Tuesday, May 06, 2008

Kondangan

“Kalo kami yang dapat undangan mereka pengen ikut dan itu artinya kami mesti jemput mereka dl…ahh repot. Tapi kalo mereka yg dapat undangan, mereka juga memaksa kami untuk menemani mereka..ahh, curang!”keluh seorang teman pria saya saat suatu hari saya sedang berbincang dengannya.

Seringkali mereka memang tak habis pikir dengan kesukaan pacar mereka(para perempuan) yang gemar sekali pergi ke kondangan.

Saya hanya senyum2 sendiri, mendengar curhat mereka. Memang kebanyakan pria yg saya kenal, tak nyaman untuk pergi ke kondangan. malas! Begitu kata mereka. Entah karena malas di jalannya, malas berbaju rapi atau malas berbasa-basi dengan para tamu yg lain karena takut bakal ditanyain “kapan kawin?” seperti salah satu adegan di iklan rokok di televisi hehehe...

Ketika aku mengajak lelakiku utk kuajak ke kondangan , maka kalimat pertama yg sering sekali diucapkannya adalah “emang aku mesti ikut ya?”

Yah, pergi ke kondangan bagi sebagian besar lelaki adalah penyikasaan.

Sedangkan bagi kami para perempuan, kami jelas sangat suka pergi ke undangan perkawinan, karena disana adalah salah satu ajang utk “tampil” memamerkan kebaya cantik, kain batik baru, selop indah, sampai ke perhiasan mewah kami yg tampak mengkilap dan jangan lupa pamer gandengan baru!! :D

Bagi anda para kaum perempuan, tenang saja…nggak usah diambil pusing, kalaupun dia enggak mau nemenin ajaklah teman perempuan anda utk bersenang-senang bersama karena jika saatnya tiba, jika tiba2 pria anda berkata “sayang temani ke pernikahan sepupuku, ya? Sebentar saja kok.” Maka menurut artikel di majalah perempuan dewasa yang saya baru baca, itu artinya adalah “I love you”.

Jadi saat ini indikasi lain untuk menentukan apakah dia suka atau sekadar main2 dengan anda, adalah jika dia sudah pernah mengajak anda pergi ke kondangan, karena itu artinya dia rela jauh2 pergi menjemput anda, rela memakai baju hem motif batik yang sumuk, dan yg paling penting rela utk mengenalkan anda ke teman2/keluarganya…hehehe..cuit cuit!

1 comment:

za said...

Wah begitu ya teori-nya, Siska. Memang laki-laki dan perempuan, berbeda! Nah, sekarang aku jadi lebih tahu :-)