Friday, January 25, 2008

Clutch!

Apa sii itu?

Berdasarkan bentuknya:

Clutch adalah salah satu varian dari tas, yang berbentuk bigger than bag yet smaller than wallet. Bahkan jika si clutch ini kemudian diberi selembar "tali" yang berfungsi sebagai pegangan, maka penamaannya bisa berubah menjadi shoulder bag.

Secara design bisa macem2 bngt, mulai dari warna, bahan , bentuk.

Saat ini yang lagi happening bgt adalah oversized clutch yang bentuknya emang cocok bgt utk mengakomodir kebutuhan cewek2 yang kayaknya segala macam mesti dibawa...mulai dr make-up (dr bedak sampe tisu wajah), dari kipas sampe pembalut, dr HP sampe bolpen.

Berdasarkan fungsinya:

Biasanya clutch digunakan para wanita pada saat menghadiri pesta.

Saya juga memilikinya.

Sederhana saja, dengan warna krem senada dengan sepatunya, dengan hiasan lipit bermata bling2...

Karena saya adalah tipe perempuan “pembawa-segalanya”, maka membawa clucth ke kondangan adalah hal yang sebenarnya yang “its not an option”, karena secara bentuk, Cuma itu tas yang pantas dibawa, secara kita enggak mungkin bawa postman bag kan?

secara design& warna emang Cuma itu yang layak tampil. Jadi ya...beberapa waktu sebelum berangkat kondangan, saya akan melakukan perenungan... “sebaiknya apa saja yang mesti saya sortir ya”...

akhirnya dari list: bedak, lipstik, parfum, tisu wajah, facial tisu, tisu basah, terkadang pembalut, kipas, amplop, 2HP, bolpen, blocknote.

Saya menyeleksi nya sehingga (hanya) menjadi: 1 HP, amplop, lipstik, tisu saja!

...uggghh!!!

menyiksa sekali bukan, ketika kenyamanan mesti dikorbanankan utk fashion.

Wednesday, January 23, 2008

dunia makanan


kalo kamu sempat membaca tabloid Nova edisi 28 Jan, maka kamu akan menemukan advertorial ini, yang membahas ttg Diet Golongan Darah. artikelnya quite interesting lhoo...

ini pekerjaanku sehari-hari2 terutama hari2 belakangan ini...
sebagai seorang advertorial manager (jabatan yang saya berikan kepada diri sendiri karena tiap hari kerjaannya ngurusin advertorial mulu) . utk kebutuhan visual maka maka kamis kemarin, kami melakukan pemotretan. job desk saya memang mensupervisi segala sesuatu yang berhubungan itu. khusus pd tahap pemotretan maka tugas saya: mulai dari mencari foto yang akan digunakan sebagai guidance, brief fotografer, make sure bahan/object yang digunakan OK, menata saji, menentukan angle, sampai memilih foto mana yg akan dipakai.
hiufff..banyak juga ya...

makanya, utk motret 5frame ini doang dibutuhkan waktu dari jam 12.30-18.30an!!
lama &capek!
setelah selesai, tahap selanjutnya adalah tahap yg paling menyenangkan: merapikan set dan membawa properti pulang! :D
yap, aku membawa 2 plastik besar berisi sayur2an, buah2an, kacang, roti sampai keju. aku hanya membawa bahan makanan yg mudah diolah dan aku tahu cara memasaknya.

Jadi sudah hampir seminggu ini aku masak sendiri, mulai dari tumis jagung+pakcoy, capcay sampai kangkung cak bakso+segoabang.
senangnya, bisa membuktikan pada diri sendiri bahwa aku bisa memasak! hehehe... :D

biasanya ritual memasak dimulai selepas magrib atau pagi hari saat weekend, di kamar berukuran 3x3ku ini yang berfungsi selain sebagai dapur juga berfungsi sebagai kamar tidur, tempat koleksi baju, perpustakaan& bioskop.

based on my expereince selama 7 thn menjadi anak kost (man! lama juga yaw?) lebih susah mencari makanan dengan bahan makanan sayur dibandingkan yang berbahan daging2an, kalaupun ada biasanya harganya enggak beda dengan yang berdaging2an.

