kita cuman manusia, aku tahu itu. diciptakan dengan full of senses aku tahu itu.
aku mengenal definisinya, tapi pelajaran yang diajarkan padaku adalah bahwa walau benci itu ada, tapi kita tidak boleh memelihara perasaan itu.
tapi bagaimana jika perasaan itu ada di dalam diriku? aku tak pernah menyadarinya, sampai dia muncul dan aku tak pernah mengindahkannya, tak pernah kubalas kabar yang dia kirimkan. tak pernah ingin kuingat bahwa aku pernah bersamanya...
atau karena itu? karena aku pernah bersamanya?
aneh, sangat aneh.....bgaimana mungkin? sedangkan untuk yang lain, aku tak pernah merasakan ini...
huff, aku mencoba untuk berkompromi pada diriku, kubalas pesannya, kutanyakan kabarnya.
tapi dia tak puas, dia memintaku berteman bersahabat dengannya!
aku tak bisa
maaf...hard to believe tapi aku tak bisa
aku yang seingat bahwa seumur hidupku, benci bukan bagian dr diriku.
kecuali dia---dan ada satu lagi memang, tapi karena dia telah membuat masa kecilku menangis dengan penuh tanda tanya..
aku benci untuk mengingatnya
kenapa?
dan kenapa?
atau bahwa Dia mengajarkan bahwa, kebahagiaan hanya datang dari hati, no matter what to happen with your physic, your feeling, your past...cuman aku yang bisa membuatnya lebih baik.
akankah aku berkompromi?
dan memendamnya? semoga tidak meledak, itu saja doaku.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comment:
kowe ki gek sengit karo sopo to cah ayu...?
Post a Comment