Breaking and entering
Another movie cast by Jude Law.
After “Alfie” and “Holiday” this is the 3rd time i saw him.
I think this is the best movie he ever played.
Jujur, waktu aku memilih dia diantara tumpukan DVD bajakan di keramaian ITC, wajah gagahnya nggak bisa boong. I choosed him!
But, headline yang tertampang “from Anthony Minghella, the academy award-winning director of THE ENGLISH PATIENT and COLD MOUNTAIN”, membuatku terhenyak dan berkata ‘well ok!’...
Tapi itu belum berakhir, aku sebagai perempuan dewasa normal dan melihat tubuh seksi Jude Law di front cover langsung berkata ‘I have to buy this’.
Dan disinilah aku setelah akhirnya pulang jam 6 sore---very earlier since I always home after 9pm from office. Aku membayar keletihanku dengan Jude Law.
Dan semuanya terbayar. LUNAS
selain memandangi bentuk seksinya---PUAS BGT! (iyalah masak dah bayar dia mahal2 trus aset indahnya gak diliatin gt? Bisa rugi bandar produsernya, secara itu kan emang unique selling point nya dia, gt lhoh *pasang muka setan; )
Cerita yang disodorkan oleh Anthony Minghella juga OK!
Seperti biasa cerita yang ditawarkan masih seputar cinta. Dan Jude Law sebagai pria yang finding true love—bisa memerankannya dengan baik. (well, senyum manisnya tambah point plus pastinya huehahahheehehe...aduh, maaf ya jadi vulgar gini, efek kalender kayaknya ;)
Pada pembukaan film, pesan yang ingin disampaikan pun sudah jelas “begitu kamu tidak pernah saling memandang (pasanganmu), maka ketika kamu memandang balik, kamu akan melihat the distance between you” yang kemudian dijelaskan dalam film bahwa that distance sangat jauh, sehingga kamu perlu melakukan kesalahan demi kesalahan untuk membuatnya membaik. (*seringkali kita nggak pernah sadar, tentang hal itu ya huff..)
Francis adalah seorang arsitek ( mata anda akan dimanjakan oleh rumah indahnya) mempunyai partner hidup, anaknya mengalami semacam autis.
Dan mereka sering timbul masalah karenanya. Permasalahan klasik orang tua, merasa harus melindungi anak mereka. dan resikonya hal itu malah akan melukai mereka, hati dan hubungan yang sedang mereka bangun.
Betapa orang tua sangat mencintai anak mereka, akan kamu tangkap jelas dalam film ini. Termasuk cerita tentang Pria dewasa yang sedang mencari cinta.
Ada sebuah quote yang saya suka dari film ini “im looking for my love outside, but im afraid im loosing the love that i’ve already had, the love of my live, did i?” sambil menatap pasangannya saat Jude Law mengakui perselingkuhanya.
Pesan moral dari film ini: seberapapun baiknya pasangan yang kamu punya, jangan lupa untuk terus mengajaknya terlibat dalam hubungan kalian, it takes two to tango, jujurlah rasakan apa yang terjadi pada kalian, yang bisa menyelesaikan masalah apapun dalam hubungan itu adalah kalian dan definetely not others. Dan apa yang kalian miliki dalam hubungan itu adalah sesuatu yang dimiliki berdua dan bukan hanya salah satu dari kalian.
Hihihi...sok pakar hubungan gitu ya, gw kedengarannya?
No comments:
Post a Comment