karena lebih mudah memasak sayur dibanding daging, maka kebanyakan yang aku bawa kmrn adl sayur, yang disisi lain, sesuai dengan golongan darahku. Gol darah A dianjurkan banyak makan makanan sayur, buah&gandum (soalnya dianggap sebagai orang primitive bo'!) dan sudah kubuktikan, hanya memakan sayur&buah selama 24jam, sangat melancarkan saluran pencernaanmu :p


dibawah ini adalah tips bagaimana cara memasak yang mudah yet delicious;
  1. sayur; apa aja sesuai selera, akan lebih seru kl lebih dr 1 macam
  2. bahan campuran; bisa dari buah (macam tomat) atau daging2an (yang gampang aja, macam bakso)..tp yang ini sunnah kok jadi enggak kudu ada, OK?
  3. bumbu: bawang putih, garam berbumbu, merica,Saus tiram dan margarine
  4. last but not least: KEMAUAN
caranya;
  1. hancurkan bawang putih, boleh di geprek di cincang atau apapun terserah, namanya juga anak kost, yaaa seadanya alat aja.(sebaiknya anda adalah penyuka bawang, karena semakin banyak, maka semakin nikmat)
  2. tumis bawang putih dengan margarine (margarine-nya jangan banyak2 karena margarine memang bervitamin, tetapi ketika dipanaskan, hilang semua deh kandungannya).
  3. tambahkan merica&garam.
  4. masukkan saus tiram, inget saat memasukkan pastikan sausnya dituang langsung di daerah wajan, bukan diatas adonan bawang, dll yaa... saus tiram adalah bahan pelengkap yg manjur bgt bikin sedep, berasa makanan restoran dan simple karena tinggal dicemplungin doang, enggak perlu dikupas segala.
  5. masukkan bahan campuran jika (jika ada) karena biasanya bahan campuran ini relative lebih keras dibanding si sayur.
  6. akhirnya...masukkan sayuran. Oseng2 semua bahan
dan Viola.... jadi deh!
setiap bahannya enggak perlu pake takaran, pake feeling aja. biar simple&enggak ribet (rahasianya: a lot of practice)

percaya deh, walaupun bumbunya sama tp karena sayurnya dimasukinnya beda2 maka hasilnya akan berbeda2.

trusss karena beras merah lebih sehat daripada beras putih, maka semalam aku memasak beras merah, pake rice cooker (hasilnya agak aneh siii, tapi ya sutralah..tetep enak kok hihi;)

healthy food anyone?

Thursday, January 17, 2008

kerudung di 25



Sudah sejak Januari, gaya berpakaian ke kantor tiba2 berubah.

Awalnya karena saya membeli 2 buah bandana, warna kuning keemasan dan abu2 bermanik2, ketika saya plesiran ke Jogja..

Awalnya semua memuji. Saya girang.

Lalu, kekalapan memborong buku saat opening Gramedia Matraman diskon 30% membuat saya membeli 2 buku “Mix&match Baju moslem” dan “Kerudung cantik”.

Waaa..buku itu sukses membuat saya berkreasi tiap pagi bikin kerudung2 saya makin unik, dan effectnya saya juga makin bersemangat ke kntr. Bayangkan cukup menggunakan baju2& kerudung lama anda, tapi dengan padanan & gaya kerudung unik, voila...priceless style!

Setelah seminggu pertama, saya asyik berkreasi, saya jadi ingin utk menjadikan ini sebagai resolusi saya di thn 2008; membuat gaya berbusana saya lebih baik, mulai dari memperpercatik padanan, berkreasi dengan gaya kerudung, menggunakan baju2 yang panjangnya melebihi pinggang. Dengan motivasi; syiar: jika saya berbusana lebih baik --> orang suka melihatnya --> aih, ternyata walau menutup aurat tetap bisa terlihat keren, modis, menarik ya? --> (harapannya) ah, kl gt saya ikut menutup aurat juga deh.... (ah betapa bahagianya jika hal itu benar2 terjadi).

Sebagai ilustrasi, jika biasanya saya hanya memakai atasan:kaos/hem, bawahan: jeans, kerudung: warna senada. Maka saat ini atasannya masih tetap kaos/hem (tetapi khusus utk kaos model t-shirt hanya utk weekend saja) bawahannya bisa skinny jeans/rok dengan luaran aksesori tunik panjang as if long coat, trus kalung/broche, plus kerudung berlapis2 warna dengan kreasi (teman saya menyebutnya) ala Jack Sparrow, Ratih Sang, Ida Royani (sayang, blm ada yg memanggil ala Inneke? Mungkin karena kecantikannya yg unbeatable ya?... ;) intinya full color!!


