Eh, aku mow cerita ni gimana rasanya puasa dengan pasangan...
hihihihi..aku yakin pasti diluar sana banyak yang iri sambil pasang muka pengen yaaa??? :->
Ok. Inilah legenda itu…
Alkisah, setiap hari si istri bangun jam 3pagi utk memasak. lalu jam 3.30- 4.00 makan bareng suamisayang (alhamdulillah suamisayang selalu bilang ‘enak’ ke hasil olahan si sistri yang sambil meremmelek saat memasak) sambil dengerin pak Quraish Syihab di MetroTV (ndengerin karena si TV samsul, gambarnya enggak jelas kl mo liat metro )
Trus habis itu si istrisayang bakal keleleran liat tv sambil pencet2 remote—sambil pasang muka kekenyangan, sementara si suamisayang ngrokok di balkon. Habis itu kami sholat jama’ah shubuh. Trus bobok lagi sampe jam 8, bangun, mandi dan dianterin berangkat ke kantor.
Sementara ituuuu…di kantor, saat ketegangan sudah mereda, si istri akan browsing2 resep—yang mudah tentunya!!! Lalu membuat list “apa yg harus dibeli” dan semacam kalender menu-hari-ini.
Lalu ketika sore menjelang, suamisayang akan datang menjemput si istri. Lalu mereka akan pulang ke rusun. Berbuka bersama yang dilanjutkan dengan sholat Magrib berjama’ah.
Setelah itu, si istri akan mempraktekan resep yang dicarinya tadi siang. Lalu, suamisayang akan memuji senang…..
Tak lama berselang, mereka akan makan malam lalu sholat isya’& teraweh bersama. Lalu (this is the best part) nonton DVD sambil ngantuk2….
Ps: terkadang cerita ini tak semulus ini, dikarenakan si istri pulang malam dr kantor atau si suami pulang pagi dari studio.
Oia , banyak yang banyak teman yg bertanya bagaimana rasanya menikah?
Hehehe..saya selalu dan selalu bingung jika diajukan pertanyaan itu. Salah satunya karena pertanyaan itu terkadang mempunyai dualitas arti, bagaimana “rasa”nya? Dan bagaimana rasa (pshycology-thingy)-nya?
Nah, rasanya saya lebih bisa mendiskripsikan secara pshycology ya hehehe.....
Tema besar dalam minggu2 ini adalah ADAPTASI.
Alhamdulillah, kami enggak bermasalah mengenai kebiasaan sehari2 (inilah salah satu keuntunganya pacaran lama—eventough im not suggesting at all).
But, overall…menikah itu menyenangkan. Karena segala apa yg kamu lakukan saat bersama pasanganmu, insyAllah itu dihitung sebagai ibadah. Coba bayangkan, pegangan aja bisa dapet pahala..apalagi kl yg laen? hehe :D
Kenapa aku menyarankan, jika ada kesempatan &kecocokan sebaiknya langsung menikah saja? Karena pacaran dan menikah itu completely different.
Bedanya apa?
Beda, karena beda tujuan maka beda pula cara mencapainya.
Jadi gimana? Udah tertarik utk segera menunaikan ibadah-nya? :P
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comment:
2010,aku akan melaksanakan ibadah itu. 2bulan hunting,1th pcaran.that is enaugh?hahahaha
Post a Comment