Keriangan menyambut cucu.
Kemarin, saya berkunjung ke rumah ibu calon mertua.
Tak enak rasanya, jika saya hanya kesana ketika ada anaknya saja—aku orang Jawa sekali ya :P
Sekali ini, lagi2 aku membawa baju yang perlu dipermak, maka disindirlah saya bahwa saya hanya main kesana kalo ada yang mau dipermak aja, dan saya tak berusaha menutupi---lha wong secara kebetulan selalu begitu je…
Calon adik ipar saya sedang mengandung, kemarin dapat hasil bahwa si calon anak berjenis kelamin pria. Suami dan si calon bapak, berbinar2 matanya, tampak dengan sangat bahwa dia begitu sayang kepada istrinya dan tak sabar menunggu anaknya lahir kedunia.
Sebenarnya ada apa dengan anak lelaki?
Lelakiku yang dulu juga menginginkan anak lelaki, begitu juga dengan lelakiku yang sekarang.
Beruntunglah bapakku yang mempunyai anak lelaki ditengah anak perempuannya. Lalu bagaimana dengan perasaan kakak iparku yang kesemua anaknya perempuan?
Some how, aku merasa “jangan2 dulu kehadiranku di dunia, agak mengecewakan bapakku, karena aku bukan laki2?”
Jika ditanya kenapa? Lelakiku tak punya jawabnya, terlalu banyak perempuan di dunia ini, jawaban yang bukan jawaban sepertinya.
Jika ditanya aku mau nya apa?
Honest, aku juga pengen punya anak cowok tapi punya anak cewek juga tak mengapa, lebih indah jika kedua nya kurasa….aku juga mengakui bahwa punya anak cowok itu lebih bangga seakan2 aku bisa berkata “hey, aku bisa bikin anak cowok lho!!"—mengingat sekarang sepertinya dapet anak cowok, tapi rasa keperempuananku terusik, jika aku menjadi gender gini. dilain pihak, aku pernah membaca jikalau kmu bisa membesarkan seorang anak perempuan dengan baik maka kamu akan masuk surga. Mengapa Rasul sampai perlu menyampaikan hal ini? apakah itu artinya sejak dulu para orang tua sudah menginginkan anak pria, sbg sebuah keniscayaan. Maka berita ini mungkin bisa sebagai rasa syukur kepada mereka yang mempunyai anak perempuan untuk lebih optimis.
adaapa?adaapa?
No comments:
Post a Comment