Friday, July 25, 2008

The bride wannabe- story..

Kurang beberapa hari lagi sebelum aku benar2 memasuki tahapan itu.

sementara itu, aku harus berdamai dengan senewen-nya membuat rundown-menyamakan pandapat kedua keluarga, pusingnya dengan daftar undangan, mencari warna kuteks yg tepat, memilih warna tenda yang pas, and bla blabla….

Tapi, itu semua hanya dipermukaan saja kan? Permulaan yang akan cepat dilupakan orang segera.

Karena di saat yang sama, aku masih stuck dengan pertanyaan yg sama:

Dan aku yakin kita semua pasti pernah bermula dari pertanyaan besar ini..



What is marriage all about?

Did I make a right choice?

Do I choose the right guy?

…..




Aku membutuhkan waktu bertahun2 utk bisa berkata, "yes this is the right time to have a marriage"..and most importantly..to have commitment..

But then again, what the heck is the marriage it self?

Sudahkah aku siap?

Apakah kami siap utk memasuki nya? Financially, mentally, spiritually…


Minggu ini, saya ditemani oleh sebuah buku “Tuesday with Morrie” (mitch albom). Tak berapa lama kemudian, pikiran saya tertumbuk pada halaman 10, selasa kesepuluh, tentang perkawinan..

Menarik pendapat Pak Mitch ttg hal ini, dan ini summary dr apa yg saya tangkap:

It is important to have love-relationship with somebody, terutama di budaya kita saat ini. Tetapi terlebih dahulu, kita harus mengenali diri kita sendiri, karena dengan begitu kita jadi mengenal siapa yang kita nikahi?


Yes, understanding are REALLY important, karena di perkawinan itu kita akan diuji. Kita mencari tahu siapa kita. Siapa pasangan kita. Mana yg harus disuaikan, mana yang tidak?

Dan ujian itu akan semakin berat, karena tidak ada aturan khusus yang mengatur bagaimana caranya utk mempertahankan perkawinan.


Yang jelas, kita akan mendapatkan banyak masalah, jika kita TIDAK: berkompromi, bicara terbuka, menghormati, dan yang juga penting adalah memiliki seperangkat nilai yg kita sepakati dalam hidup, artinya nilai yg kita anut haruslah sama.

Lalu, kita juga mesti menyadari tentang pentingnya perkawinan kita.

Karena dengan menyadari itu maka kita akan melakukan effort, dialog, penghayatan, evaluasi atau apapun lah utk mempertahankannya,

Perkawinan adalah babak sangat penting yg kita lalui, dan kita akan banyak kehilangan kalau kita tidak mencobanya.

Sesuatu yg sepertinya di generasiku saat ini, mempunyai masalah dengannya-masalah dengan komitmen, seakan-akan kami seperti sedang menyabung nyawa dengannya :p


The keyword: Saling mencintai atau punah.


Oh ya, jika anda ada kesulitan dengan bagaimana cara menjawab “did he the right one?” ada sebuah tips dari Quraish Shihab: tanyalah hati, jika dia menjawab iya, walaupun akal setengah berkata tidak, maka ikutilah. insyAllah, setengah lagi nanti akan ada jawaban utk melengkapi akal.


Btw, ada sebuah teori menarik yg saya ambil dari film “why did I get married?”

Teori itu dinamakan 80/20, dimana individu yang sudah memiliki pasangan hanya membutuhkan sekitar 80% dari pasangannya tersebut, tetapi ketika ada individu yang lain yang mencoba menawarkan another 20%, dan dia berpikir bahwa 20% ini akan membuatnya lengkap, dia akan berusaha utk mengambil 20-nya tersebut. Dan saat itu terjadi, dia kehilangan 80-nya…


Hehehe..menarik ya?

Well, that’s enough for today’s lesson.

CPW mesti tidur, supaya mata tak berkantung, karena dia mesti terlihat cantik dan sehat dalam 2 minggu lagi..dan satu lagi: mesti lebih kurus!! alamak!!...

3 comments:

za said...

Mitch Albom, penulis buku "Five People You Meet In Heaven" kan ya? Sukses deh ya, Siska, untuk acaranya :-)

Salam

nca said...

iya za bener....
makasih ya :)
btw, alamat blogmu dimana ya?

za said...

Di wordpress ada, zakiakhmad.wordpress.com Dah lama gak nulis yang bagus, jadi kepengen nulis yang bagus lagi.