dulu waktu saya masih kuliah. saya berencana untuk ambil jurusan broadcasting saja. tetapi sebuah obrolan di kantin belakang kampus dengan seorang kakak tingkat, membuat saya berubah pikiran.
dia bilang "kamu masuk periklanan saja, disana enak, saingannya gak banyak".
saya bingung, saya bilang "saya enggak bisa nggambar"
dia bilang 'enggak harus bisa nggambar kok"
dan akhirnya saya mengambil konsentrasi study periklanan.
sewaktu magang, saya sempat berencana mau ambil divisi copywriter, saya pikir: saya suka baca, pastilah tak susah untuk menulis naskah iklan.
tetapi lowongan di Matari waktu itu adanya divisi account planning& research. jadilah saya berkutat dengan data dan hasil analisa.
diantara waktu itupun saya masih bingung, mau jadi AE atau kekeuh ke copywriter?
saya, yang waktu itu enggak tahu percis perbedaan kedua jobdesc tersebut, bingung mau milih yang mana?
akhirnya, ada lwongan pekerjaan di kompas edisi jogja, utk menjadi AE. saya coba deh, trus keterima, trus baru disana saya sadar, sepertinya saya lebih bisa menjadi AE ketimbang merangkai kata.
walau akhirnya saya tak lulus probation disana, profesi yang saya sandang sudah terlanjur menjadi AE. sebuah workshop yang saya ikuti dan akhirnya mengenalkan saya dengan Djito Kasilo pun, membuat dia percaya bahwa saya punya bakat jadi AE.
lalu, saya datang merantau ke jakarta dengan lowongan AE.
padahal kalau dipikir2 kedatangan saya waktu itu, benar2 tanpa skill yang cukup kompeten sebagai seorang AE agency Jakarta. bisa dibilang saya masih junior sekali.
sekarang, pangkat saya sudah naik. keuntunganya sekarang saya jadi AE yang punya base copy, menarik bukan?
dan jelaslah bahwa kebingungan saya di masa lampau menjadi menarik utk direnungkan.
bagaimana menurut anda?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment