Friday, June 27, 2008

Hollywood Movie

Dan disanalah kami, berdua, menonton 2 film hollywood diPlanet Hollywood. Hey, terdengar berima ya? ;p


First movie, Incredible Hulk.
Alasan no.1: Edward Norton. Tadinya saya malas menonton film ini, tetapi saya tidak begitu kecewa, karena ternyata Louis Leterrier (sang sutradara), bisa membawakan film ini dengan tidak buruk.

adegan favorit: kamera panning menunjukkan susunan rumah2 kumuh, padat di Brazil…Pakdhe Louis bisa membuat kekurangan Negara itu menjadi begitu indah (saran saya, tontonlah film ini di bioskop, film original, duduk baris depan!TOP). casting juga dilakukan dengan baik, setiap actor terlihat pas memerankan tiap2 character –nya.

Another favorit scene: saat hulk terbang dan beradu di udara dengan Abomination. Trus saat Hulk bilang “Hulk!Smash!” hihihi..soo comical.

Tetapi seperti lazimnya, film ini typically so Hollywood. Mulai dr ceritanya sampe ke eksekusinya. Tengoklah, adegan dimana Bruce Banner (masih sodaraan sama Bruce Wayne?) tercampakkan oleh cintanya dan berjalan sendirian di malam hari, perlulah ditambahkan dengan setting hujan lebat (plissss deh…ini kan ramuan jadul..masak masih ngekor jaman Sinetron Tersanjung thn 98, dimana sang lakon dilusir sama ibu mertua dalam ujan deras sambil menangis). Plus tak lupa adegan “ciumsanaciumsana” yang juga selalu ada disemua film Hollywood.
Sang tokoh Hulk, sayangnya terlihat ‘palsu’, efek kartunnya masih keliatan bgt, seharusnya menurut standar Hollywood, hal seperti itu bisa dicover lah…

Again, Edward Norton is the best! Walaupun bang Edward gak dibikin super kekar seperti perannya di American History X, tapi menurutku dia nendang bgt!
Mungkin begitulah trend saat ini di bukit “kayu suci” sana. Dimana para tokoh2 Hero mulai diperankan oleh manusia2 biasa, supaya terlihat membumi. Contohnya si Hulk yg dulu diperankan oleh si Eric Bana yang cwakep dan kweren itu digantikan dengan Edward Norton, Daniel Craig menggantikan Price Brosnan yang dendy di James Bond (dll).

Hero sekarang didefinisikan sebagai manusia biasa, dengan bentuk& tinggi badan ‘biasa’, dengan tampang rata2, ditunjukkan bisa terluka dan menangis, mungkin supaya terlihat lebih humanis….

Trus kemana dong, para mas2 yang cakep itu? Senangnya mereka sekarang bermain di film drama...yang bikin saya makin tersedu (owh, saya jadi inget film Romulus my father, yang diperankan oleh Eric Bana yang yummy itu..)

Second movie, Sex and The City.
Film yang rencananya akan saya tonton jam 19.oo itu sold out! Bayangkan! Habis! Satu ruangan penuh! Ahhh…ternyata film dewasa juga bisa sold out ya?

Di samping mbak2 penjual karcis, ada tulisan “teater 5 hanya untuk orang dewasa” (padahal di teater 2, tempat saya menonton Hulk, ada adegan yang tidak pantas ditonton oleh anak2, dan mereka membolehkannya).
Film ini saya tonton setelah saya menonton Hulk. Tadi saya menemani dia sekarang dia yang menemani saya, quite fair rite? :)

Saya tidak bisa berkomentar banyak soal film ini, karena memang tidak banyak berbeda dengan serialnya. Kekonsistenan karakter tokoh, cara bercerita narasi, dan tema yang ditawarkan tak banyak berubah.
Tetapi film ini lebih dari cukup untuk mengobati kekangenan saya, akan Carrie—yang masih juga mencari love of her life-nya. (dan saya yakin2 perempuan2 chic lain yang berbondong-bondong datang malam itu ke bisokop)

Dan tentu saja gelaran sandang yang dipamerkan dalam film ini, bikin kami para penonton perempuan mendesis histeris „aih lucu bgt!“ atau „keren bgt!“ ya,you know...hal2 semacam itu. Mulai dr baju penganten yang so damn beautiful, Fabulous shoes, romantic interior. Memang benar kata orang, ada barang ada rupa.
Tak perlulah dipikirkan dr mana seorang penulis bisa membeli barang2 bermerek sebegitu mahalnya, karena memang film ini memang hanya menawarkan romantic comedy (lagi-lagi) khas Hollywood.
tips: kalaupun anda lagi mati gaya gak bisa ngajak sobat perempuan anda, gak papa kok utk ajak teman pria anda karena Joke-joke yang ditawarkan seger kok. Pas. Gak kurang. Gak lebih.

Favorit scene: saat carrie& Mr Big berada di atas kasur sambil membaca berdua!
Dan inilah yang dibacakan Carrie ke Mr.Big

Good morning, on July 7
Though still in bed, my thoughts go out to you, my Immortal Beloved, now and then joyfully, then sadly, waiting to learn whether or not fate will hear us -
I can live only wholly with you or not at all -
Yes, I am resolved to wander so long away from you until I can fly to your arms and say that I am really at home with you, and can send my soul enwrapped in you into the land of spirits -
Yes, unhappily it must be so -
You will be the more contained since you know my fidelity to you. No one else can ever possess my heart - never - never -
Oh God, why must one be parted from one whom one so loves.
And yet my life in V is now a wretched life -
Your love makes me at once the happiest and the unhappiest of men -
At my age I need a steady, quiet life - can that be so in our connection?
My angel, I have just been told that the mailcoach goes every day - therefore I must close at once so that you may receive the letter at once -
Be calm, only by a calm consideration of our existence can we achieve our purpose to live together -
Be calm - love me - today - yesterday - what tearful longings for you - you - you - my life - my all - farewell.
Oh continue to love me - never misjudge the most faithful heart of your beloved.
ever thine
ever mine
ever ours

Tuesday, June 10, 2008

itinerary gak penting

Menempati kantor baru, kayaknya gak ada yg berubah dr diri saya.
selain perubahan rutinitas pastinya. Kantor yang hakekatnya dekat dengan hunian, mesti ditempuh dengan 2-3 kali ganti angkot (padahal kl naik motor Cuma 5menit saja, dan kl naik mobil bisa sampe 1 jam!weleh..).
plus 4 kali menyeberang jalan raya bwesar dalam 1 hari, jika dikali dengan 20 hari maka saya akan 80 kali menyebrang dalam 1 bulan L (baca: 80 kali deg-degan dalam 1 bulan, tiap pagi dan malam)
bukan itu saja, walaupun jam kantor dimulai lebih siang tetapi saya malah jadi lebih mengantuk—mungkin karena keenakan digoyang2 bis plus belaian angin sepoi2 berpolusi. Dan utk menghindari bolak balik menguap saya jadi mesti ngopi setiap hari. Bayangkan, saya yang tadinya anti caffein, karena sifat diuretiknya, tiba2 jadi punya kebiasaan nenteng mug berisi kopi tiap pagi....

Btw, pagi ini saya datang dengan baju yg belum di setrika! Hehehe..(saya bukannya pemalas, tp lg gak sempat aja ;p) Tp saya yakin enggak akan ada orang akan sadar kok, karena biasanya 30menit kemudian, saya akan mengenakan jumper tebal saya...(karena kantor ini seperti iglo! Dwingin sekali!! Saya sampe perlu punya persediaan 1 jumper, 1 sweater, 1 pashima dan 1 shawl plus kaos kaki)

Friday, June 06, 2008

lamunan

Tadi malam pulang jam 12. Dalam keadaan sama sekali lupa bahwa berada di jalanan jam 12 malam di kursi belakang taksi, berkendara dari ujung Jakarta ke ujung yg lain, adalah hal yang patut dikhawatirkan. Sesampainya di kost, rasanya badan yang mulai merenta ini meminta tidur saja. Tetapi saya tetap memaksakan diri membasuh muka, menggosok badan, dan sedikit membersihkan badan yang seharian membantu otakku bekerja. Jakarta masih dingin, hujan sesorean… Terbangun dengan panic, kukira sudah jam 745, ternyata masih jam 645. Ah, mata ini memang sudah mulai bertambah cacat. Melalui hari dengan kerusuhan yang sama, untunglah malam ini bisa pulang cepat. Karena rasanya badan ini sudah mulai minta utk segera direbahkan. Setelah menggoreng tofu, memasak nasi dan memakannya dengan lahap sambil melewatkan tayangan Mamamia. Hehe, another tayangan at-least-not-sinetron”. Iseng2 menyalakan laptop, menyediakan diri di bursa maya, berkunjung ke blog2 favorit. Memasukkannya dalam catatan-buku. Dan menikmati keberagaman ide teman tersayang. Sambil menikmati alunan dari abang John Mayer, Michael Buble dan Jamie Cullum berdendang. Sayang, suara saya sumbang… Lalu lamunan saya melayang… Minggu pagi yang lalu, salah satu adik ipar mama saya meninggal. Jantung. Saya shock. Karena setahu saya, almarhum tidak menunjukkan gejala apapun yang menunjukkan tanda2 sakit tertentu. Setelah shock saya reda, saya baru bisa berpikir tentang anak2 almarhum yang masih kecil (8&13 thn). Siapa yang akan mengurus mereka? Lalu malam ini, setelah 2 malam berlalu. Saya baru bisa ‘melihat’ kembali ke belakang. Allah memang sang Maha Pemberi yang Terbaik. Dulu (alhamdulillah sekarang sudah tidak) bertahun-tahun lamanya om saya menganggur, banyak usaha yang sudah dia lakukan tak kunjung mempan utk bisa membuatnya mandiri. Ketika dimasa itu, saya juga sempat berpikir, ada apa ini? Kenapa begini? Apakah dia memang sebegitu tidak kompetennya? Barulah di masa ini, terungkap—yang menurut penafsiranku—adalah jawabannya. Dulu, si suami dibuat menganggur dengan imbalan bisa bersama sang istri beratus-ratus hari lamanya, siapa yang mengira bahwa sang istri akan diambil secepat ini? Dulu, si suami dibuat menganggur dengan harapan bisa akrab dengan anak2, karena sekarang dia mesti mengurus anak2 itu sendirian. Masyallah, betapa umur itu adalah rahasia besar Sang Khalik…