Puncaknya adalah saat saya berulang tahun kemarin. Dengan atmosfer celebrating, maka dandanan saya hr itu cukup happening. Bukan, bukan make-up nya, saya mah masih tetap enggak betah berdandan. Tetapi padanan bajunya bo’, skinny jeans+manset krem+baju longgar ala bohemian warna warni+bergo warna krem+kerudung pink satin yang dibuat kepang lilit. MasyAllah, hampir 80% kaum perempuan di kantor ku, memuji dengan tulus hati berkali2, hf...enggak bisa dibayangkan betapa senangnya akyuuu.. ^_^


Dulu, aku berpikir, buat apa aku dandan keren, secara juga enggak keluar kntr, enggak ketemu client, enggak presentasi, enggak ketemu kolega, enggak interview...sooo?

Tapi ternyata kita dandan itu enggak buat orang lain lhooohh...

Selain niat ingsun karena utk Allah, dandan itu berguna utk membuat kita merasa diri kita lebih baik. Kok bisa? Jadi...logikanya gini....Kita berusaha membuat diri kita terlihat lebih baik --> puas memandangi diri --> PD --> (syukur2 ada yang muji--> makin tambah PD -->) feel sooo great...

.......****.......

Dan kehidupan 25ku bermula.

Jika di dunia finance hari selasa kemarin adalah Black Tuesday, karena The Fat yang semakin menurun. Maka Selasa kemarin adalah salah satu hari terbaikku, itu adalah kali kedua dalam hidupku (yang pertama, ketika aku merayakan sweet seventeen) ketika aku ultah diberi banyak selamat (anak2 kntr, anak2 YM, sahabat dekat), diberi banyak kado (The name of the Rose dari Fia, sabun&lotion Body Shop dari Dian, Kamus Webster dari Bayu, Gelang&spray dari Mbak Trien, Kalung Coklat dari Anggia)& dihujani bwanyak pujian.

Is there anyone have an suggestion for my 25th life?

Friday, January 04, 2008

Liburan 3 pulau.

Akhirnya….libur akhir tahun datang juga.

Tanpa diduga-duga, kantor memberikan 3 cuti bersama dan 3 hari potong jatah cuti, ditambah dengan tanggal merah dan weekend total liburan kami bisa dibilang hampir 2 minggu lamanya.

Senang karena bisa libur panjang tapi sedih karena enggak nyangka bakal dapat libur sebanyak ini oleh karenanya aku enggak prepare rencana liburan apapun dan itu artinya aku enggak mempersiapkan jatah dana utk kuhabiskan di akhir tahun ini.

Tanpa pikir panjang, aku telpon omku yang saat ini lagi dinas di Banjarmasin, alhamdulillah dia bersedia menerima (baca: mbayari) keponakannya yang lagi mati gaya ini.

3 hari pertama, aku habiskan di Cilacap terlebih dahulu. Merayakan hari raya Idul Adha, berenang, makan lupis, mbakso dan nyomai adalah list wajib yang aku lakukan disana.

23 des

Hari minggunya aku pergi ke Jogja, sayangnya di libur akhir tahun ini, banyak kawan yang pulang kampung. Tapi syukurlah Gita—temanku di Mandiri dulu berlebaran di jogja, jadilah aku menginap 2 malam disana.

Malam pertama, kami berdua menyambangi Karita, dengan tujuan survey pasar. Tapi tujuan itu sama sekali enggak kesampaian, yang ada malahan aku belanja!! Kalap ngeliat kerudung yang mwanis-mwanis dan 1 baju kuning corak abstrak yang nyweni pwol (kata Gita, baju ini cocok banget buat yang kerja di bidang ‘seni’ macam aku, hff..dasar setan belanja)

Setelah menghamburkan uang, selanjutnya kami menghamburkan nafsu di Pak Man. Kangen banget sama teh angetnya, slruuuppp nikmat!

Makan 2 nasi, 6 sate jeroan (yieks, kolesterolnya menggila ni—walau nikmat tak terkira), 2 teh anget. Aku Cuma perlu bayar 10 ribu aja! (weleh murah bgt! maklum, baru sampai jadi masih price-lag).

Paginya;

Aku membawa beberapa lembar bahan kain yang bisa kujadikan bisnis dijogja. Tapi setelah kupresentasiin ke bagian purchasing Margaria Group, mereka enggak tertarik! Huhuhuhu......

Sorenya: entah karena sakit hati dagangannya enggak laku dan pengen melakukannya utk penghiburan akhirnya aku belanja lagi, kali ini kerudung2 bahan katun tipis yang harganya lebih murah jika dibandingkan kalo aku beli di pasar tebet, ugh! Padahal kupikir di pasar tebet dah paling murah...

Malamnya;

Iseng2 kutelp teman baik saat kuliah dulu, ku beruntung dia baru saja pulang dari Gereja dan bisa bertemu denganku.

