21 mei
niatanku untuk pulang adalah untuk bed rest.
tapi apa daya, pagi2 buta nadya,adik perempuanku minta dianterin ke sekolah. tadinya aku ngerasa males banget, tapi karena jam biologisku mengatakan "it's time to wake up". ya sutra, kuanterin aja deh...
nadya sekolah di SMP yang sama denganku, waktu kuanter dia sampai gerbang, aku lihat banyak yang sudah berubah dari tempat itu..ingin masuk dan menyapa beberapa guru, sayang aku tak punya nyali untuk melakukannya, merasa belum jadi seseorang ...
mampir beli serabi.
serabiku dapat nomor urut ke 25..hiks..lama banget! kl hr biasa, aku pasti gak bakal mau, tapi aku dah lamaaaaa banget gak maka n serabi, walau cuma beli 4 kubela-belain (aku yakin pasti cuman aku yang makan, karena adiku gak doyan mamahku dah brngkat sekolah dan papahku belum wungu)
sambil nunggu aku menikmati pemandangan pagi itu.
si ibu penjual yang masih menggunakan tungku kecil dengan bahan bakar kayu, dengan wajan dan tungu yang terbuat dr tanah liat(lempung), jd kl serabinya gosong jadi beraroma khas gitu...hhmmmm nikmat, natural sekalee...
cilacap dingin pagi ini, aku duduk dekat ke 6 tungkunya, hmm cukup menghangatkan badanku.
sekarang jam o630-07oo (aku gak bawa jam). banyak anak2 berangkat sekolah, mostly SMP&SMA (perkiraan doank soalnya ini hr jumat, jd gak bisa dibedain dr warna bawahan seragamnya) naik sepeda, jalan kaki, diantar, naik motor sampai naik angkot (jadi inget jaman aku SMA dulu;)
Mereka adalah calon penerus orang tua mereka untuk memajukan cilacap semakin bercahaya..
"cuma beli 4 mbak?" pertanyaan si bapak penjual membuyarkan lamunanku.
"berapa pak?"
"1800 mbak.."
wow..so cheap ya?cuma @350 perak sudah dapat makanan enak ;p
dan kunyalakan kharismaku, melaju pulang....
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment