Monday, May 19, 2008
wrong perception
Mangkanya waktu saya masih berjualan produk yang target marketnya adalah para ibu. (btw, kami membedakan target ibu menjadi ibu kerja dan ibu rumah tangga).
Kami (diajarkan) membuat cerita dalam iklan tersebut dengan alur yang sangat mudah dimengerti, bahkan terkadang alur tersebut menurut saya sudah cukup mudah, eh masih dibikin lebih mudah lagi…seakan-akan para ibu dianggap benar2 tidak cukup cerdas utk mengerti, ahhh…kl gt kapan mereka bisa majunya?
Lihatlah iklan produk utk para ibu. Begitu literal dan ringan,
Jika kami insist dengan cerita/ lay out yang kami buat sedikit butuh “effort utk berpikir” maka ide kami itu akan terbuang percuma saat di meja riset, karena ternyata…mereka memang enggak ngerti…hff. ahh..miris rasanya...bertanya2 kenapa bisa begitu...maka saya mengetik C spasi D, capcay Deeee….
Tiba2 saya menemukan sebuah alasan!
menjadi seorang istri yang mempunyai suami itu memang menyenangkan, yang tadinya semuanya dipikirkan sendiri—saat menjadi seorang single—sekarang dipikir berdua, trus utk hal2 tertentu istri biasanya menyerahkan hal tersebut sepenuhnya pada pasangan. Contohnya saya, walaupun belum menikah, saya benar2 bisa menyerahkan urusan tata letak/lay out ke lelakiku, aku tinggal brief sebentar dan tarraaa…dia memberikan sebuah ide yang cemerlang, akhirnya saya jadi malas “berpikir” hehehe...
“ah sudahlah…kan ada dia” begitu pikir saya.
analogi yang sama terjadi pada saat kita bekerja, bisanya kita bekerja dengan team right? Dari sekian banyak pekerjaan yg ada di kantor, kita Cuma kebagian sebagian dari pekerjaan itu, contohnya, yang akan nyapu dan sama yang akan ngurus keuangan dibuat terpisah.
Hal yang sama juga terjadi di terjadi di rumah, yang akan bertanggung jawab mengurus anak dan yang akan mengurus mobil itu dikerjakan oleh dua orang yang berbeda, mereka menjadi specialists di masing2 bidang pekerjaan mereka.
Artinya...bukan berarti jika yang namanya ibu rumah tangga itu artinya tidak berpikir dengan cara yang sama dengan kita/update, tapi hanya saja…definisi update kita dan mereka pastilah berbeda. Kita update tentang siapa penyanyi yang ada di tangga top 40 billboard, sedangkan mereka update dengan bagaimana cara membuat brownis kukus ketan hitam
agree? :)
Tuesday, May 13, 2008
passion
tapi kebanggaan itu berbanding lurus dengan big expectations since big client have big expectations (too) from their team.
dedikasi yang luar biasa! itu intinya: waktu, tenaga, pikiran.. saya dituntut untuk selalu ada, selalu siap physically, full with bunch of idea (and have to be good one), tak pernah salah, selalu terjaga, dan semua itu dibayar dengan indahnya CV saya.
tapi apa essensi sesungguhnya?
karena ketika system ini berjalan baik, berjalan mulus..bukan saya yang mendapatkan pujian, bukan saya yang bertambah kaya…bukan! sama sekali bukan!
kini, saya sudah tak menginginkan itu.
saya akui saya sangat menikmati masa2 kejayaan itu. tetapi apa iya ini yang saya mau?
karena hal ini mempunyai konsekuensi saya sebagai manusia tak pernah punya waktu untuk berkontemplasi diri, saya tak tak merasa menjadi manusia, saya hanyalah bagian dari system yang harus bergerak selaras dengan yang lain. semua berjalan begitu cepat hingga saya tak menyadari apa yang terjadi pada diri, dan lingkungan saya.
saya menginginkan hidup yang seimbang, kerja boleh sekeras kuda, tapi aku juga ingin bermalas diri serupa babi. saya perlu memperhatikan diri sendiri, I need to know apa yang terjadi pada saya, apa yang terjadi pada lingkungan apa yang terjadi pada orang2….
sekarang saya ingin bekerja dengan waktu normal, walau itu konsekuensinya saya tak lagi memegang brand besar, saya pikr itu tak masalah bagi saya. karena insyAllah bagi saya, belajar bisa dimana saja.
tadinya saya bertanya, apakah artinya saya sudah tak bersemangat lagi? dimana passion saya? apakah ini kosekuensi dari bertambahnya usia? apakah saya akan berakhir dengan menjadi manusia mediocre
tapi tak berapa lama, saya menemukannya.
passion saya masih disini, masih di di saku depan baju saya, yang selalu menemani saya kemana saja, berbuat apapun. hanya saja dia sudah berubah bentuk. menjadi lebih berbentuk. karena dia juga ingin tempat dimana dia berada dalam keadaan yang sehat baik jiwa maupun jasmaninya.
dan saya berjanji saya akan selalu menjaganya.
karena dengan itu saya merasa menjadi manusia yang menyukuri makna hidup. betul?
past
07.58 aku sudah sampai di kantor.
