Thursday, December 13, 2007

childhood stories

Anak2 itu emang lucu banget ya...lovable pwol!!!!

Nah, berikut adalah salah satu cerita ttg kepolosan &kelucuan mereka ...

Di suatu hari yang cerah, Kail—masih duduk di bangku SD kelas 3, pada saat pelajaran agama Islam oleh gurunya diajarkan bahwa Salah satu yang bisa membatalkan puasa adalah air mani yang keluar dengan sengaja.

Ok, dia ngerti kenapa terkadang air mani bisa keluar dengan tidak sengaja. ..tapi dia masih punya pertanyaan lain, dan sepulang sekolah dia bertanya pada ibunya;

“Ibu, apakah air mani bisa keluar dengan sengaja?”

Si ibu yang terkaget2 dengan jawaban sang jagoan, menjawab

“ya, bisa saja...jika kamu memikirkannya terus menerus..bisa keluar deh” jawab si ibu, tapi tentu saja dia tidak menerangkan bagaimana mediatornya. (ya iyalah!!...;)

Si anak bertanya kembali “tapi, KENAPA mesti repot2 dikeluarin mah?”

Kali ini ibu tak ingin menjawabnya.

----

Raihan (umur sekitar 6 thn) sepulang sekolah bertanya pada sang mama.

“Mah, kalo aku suka sama cewek, dia mesti gimana? Tanyanya antusias dengan muka polos, mata besar dan pipi gembulnya.

“Dia mesti Islam kan mah?”

Si mama terkejut mendengar jawaban sang anak, tetapi dia senang karena anaknya sadar bahwa tidak baik berbeda agama dengan pasangan hidup. Oowh oke anaknya boleh juga niiyy.

“Trus apa lagi mah?”

“Oh aku tau Mah! Dia mesti rajin sholat kan mah?”

mama nya kembali kaget.

“Kalo gitu aku akan tanya dia “eh, kamu rajin sholat nggak?” katanya mantap, sambil menirukan gesture yang akan dia praktikkan di depan cewek idamannya itu. Si mama kembali terkaget-kaget dengernya.

“Trus trus..apalagi mah?”

“ya kalo bisa, dia mesti sayang sama mama, papa& adek” jawab mama lembut.

“trus?”

“dia harus pintar, supaya kalian bisa berdiskusi dan enggak nyusahin Raihan nantinya..”

Si ibu pikir, perbincangan sudah berakhir disitu. Dan rutinitas berjalan seperti biasa.

Lalu seperti siang yang lalu, Raihan kembali bercerita..

“mah, hari ini aku ke rumah ..(nama si cewek itu—sowry si mama lupa nama anak cewek itu)..sama mamang (sopirnya)

Si mama kembali kaget, enggak nyangka bahwa pembicaraan itu akan berlanjut.

“Kayaknya dia SUKA sama aku deh mah, dia ngeliatin aku terus gitu!” jawabnya sambil tersipu.

“Eh Mah, apa nama gedung (pernikahan) tempat mbak ... (nama sepupu mereka) kemarin nikah?”

Belum sempat si mama menjawab dan bertanya, Raihan sudah bertanya lagi

“kita harus booking tempat itu sekarang Mah” perintahnya.

“kenapa”

“AKU MESTI NIKAH SAMA DIA sekarang!”

Si Mama shock. Tapi berusaha untuk tetap tenang.

“Raihan, di zaman sekarang, cowok2 itu biasanya nikah 25-30 thn dr sekarang”

“AKH MAH, LAMA BANGET! AKU ENGGAK BISA NUNGGU SELAMA ITU! AKU MESTI NIKAH SEKARANG MAH!”

Si mama pikir, mesti jawab apa lagi niiii....akhirnya dia bilang

“Raihan, selama 25-30 thn itu akan banyak gedung2 pernikahan yang akan dibangun, dan kita mesti pilih yang terbaik, kita harus pake yang paling OK kan?”

