Tuesday, December 29, 2015

Liburan berdaster

4 hari bersama anak-anak. Tak berkantor (walau sedikit bekerja). Tak ada simbak. Hanya ada aku, daster dan anak-anak. Ceritanya liburan di rumah orang tua saya. Sayangnya sampai sini, Lila pilek. Beberapa rencana main, jadi batal karena saya ga mau dia kecapekan. Bukan salah dia juga si, saya yang sepertinya menularkan virus itu ke dia. 4 hari ini, saya merasakan jadi apa yg orang bilangstay at home mom. Tema yang paling menghantui adalah anak-anak mau dikasih makan apa hari ini? Apa agenda hari ini? Anak pertama sudah bisa mandiri, tapi si anak kedua betul-betul meminta perhatian penuh, saya ga bisa ngapa-ngapain tanpa digendolin dia. Karena dia belum mau sama siapapun kecuali saya. Alhasil, saya ke toiletpun bawa dia. Jujur saya capek. Ini kan mau liburan, mau senang-senang! Tapi malah capek sendiri. Tapi....kapan lagi dia bisa merajuk seharian ke saya, kapan lagi dia bisa ga mau sama siapa-siapa selain saya. Tunggu 2 tahun lagi dan dia bisa jadi sudah punya idola lain. Jadi ya walau rasanya sumpek, dinikmatin saja.inilah seninya jadi Ibu. Dianggap idola sepanjang hidup, walau aslinya dianggap kembaran sampai 3 tahun pertama kehidupan. Sepekan yg lalu, hari ibu diperingati dengan cara yg sedikit berbeda di meja saya, sebuah artikel menarik mendebatkan ibu rumah tangga & ibu bekerja. Sebagai ibu bekerja yang baru 4 hari di ekorin 2 anak. Rasanya saya salut banget sama ibu RT, gimana caranya agar tetap waras walau hampir ga pernah sendirian untuk berkontemplasi? (Walau kalau dipikir emang Ibu bekerja kapan kontemplasinya? Hahaha...) Good night &salam kompak dari daster bau umbel.

No comments: