
Batman, ini adalah salah satu filem heroic yang sudah saya tonton sejak kecil. Betapa saya merindukan Alfred & gua gelap hitam undergroundnya…
Overall film ini menurut saya OK kok, bener deh…acting nya OK, castingnya juga pas.
Let see ya..
Jika dibandingkan dengan film heroic lain, saya kok merasa Batman ini reachable ya? (beda sama membumi lhoh ya) seperti yang sudah pernah saya bilang sebelumnya, para hero saat ini relative lebih ‘manusiawi’ dia bisa luka, berdarah, patah cinta, dll.
Tetapi batman ini beda, aku merasa dia ‘terjangkau’. Maksudku jika anda sangat kaya dan pintar plus MAU utk menjadi hero, maka saya kok yakin setiap orang bisa jadi batman.
Dia bukanlah hulk yang kekuatannya mustahil karena mesti kena radiasi gamma (atau alpha?) atau superman, yang mesti punya orang tua alien.
Batman, is just simply ordinary man dengan kekayaan tak terbatas. Yang dengannya kamu bisa menyuruh orang utk membikinkan kostum canggih, membeli mobil paling keren (bahkan orang Indonesia aja ada yg punya Lamborghini!), dan memiliki yatch, helicopter&pesawat utk menangkap Lau—si Penjahat … you know, kemampuan yang bisa kamu miliki dengan uang. Mungkin semacam perpaduan antara Bill Gates—sang konglomerat dan Arnold—sang gubernur si hero wannabe hehehe…
Film ini pastilah sangat menghibur utk para lelaki (sampai2 pengunjung yg duduk disebelah saya, bisa berteriak2 norak huuu...) karena di film ini Bruce Wayne digambarkan memiliki hal yang sangat diidam-idamkan (oleh para pria?): kekuasaan, kekuatan, uang & perempuan sekaligus..
Sementara Joker, terlihat sangat menonjol di film ini. Kesan horror yg ingin ditonjolkan mendiang Heath Ledger dapet bgt (jangan2 karena dia udah meninggal ya?).
Dari dulu aku selalu suka actingnya Heath Ledger, sejak kemunculannya sebgai bad boy di 10 Things I Hate About You (awwwwhh!)lalu dilanjutkan dengan Knight’ Tale, The Patriot dan Brockback Mountain…dia selalu mencuri perhatianku. Dan di di film terakhirnya ini ckckck… Bravo!
Selain Heath, yang juga pernah bermain dalam film ecek2 adalah Aaron Eckhart (as Harvey Dent), sebelumnya aku pernah menontonnya sebagai koki yang cakep dan melankolis di No Reservations, dan sayangnya ketika menonton The Dark Knight ini, bayangan melankoli-nya masih terlalu lekat di kepalaku hehehe..
Sedangkan utk Cristian Bale, hmmm…dia lebih menonjol sebagai Batman dibandingkan sebagai Bruce Wayne. Kl actingnya aku masih lebih suka waktu dia di The Prestige dan 3:10 To Yuma.
Secara cerita, Christpher Nolan—sang Sutradara bisa menyajikan dengan baik, dramanya gak cengeng (adegan ciumannya Cuma 2 kali!-jadi relative aman) dan gak terlalu Hollywood, walau beberapa adegan sayang gak dieksekusi dengan cara yg beda, misal: adegan saat motor batman terbalik sesaat setelah menjerat Joker, mirip bgt sama salah satu adegan di Starwars.
Btw, Alfred-nya sekarang udah ganti hiks…(aku kangen sama alferd yg lama—aku lupa suapa namanya)
ngliat dr para actor yg main di felem ini, aku kok nangkep moral of the story yg bisa kita ambil dari film ini: dakilah karirmu secara perlahan-lahan, tetapi selalu tunjukkan yg terbaik dr setiap sikap.
No comments:
Post a Comment