Thursday, August 18, 2016
Jilbab instan terbaru
Sunday, April 24, 2016
Demam Seminggu
demam ini sudah terjadi pada anak kedua (1,5 tahun), keponakan (8 tahun)--yg tinggal di belakang rumah, dan anak pertama saya (6 tahun).
Gejala yang paling siginifikan adalah demam sekitar 37-39 Celcius. Hal ini berlangsung selama kurang lebih 5 hari. Dengan variasi gejala yang lain, mulai dari mual, pusing, linu di sendi, sampai nafsu makan yang berkurang. Variasi gejala ini berat-ringannya tergantung pada masing-masing anak, misalnya pada anak-anak saya saat sakit mereka memang cenderung jadi susah makan, alhasil setelah kena sakit ini, berat badan mereka lumayan terlihat signifikan pada keseluruhan postur, sedangkan keponakan saya yang doyan makan, hal ini tidak terlalu mempengaruhi nafsu makannya.
yang pertama kena sakit ini adalah anak kedua saya. tertempa metode RUM yang saya terapkan di anak pertama saya, penanganannya tidak ada yang spesial, selain ikhlas, tenang, parasetamol drop, madu dan VCO. saat itu saya tidak terlalu kepikiran, karena memang sudah beberapa kali Lila demam 3-4 hari, selama demam tidak ada 1 senyumpun yang keluar darinya. Yang bikin saya kepikiran adalah makanan yang dia makan porsinya sangat kecil. Tapi saya selalu menenangkan diri saya bahwa yang penting ada sesuatu yang masuk ke mulutnya. di hari ke-5 keluar semacam bruntusan di kaki/tangannya, tapi tidak terlalu signifikan. lalu setelah itu dia sudah tidak demam lagi, dan sudah bisa tersenyum.
Pas seminggu kemudian, Lila membaik. Rofi, sepupunya, demam. Orang tuanya langsung membawanya ke RS untuk cek darah dan ketahuan trombositnya menurun, tapi masih dalam kadar normal, dan belum bisa ditegakkan vonisnya--mungkin karena kalau hanya demam 1 hari belum ketahuan sakit apa--batin saya. Pengambilan darah dilakukan setiap pagi, walau di hari kedua ngedrop, tapi di hari ketiga tidak ada penurunan yang signifikan.
Mertua saya curiga sepertinya Rofi sakit yang sama seperti Lila. dan ternyata betul, di hari ke-6 keluar bruntusan sedikit dan setelahnya dia membaik.
Rofi tidak masuk sekolah selama seminggu. total sakit sekitar 10 hari.
Langsung dilanjut dengan Fatih, demam. pulang sekolah matanya merah, demamnya 38, mengeluh pusing dan terlihat lemas sekali. sekonyong-konyong tanpa meler/batuk. hal ini berlangsung selama 3 hari berturut-turut dengan variasi muntah diantaranya.
alhamdulillah Fatih bisa makan lebih banyak drpada adeknya. saya menduga dia sakit yang sama seperti 2 saudaranya. dan ternyata betul di hari ke-6 demamnya turun, kakinya sakit (tidak keluar bruntusan), lalu di hari ke-7 sudah bisa main air dan main bola :)
Fatih ijin sekolah seminggu, total sakit: 6 hari.
Kalau ditanya, sakit apa anak-anak saya? saya tidak bisa menjawab, karena yang bisa saya lihat hanya gejalanya. dan yang saya obati hanya gejalanya, sirup parasetamol untuk pusing dan demam.
kenapa ga dibawa ke dokter? karena dokter anak saya, dr.Waldi, adalah dokter dengan metode RUM (rational usage of medicine) sehingga tidak pernah memberikan obat jadi daripada jauh-jauh kesana dan cuma dimarahin karena anaknya gapapa, saya mending belajar juga deh jadi orang tua yang RUM :)
Tipsnya jadi orang tua yang RUM:
1. belajar. ini ga bisa langsung sekali jadi. "kebebalan" yang berlogika ini harus dengan keyakinan dan pengetahuan. tidak semua sakit perlu obat, jadi kenali jenis-jenis sakit pada anak anda. bagaimana pengaruh-nya pada anak. misalnya anak saya kalau demam tidak pernah lebih dari 40 celcius, saya tahu karena setiap demam selalu di ukur dengan termometer 3 kali sehari. apakah dia selalu sakit setiap bulan? kalau diare berapa kali sehari? bagaimana nafsu makannya? siapa orang serumah yang sekiranya sakit yg sama? dll. jika perlu catat semua yang terjadi, jadi besok-besok dia menunjukkan gejala yang serupa, anda tidak perlu panik.
jikapun kemudian Anda pergi ke dokter, maka anda bisa memberikan informasi yang jelas.
2. belajar ini ga bisa sendirian. harus dengan dokter yang RUM juga.
katakanlah dari 15kali saya ketemu dr.Waldi, baru 1 kali anak saya dikasih obat, karena waktu itu sakit semacam campak. obatnyapun harganya dibawah 10rb, betul-betul obat ringan. sisanya? yang cuma diyakinkan (dengan nada sinis) bahwa anak saya baik-baik saja dan saya suruh bayar 150rb.
dokter Waldi juga model dokter yang suka bertanya dengan detail, jadi catatan di poin 1 akan sangat berguna untuk menjawab pertanyaannya.