Si boss sudah datang, hfff..
“selamat pagi Mbak” sambutku ramah, mencoba utk berbasa basi.
Dia hanya menjawa “hmm..” dingin, dan bikin emosi
“Hf, sabar..swabar ya....dia kan emang gitu, ” kataku dalam hati.
Kunyalakan komputer.
Ritualku dimulai. Click on microsoft outlook, waiting for a burst of e-mail.
Tring... folder box dengan judul “Boss” menyala... deg deg deg..jika ada setumpuk email maka, folder itu adalah folder yang pertama kali aku buka utk ngecek wheter she complaining about my job? Hfff...gak ada, cuma email2 CC dari email2nya dia ke client. Setelah itu, baru deh aku cek email2 dari client, dari media, dari internal..
Setelah keadaan terkendali, i go to the kitchen, biasanya bikin green tea ( to make ur skin younger ;) atao kl stock nya habis dan belum gajian maka aku pilih bikin kopi bercream yang tersedia gratis, then back to my desk.
Menyeruput kopi/teh dengan teman roti atau kadang gorengan (hihihi...enggak sehat ya ;)
Melipat lengan kaos Mango-ku, melepas jam Casio biru-ku (uwh, aku cinta bgt sama jam ini, karena aku beli dari bonus pertama dan terakhir waktu kerja di Bank hehehe..., eh ada cerita lucu soal asal usul jam ini, kapan2 kucritain ya).
Kupasang headphone yang mendendangkan lagu2 Sting yang menenangkan jiwa.
And here we go.
- baca email feedback dari client, soal script advertorial yang akan tayang 2 minggu depan di Nova. Ok setuju.
- meneruskannya ke Nova, tentu dengan sedikit kata pengantar di depan dan di belakangnya ya (eh, kl kata pengantar berada di belakang apa namanya ya)
- cek2 to-do-list today...hmmm. ini mesti pindah kesana, itu mesti pindah kesini, dudududu... ada deadline apa aja hari ini? Alhamdulillah enggak ada :D
- karena enggak ada, maka kesenangan dimulai:
– membuka yahoo mail beta utk mulai Online di jagat perYM-an.
– Blogwalking (nemu blog baru yang inspiring niii...asyiiikkk)
– Tiba2..trrriiing! kepalaku penuh dengan ide , moodku utk menulis membuncah tak karuan)
– Kubuka microsoft Word dan i just simply jut down every single word that come to my head.
Selama melakukan ini, aku sembari ngecek email yang pop up, telp client utk minta feedback yg dia janjikan pagi ini (oowh, victor km ada dimana???)
Dan blogwalking hehehehe....
tiba-tiba…”siska! sini kemeja saya!”
deg! jantung saya berhenti berdetak, jari saya membeku..argghhh!!kesenangan berakhir…
liar
saya dan teman2 lalu saling bercanda bahwa mungkin nanti di neraka kami ada di dasar keraknya berkumpul dengan para pengacara.
lalu apakah saya dan teman2 saya benar2 berbohong?
hmm…mari kita lihat ya?
produk yang kami (bantu) jual memang bukan produk terbaik, atau terenak karena kami—atau paling tidak saya—sadar bahwa enak itu sangatlah subyektif.
tiap hari kerja saya bekerja menjual kecap lewat print ad, TV advertorial, event2 dsb…
kecap yang saya jual memang tak mengandung apapun yang membuat orang yang memakannya menjadi lebih pintar atau lebih cantik, tapi saya akui kami menjual janji : jika anda menggunakan kecap yang nyata enaknya ini akan membuat anda (menjadi relative lebih mudah utk) diakui oleh orang2 terdekat bahwa anda hanya menggnakan bahan terbaik utk keluarga anda :P
lalu apakah saya menggunakan kecap ini di atas gorengan tahu saya? hmmm..tidak, saya menggunakan kecap merek pesaing karena rasanya lebih enak bagi lidah saya.
saya juga menjual produk perawatan yang menjanjikan bahwa jika menggunakan ini maka kulit anda akan menjadi lebih cerah dan ujungnya anda akan mendapatkan male’s appreciation.
apakah saya menggunakan product ini? tidak juga…saya menghindari menggunakan pemutih
wajah karena tidak baik utk kesehatan kulit (lagipula, berangkat pagi pulang sore, sudah cukup bagi saya utk menjadi sedkiiiiiiit mencerah karena tak terpapar matahari hehee..).
apakah saya berbohong karenanya?
saya tidak berbohong, saya hanya tidak mengatakan kebenaran ^_^
it's time to say goodbye
keriuhan photosession, kehebohan persiapan kala memproduksi iklan tivi, keribetan saat meneliti color separation…I’ll miss them!
