music yang sesuai dengan mereka, dimana mereka mulai gandrung akan music tertentu, mengidolakannya dan terkadang mulai bermimpi utk menjadi rock star! dan penonton yang ada di sini jauh dr itu. aku enggak bilang kl mereka itu gak ngerti music jazz-just like I did. tapi adalah kenyataan bahwa sebenarnya mereka lebih menyukai music pop dibanding jazz, itu sebabnya kenapa perlu dihadirkan Glenn dan dewisandra sampai dengan Iwa.K yang jelas2 bukan penyanyi jazz, tetapi lebih karena utk mengakomodir selera pop yang ada di pasar, dan membuat mereka mau datang kesini. ketempat yang berAC ini sekaligus sebagai ajang aktualisasi diri. barangkali jika ada Java Pop Festival—misalnya, maka saya yakin, peminatnya akan lebih banyak dr ini. ada yg tertarik?

Fade out

saya beralih ke Exhibition hall B stage 1 kembali, kali ini saya akan memuaskan diri dengan EarthWind&Fire! mereka br mulai sekitar jam 1145pm. tampilan mereka kali ini tak jauh berbeda ketika saya melihatnya di Jogja, dengan gerakan dance yg sama, kualitas yang sama, hanya saja kali ini mereka perform dengan baju seragam. iya! seragam, macam boy band hehehe….sepertinya baju yg mereka pakai batik? entahlah..yang jelas saya puas bgt dengan performance mereka. puassssssss!!!! terutama saat boogie wonderland disenandungkan seru! (sayang liatnya sendirian L)

saat EWF bubar, masyAllah lautan manusia kembali memporakporandakan ruangan. saya gerah, saya beralih dl ke panggung sebelah, liat bang Iwa.K. hehehe…bebas lepas..sampai jam 230pagi…saya disana.

12 jam saya ada di dalam JHCC!!

*maaf foto blm bisa di aplod karena masalah teknis, but I will!