akhirnya, shooting juga
Yipeyy…bagiku shooting itu akhirnya tinggal setengah jalan, ibarat orang kawin ini tu tinggal akad nikahnya.
Pagi ini semua berjalan lancar.
First do in the morning,jam 530 pagi. kami kumpul, go to the venue. Sampe
Model dikumpulkan, kami cek wardrobe, dibawah matahari. Cocok. Cek rambut, potong rambut (!) cocok. Latihan jalan. Cocok.
Baru deh.
Shot!
Take pertama, adalah bagian dimana cewek2 mesti jalan dengan admiration dr para cowok (about this matter, we will talk it later ya guys…)
Proses shooting itu tidak dilakukan berdasarkan urutan storyboard (cerita yang sudah dibuat dalam gambar2 berkotak, seperti komik) tetapi urutan pengambilannya dibuat berdasarkan availability matahari. Jadi mana scene yang membutuhkan sinar matahri kayak gini, itu yg diduluin, misalnya: adegan bangun pagi, jalan2, berangkat kantor, dll.
Dalam proses shooting seperti ini keberadaanku jadi penting gak penting. Mostly yang kerja adalah creative, AE sepertiku hanya bertugas supervise aja hehehe…sambil ongkang2 ngabisin jatah breakfast dan snack hihihi…
Mulai dari bersama cerative team membuat konsep yang cocok dengan brief, bolak balik revisi, menyatukan pendapat kedua belah pihak (agency dan client), mencari talent (yang cantik yet have a good attitude—hmm…hal yang sangat berlawanan ya :p), dan saat konsep di approve maka saya bertugas untuk mencari production house dan sutradara yang cocok untuk mengeksekusinya yang disesuaikan dengan budget client. Mempresentasikannya ke client. Meyakinkannya bahwa pilihan kami bagus dan membuatnya mau menandatanganinya (ini hal yg sensitive krn mengandung duit ratusan juta sekalligus mempertanggung jawabkannya). Setelah quotation di approve, maka beberapa tugas kemudian menjadi tanggung jawab PH, tetapi pekerjaan saya belumlah usai, karena saya masihlah membuat kontrak, membuat jadwal post production, dll –yang semua itu tentunya dibantu oleh seorang producer.
Salah satu hal yg paling nyebelin dr shooting adalah: Boring banget!
set saat 2 cewek tidur berdampingan dan saling menggunakan nivea.
ini set yang paling boring nunggunya...
Biasanya, utk membunuh waktu, di set lokasi tersedia lots of magazine and thousands of food (kami menyebutnya sebagai jebakan shooting) dan yang paling seru adalah….ada tukang pijat! Biasanya tukang pijat ini di sewa seharian selama shooting berlangsung. Saya yang pegal2 lngsung tergiur tawarannya..tapi hebatnya dia beraliran pijat refleksi. Aku jadi takut sendiri ngeliat kelihaiannya memencet kaki..saya sampai kesakitan
dibuatnya. Beberapa bagian di jarinya mengapal, tanda sering digunakan. Dan rasanya? Dasyat man!!!
Saya yang sudah minta ampun2..akhirnya dilepaskan dengan kata penutup “ini ada sesuatu yg terjadi di usus besarnya, saya enggak bisa maksimal karena km sudah kesakitan” dan dalam hati saya jawab..”ya, saya sudah ketakutan” sambil pasang muka ketakutan sambil bersyukur, karena akhirnya dilepaskan..
Malam ini shooting selesai jam 1 pagi…
Silahkan lihat di beberapa TV nasional dalam beberapa bulan kedepan dan share your comment in here ya guys! :D
No comments:
Post a Comment