Thursday, January 29, 2009

FB

Facebook. Web yang satu ini memang megang banget ya booook?
Apalagi buat kita-kita.
Memang target pengguna fesbuk, relative lebih mature—kalo enggak mau dibilang kewud (:tua), dan biasanya hidup di kota besar.
Compare to Friendster, si pendahulunya, yang sempat happening 2-3 thn yang lalu, sekarang pengguna FS malah relative di dominasi oleh para teenager.

Secara aplikasi, FB memang lebih rumit dan kompleks, mungkin itu sebabnya para pengguna-nya kebanyakan orang2 yang tua dan relative lebih banyak punya temen yang mau “dicari” atau dihubungkan. Hasilnya, web ini lebih asyik buat dikulik-kulik karena membuat para pengguna bisa memaksimalkan fitur di accout-nya.

Selain fenomena kecanduan, FB juga makin memanjakan kebiasaan meng-exposure diri sendiri di kalangan penggunanya.
Saya kok melihat, orang makin extrovert ttg kehidupan privacy-nya. Sesuatu yang belum bisa kita lakukan di jaman FS. Paling banter kita gontaganti status di YM, tp lingkup network YM juga tidak seberapa besar. Setelah itu, kita gantian mengekspos diri di blog, tp itu juga enggak semua orang punya blog.
Coba bandingkan dengan FB, dimana kita bisa sekedar mengganti status, nulis dikit-dikit di notes-nya, ngasih comment dan semua lingkup temanmu akan langsung ter-update dengan perubahan di account Anda, apalagi kl anda terhubungkan dengan semacam twitter—dimana jika anda mengganti status di Twitter maka otomatis status anda di FB pun ikut berubah. Bahkan sekedar main sama pet virtual anda-pun, teman anda akan langsung notified. mirip mading ya? hehehe..

Lingkungan virtual kita, makin memanjakan fenomena “about me”. Apa yang kita tulis adalah gambaran bagaimana kita ingin supaya orang tahu kita sedang apa? Siapa kita? Bagaimana kita? Kabar kita? Jadi jangan kaget, kl misalnya kita lihat seorang teman mengabarkan bahwa dia sedang mencari kacamatanya yang hilang, sesuatu yang dulu kita anggap hal yang sepele, skrng jadi terlihat hal yang luar biasa.

Btw, saya juga termasuk orang yang termanjakan dan menggunakan fasilitas itu kok :p

Tuesday, January 13, 2009

Ada-ada saja

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, sejak hamil saya sering baca2 tentang kehamilan. Tetapi tetep aja, ada beberapa hal yang enggak termaktub didalam buku pintar kehamilan saya.

Misalnya, kenapa saya enggak doyan minum air putih selama di kantor, tp bisa minum air putih banyak saat dirumah? Dan itu bikin saya beseran selalu.
Kenapa saya sering banget eneg kl liat makanan? Kenapa susah banget untuk menimbulkan nafsu makan? sedangkan saya enggak muntah.
Trus kenapa saya jadi malas bangeet masak, dan waktu dibela2in masak, saya malah enggak doyan blas, sama makanan yg saya buat sendiri…

Dan semua itu enggak ada di buku ?!

Jadi, waktu di suatu siang, saya bisa chatting sama teman yang usia kehamilannya Cuma berselang 1 minggu dari saya, saya ngerasa legaa bgt! Karena im not alone!

Kami sama2 enggak bisa makan banyak. Kl saya, enggak doyan masak, sedangkan dia doyan banget masak. Tp kami berdua sama2 enggak doyan masakan sendiri. Dia enggak doyan air putih kl dirumah, sedangkan saya kl di kantor gak doyan, sedangkan kl di rumah bisa minum banyak…
Trus, dia suka susu tp selalu mual kl minum obat, sedangkan saya benar2 sebaliknya. Tuuhh kan, banyak hal2 aneh yang ‘it really happens’ tp enggak ada di manuskrip manapun.


Hffww..leganyaaa…ternyata saya enggak sendirian menjalani keanehan ini.

Oya, kl saya lagi melamun sebentar, entah kenapa tiba2 saya pengen makan makanan tertentu. Kayak tadi malam, tiba-tiba saya nglilir (bahasa jawa: terbangun dgn tiba2) dan bilang ke suami saya “mas, kayaknya enak ni makan pisang goreng bikinan ibu”.
Trus siang ini, sedetik saja pikiran saya kosong, saya langsung bergumam “sore2 gini, enaknya makan gule nii..”