Kami ngopi2 dan ngobrol. Tapi karena salah satu temanku itu adalah anak agency juga, apa dinyana, yang diomongin juga enggak jauh2 dari iklan! Halah! Kok ngomongke Kerjaan terus to?!

Seru banget melepas rindu dan update kabar teman2 yang lain sama mereka. Tapi jam sudah menunjukkan pukul 21:oo, Cinderella mesti pulang ni, karena sialnya rumah kos teman ku yang kutumpangi itu kosnya tutup jam 21:oo!!! Duh, umur dah mau seperempat abad kok ya, jam pulang masih harus di tentukan sama orang lain...

Temenku langsung mengusulkan bikin alesan aja..tau nggak alesannya apa? Ban bocor! Ya ampyun jadul banget gak si bo? Tapi ampuh lho, lumayan lah mengulur waktu ½ jam. Tapi setelah 213o, aku dah enggak punya alasan lagi dan langsung pulang, namanya juga numpang, ya mesti terima nasib aja deh..

25 Des;

Melewatkan pagi Natal tahun ini dengan Facial!!! Hmmm wuenak pwol!

Siangnya; berangkat ke Banjar masin


Banjarmasin, kota pertamaku di Kalimantan.

JGJ-BDJ: Mandala

Landing: 1630 wita.

Perjalanan dari bandara menuju rumah, terasa bahwa kota Banjarmasin adalah kota yang industrialis. Pemasukan daerah ini memang berasal dari industri batubara yang tumbuh marak, memakmurkan beberapa penduduknya dan menarik hati banyak pendatang untuk mengeruk kemakmuran yang sama.

Di kanan kiri jalan terlihat tandus dan panas. karena tanahnya yang gambut menyebabkan tak banyak pohon yang bisa tumbuh. Padi pun hanya bisa dipanen setahun sekali disini sehingga lazimlah jika pada sawah terdapat banyak ilalang yang dibiarkan hidup. Beras yang dihasilkan pun berbeda dengan beras yang dihasilkan dari pulau jawa, beras disini berukuran kecil kecil, yang jika dimasak menghasilkan nasi yang sangat mempur, tidak bisa mengepal, dan bertekstur kering sehingga bagi konsumennya yang tidak terbiasa memakannya nasi ini di tenggorokan akan menghasilkan rasa seret dan perlu banyak2 minum air.

Malamnya;

Sebagai seorang mall-ist (penikmat mall) kunjungan pertama adalah pergi ke mall! Hehehe.. honest, saat datang ke suatu kota tempat yang wajib saya datangi adalah tempat perbelanjaannya, entah mall atau pasar dan semacamnya. Karena pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli dan melakukan transaksi dengan mata uang..halah! SD banget si penjelasannya..

Maksudku di pasar adalah tempat dimana kita bisa melihat karakteristik/pyschografic suatu penduduk dengan instant.

Yang menarik, dari pandangan selayang pandang itu adalah orang2 banjar menyukai design yang ramai dan menyolok untuk busana, biasanya dari bentuk detail dan motif. Misalnya untuk kerudung, dipilih yang full payet di keseluruhan kepalanya, biasanya di jawa yang pake kerudung seramai ini Cuma penganten aja.

26 des

Pasar SidaMampir.

Walau terletak di tengah kota, tapi namanya Jawa banget ya.

Pasar ini adalah salah satu dari 2 pasar yang ada.

Penataannya yang semrawut, membuatku hanya bisa melakukan screening singkat.

Harga sandang disana terhitung mahal, contohnya sebuah pakaian dengan motif bordir di sini bisa aku dapatkan dengan harga sekitar 50rban disana dijual dengan harga 175rb! Weks!

setelah itu kami mampir ke sebuah tempat makan utk makan siang. Entah ada dimana deh itu yang jelas, dari sebuah jalan utama, kami berbelok ke kiri, jalan masuknya enggak lazim untuk sebuah tempat makan. Karena di kanan kiri jalan tersebut diapit dengan (semacam) kali/sungai, banyak rumah yang dijadikan tempat pengerukan pasir dan banyak truck yang parkir di pinggir jalan untuk mengangkut pasir, wess..pokokmen enggak indah blas!

Sampailah kami ditempat makan yang dimaksud. Sebuah tempat dengan model saung. Jika restoran sunda mendirikan saung diatas kolam ikan tempat mereka memelihara ikan yang mereka jual, maka saung di banjar ini didirikan di atas (semacam) rawa tempat mereka memelihara udang yang akan mereka jual. Modelnya pun menurutku masih kalah keren dengan saung orang sunda. Karena rawa ini terkesan asal, tanpa diniati untuk dijadikan sebagai bagian dr eksterior. Ditambah dengan musik jedag jedung yang enggak pas blas sama jenis makanan yang di tawarkan bikin aku sempet ilfil.

Tapi semua itu enggak berasa lagi anehnya setelah aku nyicipin Ikan Patin bakarnya yang dasyat abis! Bumbunya pas. Baru kali ini aku merasakan ikan patin, dan ikan ini OK bgt! Baru kali ini aku ngrasain ikan berlemak J

Karena nasinya mawur bikin seret, aku jadi sering minum deh, padahal minuman disini itu defaultnya mwuanis, jadi rasa gurih ikannya kadang nyampur dengan es teh mwanis yang aku pesan hehehe...

Malamnya;

Nonton National Treasure di 21.

Udah lama ni enggak ketemu sama kang Nicholas Cage...sejujurnya lagi berusaha ngindarin dia, habis dia sering bgt main film, liat poster nya dia dimana2 aja dah bosen, tapi karena kali ini nontonnya bareng sama 4 sepupu ku yang masih kecil2, aku sih ayok aja lah...So far filmnya lumayan seru (wuih, jadi sadar udah lama bgt enggak nonton adegan kejar2an pake mobil, ledak2an di jalan, dan orang2 pada sok panik ditabrak sang lakon yang lagi jadi nge sok detektip), penampilan Kang Nico nya sih masih sama aja kayak film2 yang dulu—anteng dan cool, tapi at least di film yang ini minim tembak2an berdarah dan penonton juga masih diajak mikir dikit, jadi overall film ini cukup menghibur, dan kuberi score 2 bintang! (untuk versi hollywood ya 3 bintang deh).

27 des.

Aku diajak ke Balangan. Ada upacara memperingati Hari Bebas Buta Aksara. Ini adalah perjalanan dinas (fiuhh...untung...waktu di jogja beli blouse, jadi bs dipake deh kekekekek :P)

Balangan berada di sebelah utara Banjarmasin, untuk kesana diperlukan waktu sekitar 5jam, karena kondisi jalanan yang enggak begitu OK karena di beberapa daerah lalulintas bisa menjadi macet terhalang oleh truck2 pengangkut batubara. (barisan truck ini beriringan pwanjang bgt! Mereka boleh beroperasi setelah jam 4 sore, Dan sulit bgt di salip, makanya tidak dianjurkan melakukan perjalanan lintas kalimantan di sore/malam hari).

Rombongan kali ini terdiri dari four riders (kenapa walau Cuma terdiri dari 1 mobil polisi tetep aja namanya four riders?), mobil gubernur plat DA 1, mobil Danrem, mobil Danlanal (aku didalamnya;), dan 1 mobil berisi para ajudan2& protokoler dan 1 mobil polisi lagi di belakangnya.

Saat aku sebagai pengguna jalan, kalo ada iring2an gini biasanya aku bete bgt, duh siapa si ini! Ngganggu aja! Kan aku juga rakyat dan berhak untuk menggunakan jalan! Tetapi di dalam iring-iringan itu aku merasakan sebuah empati bahwa si birokrat ada kepentingan pwenting yang membuatnya harus menggunakan pengawalan sehingga waktu tempuh bisa lebih cepat sehingga semuanya bisa menjadi lebih efisien. Jika biasanya aku yang memberikan tatapan sinis maka kali ini aku yang mendapatkan tatapan sinis dari para pengguna jalan, hehehe...... Dengan kecepatan 80-90km/jam di jalan tengah hutan, yaa pantes aja kalo mobil dinasnya perlu pake Ford Everest.. kebut2an dengan iring2an sirine gini Seru bgt! J

Di tengah jalan, kami berhenti di sebuah rumah makan yang menyediakan makanan khas Banjar. Sebagai seorang tamu tak diundang aku sempat diberi tatapan sinis, tetapi begitu sang komandan Lanal itu bilang “ini ponakan saya!” maka semua jadi tersenyum ramah dan ngajak ngobrol basa-basi ...(semoga senyum& obrolannya bukan karena terpaksa ya)

Makanan disajikan seperti di rumah makan padang, semua hidangan di keluarkan, ada ikan patin, sayur bening, ikan nila, udang dan sambal. Diantara semua itu aku tertarik banget dengan udang bakar berukuran sekepal tangan orang dewasa (spertinya udang galah?), yang terlihat lemah dan bikin nafsu!

