Di usia hidup seperempat hidup seperti saya, sangatlah sering kita mendengar kata2 atau pertanyaan “KAPAN KAWIN?” “KAPAN NYUSUL?”
Dugh! Emang mereka enggak pernah diajarin waktu di sekolah sama guru agamanya, kalo jodoh, mati, rejeki dan lahir itu di tangan yang Maha Pemberi?
Bahwa semuanya akan indah saat waktunya.
Lalu mereka seakan-akan menjugjde bahwa saya tidak berusaha? Halooo!!! Do they know that I’m working something here?
Lalu mereka mengira bahwa saya melupakan step itu. Ya ENGGAK mungkin lah! Setelah bertahun2 pacaran, walau seenak apapun proses pacaran kami yang mwulus bagaikan jalan tol. Tapi tetep aja AKU juga masih pengeeennnnn kawin! Pengen punya anak, pengen bisa tiap hari ketemu dia tanpa perlu basa basi dulu sama orang tuanya, pengen bs dipeluk dan dibuatin susu coklat tiap hari saat pulang kntr, pengen travelling berdua-enggak sendiri2 kayak sekarang.
Lalu ada ada yang bertanya “apa lagi yang kamu tunggu? Aku enggak ngerti deh” dalam hati kujawab: ya kamu emang enggak perlu ngerti kalo gitu!
Yang mau kawin kan gue! Gw lebih tahu apa yg gw tahu, bukan?
Lalu mereka berasumsi bahwa “Kawin itu enak lhooo? Cepetan deh !”
Mksd lo??? Sekarang gw enggak bahagia hanya karena gw masih sendiri??? Ya enggak lah! Im totally happy! Walau aku juga tahu bahwa setelah menikah saya InsyAllah tetap bahagia.
“Ayo jangan lama2, ntar kebayakan dosa lho!” iya, saya juga tahu bahwa menikah itu adalah ibadah, tetapi saya juga taahu bahwa ibadah harus dilakukan dengan ikhlas, bukan dengan paksaan.
“elo kan cakep, maasa sih enggak ada yang mau?” mksd loooo???? Kl dia Cuma liat gw dari luarnya doang, justru gw yang ogah sama dia. Ntar begitu gw keriputan, dia ninggalin gw!
“tapikan umur lo dah 25!” iya, saya juga tahu lha wong saya yang menjalani kok. Saya sedang berusaha sedang tidak panic. Karena kecenderungan orang yang panic itu adalah mengambil segala sesuatu yang dekat. Sikat. Naahhh….kok rasanya enggak bijak ya….enggak berpikir jangka panjang gitu…seperti layaknya orang yang dewasa yang diharuskan utk berpikir jangka panjang sebelum mengambil segala keputusan. Ya to?
Dan ini lah saya: 25 tahun, muda, punya pekerjaan, punya pacar yang juga sudah punya pekerjaan, seiman, akur luar biasa, bahagia dan belum MENIKAH!!! Yipey!!! :D
*Jika ada begitu banyak hal di luar kenyamanan rasa kita yang perlu dipertimbangkan untuk sebuah pernikahan maka seolah itu menegaskan betapa unsecure-nya manusia.
2 comments:
ada yang blm ikhlas kali.... makanya kmu blm nikah2 :-D
hwahahahaha....kl yg itu kayaknya banyak deh hehehe.. ups :O
Post a Comment