38% perempuan punya 10-20 Sepatu.
Tidak asing ya dengan kenyataan ini, sebuah polling yang diadakan sebuah majalah perempuan ini makin menguatkan persepsi saya, bahwa sepasang tidak akan pernah cukup. Titik.
Tidak heran Imelda Marcos sampai bisa membuat museum karena kebiasaannya, mantan bos saya sampai perlu memborong 5 sepatu saat berlibur ke Singapore--tanpa secuil belanjaan bajupun, Teman sebelah kamar di kost, bahkan punya lebih dari 30 pasang sepatu yang bertumpuk di depan kamarnya. Dari mana saya tahu? iseng2, saat sedang menggoreng telor di dapur sambil menunggu telor matang, saya hitung alas kakinya itu—yang sampai sekarang masih membuat saya terkaget2, krn jumlahnya! Lhaa..itu br yg berserakan didepan, trus yg disimpen di kamarnya ada berapa?
Apa iya jumlah sebanyak itu akan dipakai? Tentu tidak! Yang dipakai sehari2 pastilah hanya sekitar 5 pasang. Utk dipakai bergiliran dr Senin-Jumat, adil kan?
Lalu, sisanya dipake kapan? Dan buat apa?
Menurutku, perempuan adalah mahluk yang mempunyai lingkar rasa aman pendek, sehingga dia memerlukan hal2 lain utk membuatnya merasa “aman”. Perlu suami yang kaya, utk membuatnya “aman” (hehehe..ini pengen aman ato memang matre? hhihihihi) , perlu membawa beraneka ragam barang di dalam tasnya utk membuat kami nyaman dan aman jika sewaktu2 terjadi ‘kecelakaan’ dan salah satunya juga, kami merasa perlu menyediakan banyak sepatu utk membuat kami merasa ‘aman’. Aman jika sewaktu2 ada panggiilan interview, maka sepatu keds yang bisanya dipakai bisa lngsng diganti dengan pump shoes, aman jika sewaktu2 pacar/gebetan mengajak dinner maka sneaker yang jadi andalan bisa diganti dengan stiletto. Atau jika ballerina shoes yang dipakai setiap hari terasa membosankan maka bisa segera diganti dengan wedges yang serasi dengan padanan baju hari itu.
See…jadi jelaslah mengapa kami memerlukan sepatu sebanyak itu.
Dan jika kalian para lelaki tidak bisa mengerti kenapa kami para perempuan suka sekali menyiksa diri dengan memakai high heels, padahal jelas2 itu tidak nyaman. Maka sekali lagi, alasannya adalah agar ‘aman’, ya aman dari tampilan jelek! Hehehehe…
Lalu apakah aku termasuk dari 38% perempuan itu? Sayangnya, aku termasuk dalam 50% perempuan yang memiliki 5-10 pasang sepatu, dengan model flat utk kesemua modelnya. Dan aku tidak memerlukan rasa ‘aman’ tersebut, at least sampai hari ini yaaa.
Karena syukurnya, flat shoes ku bisa kupakai ke kantor, cocok utk kupakai utk interview, nyaman utk bermotor ria saat pacaran dan aku selalu berpikir bahwa warna pink bisa dipakai dengan warna baju apapun hehehe ;p
Jika anda bosan melihat saya dengan model seperti itu, maka satu2nya tempat dimana anda bisa melihatku dengan model sepatu yang lain, adalah di kondangan. Dan carilah saya di pojokan daerah dgn tempat duduk, niscaya saya sedang mojok memegang piring dengan sepatu terlepas dr kakinya. Karena High Heels it’s not made for me :D
No comments:
Post a Comment