Tuesday, September 30, 2008

lebaran di Jakarta

Baca milis teman smunic dan sambil ber YM ria, kemungkinan besar sekarang mereka sudah sampai di rumah masing2 ya? Sudah menikmati sahur dengan masakan favorit bikinan ibu (biasanya kl anak nya jarang pulang, maka sekalinya pulang si ibu akan dengan semangat menanyakan “mau dimasakin apa hr ini?”)

Bagaimana dengan saya?
Saat ini siiihh.. saya masih di kantor, berkutat di cubicle saya, sambil….pura-pura kerjaaa!!!! Hahahaha….

Bekerja utk Negara lain, memang kadang sakit hati, utk urusan libur mereka enggak mengikuti anjuran pemerintah Indonesia sama sekali, walapun 80% tenaga kerja mereka WNI. “ayo pulang, jangan mau kerja sama kafir” begitu ejekan temannya teman saya, hehehehe….

Saya si, mencoba menikmati saja..bayangkan 2 tahun hidup dengan kemacetan Jakarta.. and now, out of the sudden…Jakarta jadi sepiiii bgt!
(ini pertama kalinya saya lebaran di Jakarta)
Utk pusat pertokoan si masih teteup rammmeee! (akh…jadi males belanja huhhaaahhuhua;)
Tapi jalanannya dah lengang pwol.
Dari Ciputat ke Mega Kuningan, hanya diperlukan waktu 30 menit saja, naik motor! Dan dari Bintaro ke Kuningan, juga cukup 35 menit saja—naik mobil (bisanya kl macet sampe 2 jam!).

Saya dan suami, jadi merasa seperti berkendara di Jogja.
Saya membayangkan sedang berkendara di kaliurang, mana kala kami melewati jalanan pemukiman lebakbulus yang sepi dengan udara segar. Dan si suami berkata “serasa berangkat kuliah, jauh dan sepiii” katanya (maklum kampusnya di ISI jalan parang tritis) sewaktu kami melewati jalan buncit-mampang. Wah, kami benar2 rindu Jogja sepertinya...

Sabar siska, 32 jam lagi dan kamu akan benar berkendara ke Jogja!!
Yippey...

HAPPY IDUL FITRI& HAPPY HOLIDAY EVERYBODY..
Minal aidzin wal fa idzin.

Monday, September 29, 2008

si toshi...

malam ini, keluarga kami kedatangan anggota baru.

sudah lama, kami menantikannya. sedikit demi sedikit kami mengumpulkan usaha utk bisa memilikinya.

setelah ditilik ke beberapa penyetor, rupanya dialah yang paling berhak menjadi anggota keluarga baru kami.

dia berseri 8570SN dari toshiba, aku memanggilnya Si Toshi...

warnanya putih ke abu2an, dengan kapasitas 8kg, dia siap utk membersihkan sandang kami.

dan kami sebagai pasangan yang sudah lama menanti2kannya, bersikap sangat berhati2. segera setelah dia di antarkan dalam keranjang oleh bangau bermobil pick-up, kami langsung baca buku panduan dengan seksama, seolah2 dia adalah mahluk yang sangat ringkih.

kami pun bersikap sangat udik ketika Si Toshi memperlhatkan kemampuannya.

setiap gerakan gemulainya, kami berteriak2 kegirangan. setiap dia memulai perubahan gaya, kami lalu berdikusi seru, bahkan sambil diingiri foto2 narsis kami bersamanya! ahhh...dia sungguh menggemaskan!!

btw, sapo tofu sayur seafood malam ini sukses berat! suamisayang tak henti2 memuji dan ach...aku jadi ingin menyombongkan diri :)

Thursday, September 11, 2008

rasanya menikah....

Eh, aku mow cerita ni gimana rasanya puasa dengan pasangan...
hihihihi..aku yakin pasti diluar sana banyak yang iri sambil pasang muka pengen yaaa??? :->

Ok. Inilah legenda itu…
Alkisah, setiap hari si istri bangun jam 3pagi utk memasak. lalu jam 3.30- 4.00 makan bareng suamisayang (alhamdulillah suamisayang selalu bilang ‘enak’ ke hasil olahan si sistri yang sambil meremmelek saat memasak) sambil dengerin pak Quraish Syihab di MetroTV (ndengerin  karena si TV samsul, gambarnya enggak jelas kl mo liat metro  )
Trus habis itu si istrisayang bakal keleleran liat tv sambil pencet2 remote—sambil pasang muka kekenyangan, sementara si suamisayang ngrokok di balkon. Habis itu kami sholat jama’ah shubuh. Trus bobok lagi sampe jam 8, bangun, mandi dan dianterin berangkat ke kantor.
Sementara ituuuu…di kantor, saat ketegangan sudah mereda, si istri akan browsing2 resep—yang mudah tentunya!!! Lalu membuat list “apa yg harus dibeli” dan semacam kalender menu-hari-ini.
Lalu ketika sore menjelang, suamisayang akan datang menjemput si istri. Lalu mereka akan pulang ke rusun. Berbuka bersama yang dilanjutkan dengan sholat Magrib berjama’ah.
Setelah itu, si istri akan mempraktekan resep yang dicarinya tadi siang. Lalu, suamisayang akan memuji senang…..
Tak lama berselang, mereka akan makan malam lalu sholat isya’& teraweh bersama. Lalu (this is the best part) nonton DVD sambil ngantuk2….

Ps: terkadang cerita ini tak semulus ini, dikarenakan si istri pulang malam dr kantor atau si suami pulang pagi dari studio.

Oia , banyak yang banyak teman yg bertanya bagaimana rasanya menikah?
Hehehe..saya selalu dan selalu bingung jika diajukan pertanyaan itu. Salah satunya karena pertanyaan itu terkadang mempunyai dualitas arti, bagaimana “rasa”nya? Dan bagaimana rasa (pshycology-thingy)-nya?

Nah, rasanya saya lebih bisa mendiskripsikan secara pshycology ya hehehe.....

Tema besar dalam minggu2 ini adalah ADAPTASI.
Alhamdulillah, kami enggak bermasalah mengenai kebiasaan sehari2 (inilah salah satu keuntunganya pacaran lama—eventough im not suggesting at all).

But, overall…menikah itu menyenangkan. Karena segala apa yg kamu lakukan saat bersama pasanganmu, insyAllah itu dihitung sebagai ibadah. Coba bayangkan, pegangan aja bisa dapet pahala..apalagi kl yg laen? hehe :D

Kenapa aku menyarankan, jika ada kesempatan &kecocokan sebaiknya langsung menikah saja? Karena pacaran dan menikah itu completely different.
Bedanya apa?
Beda, karena beda tujuan maka beda pula cara mencapainya.

Jadi gimana? Udah tertarik utk segera menunaikan ibadah-nya? :P