dalam bayangan path carrier, yang sering kubayangkan, menjadi seorang client (dan bukan menjadi 3rd party seperti sekarang adalah setelah aku mendapatkan jabatan Senior atau Manager… tetapi Alhamdulillah Sang Maha Kasih, memberikanku kesempatan itu lebih cepat.
hari demi hari terakhir ku disini kunikmati seperti biasa, tak ada yg berubah. tapi sejamaknya dalam perpisahan, aku akan merindukan ruangan ini. Agency pertamaku (dan apakah akan menjadi yg terakhir?)kolega2 dunia periklanan, teman lenong sebelah meja, dendangan dikala malam menjelang..hhfff…
ada semacam ketakutan, bagaimana jika aku tidak menikmati pekerjaan disana? bagaimana jika culture disana tidak lebih baik? bagaimana jika…bla..bla…bla…
tapi tidak!! aku tidak akan merindukan muka masam, tak bersahabat, bossy itu. aku tidak merindukan perlakuan tidak bersahabat dan kata2 tidak menyenangkan itu.
selamat tinggal!,
be a writer!
hahahaha..terdengar agak berlebihan gak sih?
tapi serius, before i deliver a baby i think i should deliver a novel first!
tapi mimpi tinggal mimpi..sampai sekarang, hal itu enggak pernah kesampaian. kerangka karangan selalu berakhir di tempat sampah. dan ide2 biasanya akan berakhir di bantal bercampur dengan iler (ups...)
mungkin, saya mesti berhenti bekerja, dikurung di kamar selama setahun...seperti saat saya mengerjakan skripsi dulu..
tapi... ntar kl begitu yg mesti bayar kos, beli makan, beli DVD,dan jalan2 ke mall siapa?
Friday, May 09, 2008
designer wannabe
ada kebiasaan baru saya dalam beberapa hari ini…
menengok situs2 interior…
hihihi..
sesuatu yang membangkitkan jiwa lama saya.
dulu saya pernah bercita2 utk belajar ini, tapi kayaknya segala keilmuan yg berhubungan dengan seni, terlihat kurang direstui. sehingga saya memutuskan utk belajar art + commercial = advertising! :D
kenapa saya kembali menengok ke halaman2 indah ini—yg setiap melihatnya membuat jantung saya langsung berdegap, mata saya membulat kegirangan, masalah2 saya terlupakan, bawaanya kan
gen mulu, and makes me want to grab them all!
karena sekarang saya memiliki ruangan seluas 4x5 meter yang bisa saya dekor sesuka hati saya
yup yupp….my new place to live.
progress sejauh ini cat kamar biru, dapur kuning, dengan keramik putih, korden pink pastel. masih banyak bgt yg perlu di up grade…
jadilah saya belajar cara milih spring bed (dan ngitung2 seribu kali cara buat dapet duit nya), cara milih cat, dimana beli barang murah, belajar padu padan warna (dingin& hangat) hahahha..pengalaman br nii…seru juga ya…
at least, I can (learn to) be designer at my own place ….cia yo!
Tuesday, May 06, 2008
Kondangan
Seringkali mereka memang tak habis pikir dengan kesukaan pacar mereka(para perempuan) yang gemar sekali pergi ke kondangan.
Saya hanya senyum2 sendiri, mendengar curhat mereka. Memang kebanyakan pria yg saya kenal, tak nyaman untuk pergi ke kondangan. malas! Begitu kata mereka. Entah karena malas di jalannya, malas berbaju rapi atau malas berbasa-basi dengan para tamu yg lain karena takut bakal ditanyain “kapan kawin?” seperti salah satu adegan di iklan rokok di televisi hehehe...
Ketika aku mengajak lelakiku utk kuajak ke kondangan , maka kalimat pertama yg sering sekali diucapkannya adalah “emang aku mesti ikut ya?”
Yah, pergi ke kondangan bagi sebagian besar lelaki adalah penyikasaan.
Sedangkan bagi kami para perempuan, kami jelas sangat suka pergi ke undangan perkawinan, karena disana adalah salah satu ajang utk “tampil” memamerkan kebaya cantik, kain batik baru, selop indah, sampai ke perhiasan mewah kami yg tampak mengkilap dan jangan lupa pamer gandengan baru!! :D
Bagi anda para kaum perempuan, tenang saja…nggak usah diambil pusing, kalaupun dia enggak mau nemenin ajaklah teman perempuan anda utk bersenang-senang bersama karena jika saatnya tiba, jika tiba2 pria anda berkata “sayang temani ke pernikahan sepupuku, ya? Sebentar saja kok.” Maka menurut artikel di majalah perempuan dewasa yang saya baru baca, itu artinya adalah “I love you”.
Jadi saat ini indikasi lain untuk menentukan apakah dia suka atau sekadar main2 dengan anda, adalah jika dia sudah pernah mengajak anda pergi ke kondangan, karena itu artinya dia rela jauh2 pergi menjemput anda, rela memakai baju hem motif batik yang sumuk, dan yg paling penting rela utk mengenalkan anda ke teman2/keluarganya…hehehe..cuit cuit!
