Friday, June 15, 2007

“Ngobrol yang bisa dibicarakan dengan kamu”

Semalam, kami saling berbicara

Aku menyebutnya “Ngobrol yang bisa dibicarakan dengan kamu”

Dimulai dari jam 10:00pm sampai 00:30am.....

To be honest ditengah pembicaraan itu aku sempat terkantuk2 dan sedetik kemudian aku jatuh tertidur, tapi aku harus bangun, karena aku tahu pembicaraan macam ini, hanya berlangsung beberapa kali saja dalam hidup ...

Dan aku beruntung bisa mengalami pembicaraan ini.

Disadari oleh kedua belah pihak, bahwa aku sulit berkonsentrasi.

Maka kami sepakat bahwa konsentrasi harus diusahakan, (pweeh...itu artinya aku HARUS rajin mencatat semuanya, tak bisa hanya bersandar pada kemampuan kepala ini).

Inisiative dan kreativitas adalah hal yang penting. Kreativitas didapatkan dari kemampuan dan wawasan pengetahuan yang akan membantu kita menghubungkan hal2 untuk jadi satu gagasan baru. Utk kami yang bekerja di dunia yang menjual ide kreativitas, hal ini mesti PR no.1 ya iyalah...kalo gak punya ide, trus mau jual apap?

Carilah motivasi utk diri kita masing2, apalagi dalam rangka kita sebagai manusia—khalifah, utk berbuat yang sebaik2nya utk kepentingan sebesar2nya (tuuh..sangar bgt kan tugas kita?)

Eh, ini serius lhoh..soalnya selama ini kita kan beruntung bgt, coba renungkan:

  1. Alhamdulillah kita punya iman, sehingga kita nggak gelisah. Begitu banyak orang yang gelisah, dan akhirnya malah melampiaskannya pada hal2 yang “nggak banget”, trus yang nggak kalah penting adalah kebebasan kita untuk beribadah. Kapan aja dimana aja, cuman emang kitanya aja yang ndableg, jadinya sering bgt bolong dengan begityu banyak ke-permisifan.
  2. sedari kecil sampai sekarang, kita mendapatkan pendidikan yang cukup. (apakah kita sudah mengamalkannya? Sebaiknya jangan nambah dulu sebelum bisa mengamalkan, begitu kata teman saya)
  3. sedari janin, kita juga Alhamdulillah nggak pernah susah, sudah diberikan segala yang terbaik oleh orang tua kita. (ketika kita merasa nggak cocok dengan pemberian orang tua, itu hal yang lain lagi ya dear... ;)

nah, kesemua itu wajib kita kembalikan ke masyarakat, memberikan banyak karena selama ini kita juga sudah mendapat banyak. Kesemuanya ini dalam rangka bersyukur, dan nggak hanya dalam rangka usaha mencari nafkah.

Nah ketika ini menjadi tujuan, Bagaimanakah Caranya??

Trus, masih dalam framing we as a human, Jangan sekali-kali menunjukkan sikap yang sok2an, mulai dari pemilihan kata, intonasi dsb, karena apa? Karena kita nggak pantes utk nerima itu semua, kita tuuh pancen goblog!!!

(janganlah merasa kecil hati, utk hal ini...renungkan dulu deh... hal ini emang bener kan? Soalnya kalo dipikir2, sepinter2nya manusia pinter, kita tuh emang bukan siapa2. ketika memikirkan soal ini, langsung berkelibat dalam kepalaku bahkan manusia yang sepintar DaVinci-pun ternyata gay!—FYI, aku begitu mengaggumi beliau terutama setelah membaca buku “Menjadi Pintar Seperti DaVinci”, tetapi memang manusia nggak ada yg sempurna...hffff...)

Nah, oleh karenanya kita wajib utk terus menggenjot pengetahuan utk membantu menghubungkan titik ide dalam takaran yang disesuaikan dengan masing2 orang.

Trus, kami juga membahas soal inisiatif dan keberanian mental. Gak usah perduli omongan orang lain, asal kita sendiri selalu mengusahakan bentuk2 yang terbaik.

(nah, utk yang ini sungguh aku masih sulit utk mengaplikasikannya, walau sudah hidup di Jakarta setahun—which i consider hidup disini tuh, mesti tahan banting salah satunya dengan cara ngomong orang2nya yang setajam silet!—aku masih uznudzon bahwa mereka nggak tahu cara ngomong yang lain)

Dan selama ini aku memutuskan melakukan banyak hal salah satu pertimbangannya biasanya karena masalah mudah/susah nii bakalan?? Ternyata itu semuanya kayaknya salah deh, soalnya kita seharusnya , melakukan semuanya karena HARUS, bukan masalah mudah/susah. Karena itu artinya kita akan melakukan semuanya, karena semuanya pasti mendatangkan pelajaran, dan pelajaran itu akan datang karena kita tidak memandang remeh hal ini sebelumnya—dengan memandang mudah masalah ini and at the end hal ini akan memajukan kita (haduuh..agak muter2nya bahasanya? Semoga anda nggak pusing bacanya).

“Surgapun tidak memberi janji”..

Semua yang terlambat

Aku hanya sinar yang melintas sekedip

Bagai kunang2 kecil dan engkau... sayap2 yang meranggas seusai

Sekepak kau mengudara membawa hatiku semua

Kita ialah kata yang terlambat tercipta yang semestinya tak terjadi

dan cinta ialah rasa yang pertama dan terakhir tuk merangkum kerinduan dan kepasrahan dan maafku

Tuk semua yang terlambat kulakukan

Tuk semua yang tak sanggup kujanjikan

Tuk semua.....

Lama kucoba memandang jejak kaki kita tanpa sesal

Menerimamu tanpa aku mengerti...indahnya arti hari ini tanpa harapan tuk kembali

Kesemua......

Yang tak sempat kuungkapkan

Kesemua......

Yang tak tepat kukatakan

Yang tak usai kujalani yang tak ingin kuingkari dan semua

Dan semua...

Dan semua...

untuk semua lelakiku dimasalalu....

untuk lelakiku...

I carry your heart with me.

I carry it in my heart.

I am never without it

Anywhere i go

You go, my dear..

And whatever is done by only me is your done my darling

I fear no fate

For you are my fate, my sweet

I want more world, for, beautiful..

You are my world, My true

Here is the deepest secret no one knows

Here is the root of the root..

And the bud of the bud..

And the sky of the sky of the tree called life..

Which grows higher than the soul can hope..or mind can hide

It is the wonder that’s keeping the stars apart

I carry your heart

I carry it in my heart

(by E.E. Cummings)

untuk lelakiku, siapapun dirimu....