Sang udang langsung kusantap dengan nasi hangat dan sambal, hmmm..nikmaate rek! Daging udang yang gempal dan semok bikin aku lupa diri. Yang paling bikin nikmat ada di dibagian bawah tempurung kepala, teksturnya lembut banget untuk diisep-isep bikin merem melek. Sebenarnya porsi 1 udang tadi itu tanggung bgt, kenyang belum tapi lapar juga enggak. Mau nambah tapi enggak enak sama yang lain. Masak si Ajudan yang duduknya tak jauh dari posisi saya Cuma makan semangkok bayam (mungkin karena diet) sedangkan saya si tamu tak diundang makannya banyak? Duh, enggak deh. Dengan hati tak ikhlas, saya menyudahi pertengkaran batin saya.

Kami melanjutkan perjalanan, untuk menuju Balangan harus melewati 2 kabupaten yang lain, dabn beberapa kota didalamnya, yaitu Banjar baru, Tapin--ibukota kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kandangan, Balabay (ada di kabupaten Hulu Sungai Tengah)..trus baru deh nyampe di Balangan. Jauhnya kira2 sekitar dari Surabaya ke Madiunlah (itu kata sopirnya, secara aku juga belum pernah jalan dari SBY ke Madiun).

Selama perjalanan ini, kalimantan sebagai kota industri tidak begitu terasa (kecuali bagian truck2 batubara-nya) karena di kanan kiri jalan masih bisa ditemui beberapa sawah, rumah2 mepet jalan (seperti yang ada di Jawa, kecuali bagian bawahnya yang enggak nempel tanah karena menggunakan rumah panggung), hutan pinus, jalan berkelok dan pasar ..

Sampai disana, masyarakat sudah menunggu rombongan. Seperti lazimnya sebuah acara maka para birokrat tak henti2nya memberi sambutan2. Untungnya aku berada diluar panggung, sehingga bisa bebas berjalan2 kesana kemari. Yang menarik dari acara itu adalah dibacakannya inti dari kesepakatan yang dibuat oleh UNICEF, berkaitan dengan pembebasan buta aksara (Hari Aksara International yang ke-42) yang dibacakan oleh para 3 perempuan dan 1 lelaki dewasa yang baru saja menyelesaikan belajar membaca sehingga mereka membaca dengan terpatah-patah. Beberapa penonton menertawai tingkahan yang lucu ini, tapi aku miris mendengarnya, di tahun 2007 ini (waktu itu) disaat dunia lagi ramai membicarakan global warming, disebuah kabupaten yang memasok salah satu penghasil emisi dunia dengan batubara dan illegal logging-nya, yang membuat para punggawanya makmur luar biasa, tetapi para penduduknya masih juga belum bebas aksara.

28 des

Martapura, nama ini sudah terkenal sebagai salah satu penghasil permata indah. Dan sudah kubuktikan saat aku datang kesana. Niat awal kesana hanya ingin tahu seperti apa Martapura itu, tanpa berniat membeli, ya iyalah secara duit didompet juga Cuma 500rb..gituloh, bisa buat beli apa?

Dan sesampainya disana, sempet seneng juga karena design yang disediakan nyolok2 dengan mata yang segaban-gaban, definetely not my style...

Tapi tiba2 mataku tertumbuk pada sesuatu...

Dia membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama.

Sebuah cincin terbuat emas putih dengan hiasan permata kekuningan muda bening lalu disampingnya bertabur permata putih kecil mungil. Duh!! Manis banget.

Kusematkan ia di jari manisku, pas bgt! Sesuai dengan ukuran jariku. Bersinar indah. Tak menyolok tetapi terlihat mewah dan tampak mahal.

“Berapa harganya pak?”

“3,5 juta.”

“kalo gitu, saya nabung dulu dah”

Langsung kulepas dan kukembalikan ke tempatnya.

Dan aku terbayang-bayang indah kilaunya, hingga hari ini.

malamnya, ada pertunjukkan Jazz. sederhana banget sih secara enggak pake panggung, band nya cuman main di pelataran Kantor Lanal, disorot pake lampu yg biasanya dipake utk nyorot bendera hahahaha!! mainnya menghadap kerekan bendera, penonton duduk di bangku plastik yang biasa dipake utk kondangan, trus hidangannya gorengan aja. yang nonton yaaaa perwira2 yang biasanya mendengar debur ombak, kali ini diayun2 irama jaz, bossanova dan swing yang dimainkan dengan apik oleh Komunitas Jazz Kemayoran (band ini datang dengan gratis dari Jakarta dengan tujuan memasyarakatkan Jazz--huhuhu....dah lama bngt gak denger kalimat itu..mulia bgt ya) seru bgt dah!!

di tengah2 pertunjukkan, tiba2 bupati Banjar baru dateng aja gitu..gak pake acara protokoler, gak pake acara sambut2an..dia dateng dengan fortunernya, duduk anteng trus pulang...yaaa emang siii aku merasa datengnya dia cuma buat basa-basi doang..tapi ada satu hal yang aku pelajari dari para pejabat disini, dibandingkan dengan para koleganya di tanah Jawa yang perlu di subyo2, bupati& gubernur disini tuu relatif enggak repot, enggak perlu pake sopansantun& protokoler yang seribet di Jawa, mereka juga relative gampang ditemui dan enggak berbatas..(apakah itu mungkin dikarenakan mereka adalah pendatang dan merasa tahu diri?)

29 des.

Seharusnya hari ini aku pulang Jakarta, tapi Allah menyiapkan hal lain yang lebih indah. Tante Lina mengajakku ke Batam.

10.oo: 5 jam sebelum berangkat.

Kami menuju pabrik lampit.

Lampit adalah salah satu hasil kerajinan khas kalimantan. Dan kali ini kami datang langsung ke pabriknya. Di ruang depan tersedia lampit dalam berbagai ukuran dan design. Tidak hanya rotan yang dijadikan alas macam lampit, tetapi juga hasil lain, misalnya rak, tempat tisue, dan inovasi terbaru lampit dengan alas busa lengkap dengan bantalnya. Ada juga hasil olahan dari bambu yang dijadikan lantai,seperti parkit gitu. Keren bgt deh! Terasa bgt tropiknya. 1 kotaknya seharga 45rb! Waduh, kalo enggak kaya kagak bisa bikin rumah beralas lantari bambu tuh...


SURABAYA, keguyuban sebuah keluarga.

BDJ-SBY: Merpati.

Landing: 15.oo WIB.

Terbang ke Surabaya. Dari sini baru aku akan ke Batam.

Bandara Juanda, sekarang jadi keren gitu..lebih keren daripda SoekarnoHatta

Aaaccchhh...senang rasanya balik ke tanah yang kumengerti bahasa penduduknya.

Malamnya kami keluar makan bareng. Ini dia salah satu kenikmatan berasal dari keluarga besar dan punya banyak saudara. Terasa guyub, tentram dan menyenangkan, diterima di sebuah komunitas yang tidak menuntutmu banyak, bisa menerima segala kekuranganmu dan melihatmu hanya kebaikan adanya.


BATAM, sisi lain dunia belanja.

30 des.

SBY-BTM: Mandala.

Landing: 13.oo WIB di bandara Hang Nadim.

Perjalanan dari surabaya menuju batam memakan waktu 2jam, tetapi itu aja dah bikin aku hampir bosan rasanya, nah...gimana kalo perjalanan haji ya? Yang 16 jam gt? tapi demi ibadah pasti rasanya beda lah ya...

Btw, Hang Nadim itu temennya Hang Jebat dan Hang Tuah bukan? Ada yang tahu?

Hal pertama yang selalu kulakukan begitu landing adalah ke toilet, dan aku yakin hal itu banyak dilakukan oleh turis2 yang lain. Karena itu adalah tempat public space pertama setelah airport yang didatangi oleh sang turis, sehingga menurutku selain promosi hal lain yang perlu diperhatikan dalam penggelontoran dana untuk tujuan peningkatan pariwisata adalah bijak untuk juga memperhatikan tempat pembuangan hajat.

Sekeluarnya kami dari bandara, kami langsung naik taxi. Sayangnya disini taxi tidak menggunakan argo, jadi mesti pintar2 menawar. btw,sebagai patokan bisa gunakan harga taxi Jakarta (tarif baru ya). Kami langsung Check in di Mercure Hotel. Bayar. Ninggalin ransel trus langsung belanja di Nagoya.

Batam adalah pulau kecil, sehingga tempat belanjanya juga Cuma sekitar sini2 aja kok.

Untuk berbelanja sandang Anda cukup ke Kawasan belanja pertokoan Nagoya (Biaya dari Bandara ke Nagoya sekitar 100-70rb). Untuk belanja handphone anda bisa ke Lucky Plaza yang letaknya berdekatan dengan Nagoya.

Kompleks Nagoya terdiri atas ruko2 berlantai satu. Barang2 yang dijual di seluruh ruko di sini kebanyakan adalah tas, parfum dan jam. Kebanyakan asli tapi yang palsu juga ada, kebanyakan barang palsu yang dijual adalah barang dengan kualitas diatasnya KW 1, buatan Korea sehingga buatannya lebih halus& detail—susah banget mbedain sama yg asli (biasanya KW 1 dan dibawahnya dibuat di China), berhatilah2 saat anda membeli. Biasanya penjual akan berterus terang jika kita bertanya, apakah barangnya asli/tidak. Tetapi kalo si SPG juga diboongin sama majikannya maka bisa jadi kita akan keboongan sama SPG tersebut.

