Thursday, March 24, 2016

Pemburu Kepala

apa yang paling menyenangkan dari sebuah interview?
selling yourself. knowing that this person talk to you without judgement, she/he just wanna hear good thing about me.

and somehow by talk about previous experience, i realized geeee... it's been sometime since i become employee, i can talk for a day about what i've done in my job desc, and it connected to other. 

like a spider web, it connected and glued me to the bone. 

Tuesday, March 22, 2016

Kepingan Pagi

kuberjalan di depan kantor, bergegas. every morning 8am sharp, I already at this office at this hour. not because i'm diligent employee, but i need to get home at 5pm sharp.
with my wedges i don't find any difficulties walk passes other staff. you might think that wedges is not sexy enough and prefer stiletto instead. that's me 3 years ago, since got pregnant and have to bustle with busy hour i prefer something functional instead. 

kubuka laptop dan segera membereskan pekerjaan. kusesap kopi di meja dengan penuh syukur, ok hari ini ga ada meeting, so i can work all day. why i said so, karena seringnya kebanyakaan meeting malah bikin inbox menumpuk ga karuan and i have to take another extra hours to settle it.

bip bip...
si mbak send me a picture, her with my cute little baby showing off he and his dirty bib trying to get some meal. i smiled, followed by sad feeling. i should be me who assist him, but i'm here miles away from home. 

there! typical situation that happen to me everytime. dulu seringkali mencibir jika ada ibu yang bolak balik telp ke rumah--i mumble "ih ga profesional banget sih" but know it feels that i have urgency to open web.whatsapp and hoping si mbak will send me another pics. just like silly girl waiting message from her crush. 
same analogy different scene. 

"kikan! can you come to my room please!" pak boss memanggil, segera aku close segala website yang berhubungan dengan child parenting dan berganti layar dengan grafik-grafik yang menunjukkan performa media iklan yang sedang aku manage. 

.....


  

Friday, March 04, 2016

puncak

Suasana lantai 1 ini benar-benar ramai. Riuh rendah suara. Hilir mudik mereka. Rambut berwarna pirang, hitam, lurus, kriting, tinggi, pendek, gemuk, kurus, with any kind accent. semua berbicara bahasa asing, semua terlihat sibuk. entah apa memang beneran sibuk. semua memiliki deadline. dan aku merasa de javu akan suasana ini. entah dimana. perasaan akan sibuk tak menentu, perasaan bahwa pekerjaanku baru bisa dimulai setelah pekerjaan dari orang lain selesai. dan sekarang aku tahu apa rasanya di invasi. merasakan apa yang dirasakan oleh native citizen saat ada orang asing datang dan memonitor kondisi kita. bedanya kali ini aku dalam kondisi kedinginan dan nyaman secara fisik. Ammersfort eh Pasar Rebo ding, 4 maret, menuju Puncak 7 maret