Jadi saat kami kesana, saya catat semua apa yang dikatakan dokter. anggap saja lagi kuliah kedokteran gratis, sehingga impas uang yang saya keluarkan (cegluk!).
kalau udah tahu RUM kenapa masih ke dokter?
nah, namanya juga orang tua, rasa kasian dan khawatir itu ga bisa di hilangkan. jadi saya baru ke dokter, kalau misalnya demam sudah lebih dari 4 hari (ini juga katanya gapapa), jika batuk lebih dari 2 minggu (ini gapapa, tunggu aja katanya. anaknya disuruh cuti sekolah lebih lama) dan diare lebih dari 3 hari (ini juga gapapa, asalkan di fesesnya ga ada darah).
jika nafsu makan membaik dari hari perharinya juga indikasi bahwa kesehatannya membaik.
yuk belajar jd orang tua yang RUM :)
Thursday, March 24, 2016
Pemburu Kepala
selling yourself. knowing that this person talk to you without judgement, she/he just wanna hear good thing about me.
and somehow by talk about previous experience, i realized geeee... it's been sometime since i become employee, i can talk for a day about what i've done in my job desc, and it connected to other.
like a spider web, it connected and glued me to the bone.
Tuesday, March 22, 2016
Kepingan Pagi
with my wedges i don't find any difficulties walk passes other staff. you might think that wedges is not sexy enough and prefer stiletto instead. that's me 3 years ago, since got pregnant and have to bustle with busy hour i prefer something functional instead.
kubuka laptop dan segera membereskan pekerjaan. kusesap kopi di meja dengan penuh syukur, ok hari ini ga ada meeting, so i can work all day. why i said so, karena seringnya kebanyakaan meeting malah bikin inbox menumpuk ga karuan and i have to take another extra hours to settle it.
bip bip...
si mbak send me a picture, her with my cute little baby showing off he and his dirty bib trying to get some meal. i smiled, followed by sad feeling. i should be me who assist him, but i'm here miles away from home.
there! typical situation that happen to me everytime. dulu seringkali mencibir jika ada ibu yang bolak balik telp ke rumah--i mumble "ih ga profesional banget sih" but know it feels that i have urgency to open web.whatsapp and hoping si mbak will send me another pics. just like silly girl waiting message from her crush.
same analogy different scene.
"kikan! can you come to my room please!" pak boss memanggil, segera aku close segala website yang berhubungan dengan child parenting dan berganti layar dengan grafik-grafik yang menunjukkan performa media iklan yang sedang aku manage.
.....
Friday, March 04, 2016
puncak
Tuesday, December 29, 2015
Liburan berdaster
Friday, December 11, 2009
What's the most romantic thing you've ever done/received?
Gara2 mbaca tulisan neng Icha dipagi buta soal "romantise" saya jd berpikir..
Duh iya ya, kami (saya&suami) sdh lama sekali tidak beromantis ria. Memang si,sejak awal saya sdh tahu kl dia not even have a single drop of romanticism. Tp karena saya sudah kadung cinta, jadi saya terima saja dia,sperti dia yg menerima saya yg tukang ngayal ini hehe..
Anyway, saya jadi nginget2 hal apa yaa..yg pernah dibikin sama suami utk bikin saya merasa romantis? Hmm..jangan pikirin candle light atau sebuket bunga ya. Tp jujur, kadang dengan kecuekannya dia, trus tiba2 dia bawain saya sekardus susu coklat favorit atau sebungkus ice cream, tanpa saya minta,udah bikin saya meleleh..
Salah satu moment favorit saya adalah saat kami mau menikah, saya pulang ke rumah orang tua saya lebih dulu, saat saya pamit sambil dengan muka kebingungan karena khawatir ada barang yg tertinggal, saya bilang "hmm..apalagi yg perlu dibawa ya?" lalu tiba2 dia bilang "bawalah hatimu yg akan kunikahi"..aiiihhh...romantis pisan!! Dalam hati saya melompat2 kegirangan :)
Ada sebuah cerita lucu deh, selama 4 tahun kami pacaran, dia blm pernah sekalipun ngasih saya kado, padahal saya ini sukkaaa bgt kl dikasih hadiah. Lalu, dimalam saya ultah, dia datang dengan sebuah kotak berbalut kertas kado yg sepertinya berat. Waah,saya girang bukan kepalang, dikhayalan sdh membayangkan hal2 yg seru,jangan2 baju, tas atau barangkali notebook?, lalu tiba2 saat saya buka.. Viola!! Isinya Kamus Oxford Dictionary & Thesaurus. Glek! Saya bingung hrs bereaksi gmn..mau gak suka, tp saya tahu barang ini mahal, mau keliatan girang, tp bookkk kamus gitu loh, gmn saya mau girang? Hahaha..ahirnya saya pasang muka super manis dan bilang "terimakasih ya sayaaang"..
Jadi, kl diingat2 gak ada tuh kegiatan yg sengaja kami lakukan utk menumbuhkan romantisme. Tapi, utk terus bersamanya berbagi tawa dan bernyanyi2 bersama tiap pagi utk Fatih, sudah cukup bagi saya utk tahu bahwa dia sungguh menyayangi saya :)
