Friday, February 27, 2009

pelempelem


Gara-gara, Golden globe dan Academy award, saya dan suami jadi marathon DVD setelah makan malam kami.
Dari beberapa nominasi yang sering disebut2 di kedua penilaian tersebut, kami kira hanya Trophic Thunder-lah yang paling mengecewakan, sisanya cukup mengenyangkan nafsu imaji kami.

The Curious Case of Benjamin Button adalah salah satu film yang paling sering disebut, duet antara Brad Pitt dan Cate Blanchet ini bersaing ketat dengan pasangan Bollywood di Slumdog Millionaire.
Saya akui, The Curious Case of Benjamin button itu film yang saya banget! Pemainnnya cakep, aktingnya keren, bisa bikin saya nangis Bombay dan mengharu-biru, plus cinta2an yang dieksekusi dengan ciamik. Tapi memang mengeksekusi film jadi 3jam yg berasal dr selembar cerpen agak lebay sii..emosi yang dibangun kelamaan, akibatnya kami berdua bosan banget, ketiduran dan mesti nonton 2kali hehehe…
Untuk Slumdog Millionaire, ceritanya memang beda. secara pribadi, saya enggak terlalu suka, bagian kekerasan dan eksploitasi anak2nya, walau mungkin itulah reality yang sebenarnya terjadi. Cara si Danny Boyle, mengeksekusi cerita adaptasi ini dengan lapisan2 waktu membuatnya enggak terasa seperti Bollywood yet Hollywood, tp sayangnya ¼ akhir film-nya dieksekusi dengan Holly-Bollywood banget! Si cewek ngejar si cowok trus mereka bertemu di stasiun, ciuman, terus nyanyi& goyang2 di gerbong kereta. yaks..
Ada juga The Reader, waktu nonton film ini, saya blum tahu kl Mbak Kate dinominasikan untuk pemeran pembantu terbaik, and yes, she speak Germany with high class style. Dia total bgt memang actingnya, pertama kali melihat dia naked on Titanic, lalu di Little Children dan disini, saya seakan dibawa melihat perubahan bentuk badannya dr jaman dia masih muda sampe dengan sekarang hehehe… overall, it was a very good movie indeed.
Vicky Christina Barcelona. Dari ketiga pemain utamanya, menurut saya, ketiga bermain seimbang, tidak ada yg terlalu menonjol. Overall ceritanya menarik, tp sayang sungguh seribu saying, dieksekusi pak Woody Allen dengan cara Hollywood. Jadi gregetnya kurang, jalan ceritanya terlalu mudah ditebak.

Selanjutnya ada The Wrestler dan Frost/Nixon…lagi menunggu kiriman dr penjual dvd bajakan :P

1 comment:

Anonymous said...

slumdog memang pantas menang dari sekian banyak film lainnya baik di GG maupun di AA. justru menurut gw bagian terakhir dari slumdog yang membuat film ini menjadi kuat aksentuasi boliwut nya. dari awal film danny boyle memang tidak menggunakan budaya sinematografi india dgn musik dan tarian disana sini....tapi hanya di bagian akhir, justru malah bagus. IMHO