Barang di Batam, bisa jadi murah karena enggak dapet biaya cukai. Jadi bedanya juga enggak jauh2 amat (utk barang asli ya).

Untuk anda para pecinta Bonia, disini anda bisa menemukan barang2 keluaran Bonia dengan jenis design yang beraneka ragam, mulai dari yang paling murah sampai yang paling mahal, dari yang paling simpel sampai yang paling rancak bana. Sehingga tak heran jika poster tante Krisdayanti—sebagai duta Bonia—dipanjang dimana2. Elle& Braun Buffel adalah brand tas yang juga populer disana. Kalo merek jam banyak banget bo! Kagak apal aku, pokoknya ya yang sekelas alexander christie keatas lhah...

Berdasarkan pengalaman pertama saya ke sini, hal2 yang perlu disiapkan sebelum kesini adalah:

1. Buat list, mau beli apa saja. Buat daftar dengan spesifik agar anda tak bingung, misalnya mau beli tas untuk pesta ukuran kecil dengan model 1 tali. Dengan begitu anda punya pegangan saat anda memilih, karena jika tidak anda bisa kalap dengan banyaknya design produk yang ditawarkan.

2. survey produk terlebih dahulu. Sebelum berangkat ada baiknya anda survey dulu di toko berapa kah range harga untuk tas merek X dengan bentuk Y warna Z, supaya saat penjual membuka harga, anda punya pegangan mesti nawar sampai berapa. Jangan sampai anda sudah jauh2 ke batam ternyata barang yang anda beli harganya tidak kalah jauh dengan yang ditawarkan oleh toko di Jakarta. Dan yang terpenting, tawar terus sampai pwwol. Sebagai informasi, jika anda tahu bahwa barang yang ditawarkan adalah koleksi yang sudah lewat maka harga barang tersebut semakin murah. Intinya semakin lawas produksi tersebut, maka harganya semakin murah.

3. bawa uang yang banyak!!!!! Anda sudah jauh2 kesini, maka pastikan anda membeli banyak barang supaya impas dengan biaya yang anda keluarkan.

Inilah daftar beberapa barang yang berhasil saya dapatkan dari Batam, surganya belanja.

Dompet: BONIA. selain karena designnya yang simpel dan klasik—yang bikin aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama, yang paling aku suka dari barang ini adalah baunya. Iya, karena terbuat dari kulit asli, maka bau si kulit terasa betul dan itulah menurutku salah satu sensasi membeli barang asli. ada barang ada rupa (sekarang jadi ada tambahan satu lagi..) ada bau :q

Parfum: SJP. Kalo di jakarta harganya diatas 600rb, aku bisa dapat 250rb, tapi tentu dengan sejarah tawar menawar yang panjang ya jeung...

Tas: ELLE. Ukurannya yang besar dan kaku, cocok bgt di matching-in sama sang laptop kesayangan, warnanya biru dobgker, duuhhh cakep bener...

Tas: BONIA. Ukuran kecil cocok buat ke kondangan (deuh, padahal jarang2 bgt tuh diundang ke pesta). Harga pembukaan pertama 800rb. Aku yang merasa dah terlalu banyak belanja, dengan asal njeplak bilang 150rb. Jelas aja si embak kagak mau, aku nya juga cuek. Trus dia nawarin lagi. Aku tanya model lain. Ternyata kagak ada. Dia turun ke 700. aku naik ke 200. dia turun ke 500 sambil ngomel2, "tas Bonia kagak ada yg dibawah 500rb". aku tetep di 200. kami keluar toko. Dia kejar. Aku tetap di 200, akhirnya dia nyerah. Hwahahaha...dari 800 ke 200! Rekor! Barangnya asli lagi, memang sudah lewat musim, tapi ya sudahlah siapa yang akan memperhatikan kali...

Setelah puas ke Nagoya, kami mampir ke Center Point untuk mencari handphone, tetapi ternyata disana lebih mirip mall kecil. Maka kami pergi keperbelanjaan disebelahnya yaitu Lucky Plaza. wuih riuh banget orang disini yang mau pada beli...
Sayangnya, semua handphone yang dijual disini barang BM, itupun tidak semua type ada. tapi again km mesti tahu harga di jkarta dulu...pfhh...Sayangnya enggak ada Ipod.

31 des

balik Jakarta, SELAMAT TAHUN BARU


*inilah yang dinamakan sekali dayung 2-3 pulau terlampaui...ajiiipp!!!