Saturday, February 16, 2008

impresi

Seorang adik tingkat menelponku di siang mendung sabtu ini. Saya memang sedang me-recharge tenaga setelah kembali turun gunung ke jagat lembur berhari-hari ini..

Dia mulai bercerita sedang mencari tempat utk magang (/KKL), dan dia menyatakan keinginannya yang teramat utk bisa magang di TBWA—tempat saya bekerja.

Saya lalu bertanya: Kenapa TBWA?

Dia menjawab: “sebenarnya kmrn ada lowongan di B*****G (sebuah agency local—red) tapi setelah aku lihat, hasil2 ad-nya enggak jauh beda sama agency tempat aku kerja kayaknya kok bikin iklan Cuma berdasarkan maunya client aja (sebelumnya dia bekerja di sebuah Agency local di Jogja) sedangkan kl aku lihat TBWA itu iklan2nya keren2, nahh..aku pengen belajar gimana caranya jadi AE (kayak kamu) yang pintar meyakinkan client utk bikin iklan yang disruptive!,” katanya mantap, sambil memberikan contoh brand besar—yang memang menjadi salah satu client regional kami.

Aku tertawa.

Ini adalah sebuah ironi. Tentang bagaimana seorang mahasiswa begitu terkesan tentang sebuah agency multinational yang menurut pandangannya sangat keren tadi. Dan betul kata seorang ibu mantan calon nasabah saya dulu bahwa “semuanya itu sawang sinawang”—nothing like what it seems.

Dia kemudian menambahkan, bahwa dia sangat terpesona dengan TBWA “aku bahkan suka sama logonya, yang keren itu”

Saya kembali tertawa.

Betapa dunia kami sangat meng-impresi orang luar, itu sudah lama saya tau. Tetapi sebuah pujian dialamatkan langsung ke saya, itu yang saya belum pernah dapat.

Tentang keinginannya utk magang, itu siii saya persilahkan utk nya utk mencoba, karena toh bukan saya decision makernya. Tapi saya berkeputusan utk memberitahukan dia hal yang lain. Hal yang mungkin tidak diketahuinya selama ini, Bahwa kami sebagai AE tidaklah sehebat yang dia kira, dan kami sebagai perusahaan belumlah se-disruptive yang dia kira.

Saya jelaskan bahwa tidak semua client bisa diajak dan dibuat disruptive, dan enggak semuanya juga bisa diajak maju dengan IMC (integrated marketing campaign). Bahwa iklan yang dia liat itu, sayangnya bukanlah bikinan TBWA-Indonesia. Walaupun dia client regional kami, tapi dia juga berhak utk mengajak pihak lain untuk bekerja sama tanpa sepetahuna kami, dan kemudian saya jelaskan iklan2 apa saja yang di handle oleh kami. Tapi dia tetap insist. Saya jelaskan dengan maaf, bahwa sekarang ini agency kami belumlah sehebat agency sebelah dalam program magangnya. Dia tetap kembali insist.

Takut saya membuatnya patah semangat. Saya memberitahukan bahwa ada lowongan AE utk sebuah brand Bir, dan dia kembali bersinar-sinar.

Saya mencoba utk membuatnya mau magang di tempat yang lebih baik, utk konteks belajar dan sebagai gantinya, menjadikan TBWA sebagai tujuan cita2 tempat bekerjanya. Dan syukurnya Dia sepakat.

Dan saya hanya bisa tersenyum sambil merasakan semangatnya yang juga mengalir ke saya.

Saya rindu idealisme itu, saya kangen cita2 saya!

No comments: