Tadinya saya sempat tidak habis pikir kenapa (kebanyakan) perempuan setelah menjadi ibu-ibu kok jadi (maaf) lemot? Gak lagi update dan cerdas. Biasanya itu terjadi pada mereka yang menjadi ibu rumah tangga.
Mangkanya waktu saya masih berjualan produk yang target marketnya adalah para ibu. (btw, kami membedakan target ibu menjadi ibu kerja dan ibu rumah tangga).
Kami (diajarkan) membuat cerita dalam iklan tersebut dengan alur yang sangat mudah dimengerti, bahkan terkadang alur tersebut menurut saya sudah cukup mudah, eh masih dibikin lebih mudah lagi…seakan-akan para ibu dianggap benar2 tidak cukup cerdas utk mengerti, ahhh…kl gt kapan mereka bisa majunya?
Lihatlah iklan produk utk para ibu. Begitu literal dan ringan,
Jika kami insist dengan cerita/ lay out yang kami buat sedikit butuh “effort utk berpikir” maka ide kami itu akan terbuang percuma saat di meja riset, karena ternyata…mereka memang enggak ngerti…hff. ahh..miris rasanya...bertanya2 kenapa bisa begitu...maka saya mengetik C spasi D, capcay Deeee….
Tiba2 saya menemukan sebuah alasan!
menjadi seorang istri yang mempunyai suami itu memang menyenangkan, yang tadinya semuanya dipikirkan sendiri—saat menjadi seorang single—sekarang dipikir berdua, trus utk hal2 tertentu istri biasanya menyerahkan hal tersebut sepenuhnya pada pasangan. Contohnya saya, walaupun belum menikah, saya benar2 bisa menyerahkan urusan tata letak/lay out ke lelakiku, aku tinggal brief sebentar dan tarraaa…dia memberikan sebuah ide yang cemerlang, akhirnya saya jadi malas “berpikir” hehehe...
“ah sudahlah…kan ada dia” begitu pikir saya.
analogi yang sama terjadi pada saat kita bekerja, bisanya kita bekerja dengan team right? Dari sekian banyak pekerjaan yg ada di kantor, kita Cuma kebagian sebagian dari pekerjaan itu, contohnya, yang akan nyapu dan sama yang akan ngurus keuangan dibuat terpisah.
Hal yang sama juga terjadi di terjadi di rumah, yang akan bertanggung jawab mengurus anak dan yang akan mengurus mobil itu dikerjakan oleh dua orang yang berbeda, mereka menjadi specialists di masing2 bidang pekerjaan mereka.
Artinya...bukan berarti jika yang namanya ibu rumah tangga itu artinya tidak berpikir dengan cara yang sama dengan kita/update, tapi hanya saja…definisi update kita dan mereka pastilah berbeda. Kita update tentang siapa penyanyi yang ada di tangga top 40 billboard, sedangkan mereka update dengan bagaimana cara membuat brownis kukus ketan hitam
agree? :)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comment:
kyaknya dah da yg siap2 jd ibu neeeeh :p
Post a Comment