Hff…
Ada-ada saja

Friday, January 02, 2009

Hamil

Tadinya saya pikir….nanti sajalah ketika ilmu saya sudah siap, saya baru hamil.
Tp ternyata rejeki ini datang lebih cepat dari yg saya duga. Jadilah saya belajar dengan terbata-bata…tp ternyata ini lebih menyenangkan dari yg saya duga.

Alhamdulillah tidak ada masalah yg berarti dalam trisemester pertama ini. tidak muntah, hanya mual yang berlebihan kala kekenyangan maupun kelaparan. Alhasil saya yang tadinya like to crawl for food sekarang jadi males kl liat makanan. Termasuk malas memasak. Untung suamisayang gesit dalam hal ini, alhasil dia selalu memasakkan saya makanan, menyiapkan sarapan untuk saya, bahkan membuatkan saya air asam yang segar dikala mual menyerang atau segelas wedang jahe hangat dikala badan terasa dingin terasa. Kata teman, dalam minggu2 pertama memang badan jadi terasa lebih dingin, karena “gak enak badan”.

Ada cerita lucu, waktu pertama kali curiga saya hamil. Kami ke dokter seminggu setelahnya. Saya enggak punya referensi sebelumnya. Mau Tanya teman kok malu karena ntar kl ternyata enggak hamil, kan tengsin. Sedangkan kami berdua sama2 gak mengenal Jakarta. Akhirnya saya browsing dan viola…saya menemukan RS khusus ibu&anak yang sering kami lewati kl mau ke gambir. Yang serunya, karena saya enggak mengenal salah satu dokterpun, jadi saya pasrah aja dengan siapapun yg mereka rekomendasikan. Ternyata dokter ini antreannya pwaaanjaaang bgt! Saya datang jam 7 dan baru masuk ruangan jam 930! Dan saat didalam ruangan, kami berdua bagai kerbau di cunguk hidungnya, terlalu overwhelmed sampai2 enggak ngeh dah diapain aja dan gak Tanya apapun, pokoknya tiba2 dah diluar ruangan aja…
Itu belom dengan shock nya kami dengan total harga dokter, obat dan sulitnya kami mendapatkan vitamin yang di rekomedasikan. Dibutuhkan 4 apotek dan 2hari untuk memdapatkan seluruh obat dalam resepnya!! Waks!!..

Sekarang kl lagi senggang, saya suka menengok2 website parenting. Membaca informasi mengenai kehamilan dan update pertumbuhan janin week by week (subhanallah, bagaimana bayi menumbuh dalam rahim ini).

Sedihnya, saya merasakan mual. Seringnya saat perut ini terasa penuh. Jadi walaupun dalam beberapa hari ada perayaan2 makan2 enak gratis, saya cuman bisa pasang muka masam, karena saya hanya bisa makan 1 porsi kecil aja huhuhu..sedih deh..pernah ni, aku maksa makan banyak karena agak terprovokasi sama teman2 gerombolan si berat. Alhasil, saya mual-mual sepanjang meeting di sore harinya huhuhuhu…

Okelah, kl makan toh masih 3 kali sehari, jadi saya masih bisa curi2 snacking di sela2 waktu tersebut tp sayangnya mual ini masih berlangsung, bahkan saat saya minum susu khusus hamil! Menurut dosisnya, sebaiknya susu ini diminum 2kali sehari. sayang, saya bahkan sudah mual sebelum meminumnya! Mungkin otak ini sedikit terprovokasi membayangkan after effect-nya (kekenyangan setelah minum segelas susu).
Alhasil, berat badan saya belum juga berubah dari sebelum hamil, dengan sedikit perubahan pada bagian perut yg sedikit membuncit.


Saat ini saya lagi mengalami heartburn, ini adalah semacam sakit di ulu hati karena tertekannya lambung akibat kehamilan. Pagi tadi, saya bingung bukan kepalang dengan apa yg terjadi di ulu hati saya, plus sedikit mual. Hfff...rasanya nggak enak blas. Syukur, berkat kemudahan internet, membuat saya jadi tahu mengenai sakit ini yang ternyata ada di buku pintar kehamilan saya. Di buku itu disebutnya heartburn—jadi saya enggak ‘ngeh’ kl ternyata ini adalah nyeri yg sama.

Hehehe...ternyata hamil itu yg berubah enggak hanya fisik yang kasat mata dan pertumbuhan si janin saja, tetapi juga perubahan pada si ibu—yg enggak keliatan. Terutama ibu baru macam saya, yang panikan dan kagetan sama perubahan badannya sendiri :p