Si anak sih akhirnya diam, tapi ibunya masih shock sampai sekarang. Karena suatu hari ketika si mama& sang nenek datang kesekolah utk menjemput dan tentu saja ketika itu menyapa (dengan cara sperti biasanya) semua teman2 anaknya, termasuk si cewek idaman itu, si anak langsung berkata “Mah, jangan gitu dong, dia kan PACAR aku!”

Gubrak!

*keduanya adalah cerita sebenarnya seperti yang dikisahkan kedua orang tuanya kepada penulis.

Wednesday, November 21, 2007

ramalan

semalam, saya mendengarkan radio sambil bermain games plus bertelpon ria dengan lelakiku (hehehe..maklum manusia multitasking ;)

di ujung radio sana, acaranya lagi ramal2an. ada seorang penyiar dengan peramal. pendengar bisa minta diramal dengan cara menelpon ke radio tersebut.
lalu seorang perempuan muda menelpon, dalam perjalanan pulangnya--sepertinya dia sedang berada di dalam mobil.

dia bercerita dan bertanya tanpa malu2 bahwa dia sudah tidak perawan lagi dengan pacarnya yang dulu, lalu apakah si pacar yang sekarang bisa menerima?
peramal bilang, si cowok akan OK.
perempuan itu yang sedang dimabuk kebahagiaan dengan jawaban sang peramal itu tertawa gembira.
dia sedang di lamar, apakah sebaiknya dia menerima? apakah dia akan bahagia dengan pacarnya yang sekarang ini? peramal bilang, spertinya kalian akan bahagia.
dia kembali tertawa, jenis tertawa yang lepas.
lalu cerita berlanjut, kali ini kembali blak2an, bahwa dia sudah lihat "barang" cowoknya yang sekarang, dan apakah dia akan "puas" dengan cowoknya yang sekarang?
(pertanyaan yang enggak penting banget utk ditanyakan ke peramal?)
kamu akan puas dengannya. begitu jawab sang peramal.

lalu si perempuan kembali terbahak, keras, terbahak, berulang2. mengganggu. tidak sopan. telinga saya sampai sakit mendengarnya.

waktu sudah hampir habis, tetapi perempuan memaksa, dia punya 1 pertanyaan lagi.
dulu saya pernah diramal, katanya saya enggak akan cocok sama yang sekarang, tapi kenapa dia melamar?jadi kami akan cocok atau tidak?

peramal bilang: ya, kalian enggak cocok.
jadi saya enggak akan lama?
enggak.
kok gitu?
ya kamu tanya, saya jawab.
kenapa? cerai? suaranya melemah dengan drastis.
mungkin.
dia diam.

penyiar mengambil alih, menutup acara.
saya geleng2 kepala.

Tuesday, November 20, 2007

jalan hidup

dulu waktu saya masih kuliah. saya berencana untuk ambil jurusan broadcasting saja. tetapi sebuah obrolan di kantin belakang kampus dengan seorang kakak tingkat, membuat saya berubah pikiran.
dia bilang "kamu masuk periklanan saja, disana enak, saingannya gak banyak".
saya bingung, saya bilang "saya enggak bisa nggambar"
dia bilang 'enggak harus bisa nggambar kok"
dan akhirnya saya mengambil konsentrasi study periklanan.
sewaktu magang, saya sempat berencana mau ambil divisi copywriter, saya pikir: saya suka baca, pastilah tak susah untuk menulis naskah iklan.
tetapi lowongan di Matari waktu itu adanya divisi account planning& research. jadilah saya berkutat dengan data dan hasil analisa.

diantara waktu itupun saya masih bingung, mau jadi AE atau kekeuh ke copywriter?
saya, yang waktu itu enggak tahu percis perbedaan kedua jobdesc tersebut, bingung mau milih yang mana?

akhirnya, ada lwongan pekerjaan di kompas edisi jogja, utk menjadi AE. saya coba deh, trus keterima, trus baru disana saya sadar, sepertinya saya lebih bisa menjadi AE ketimbang merangkai kata.
walau akhirnya saya tak lulus probation disana, profesi yang saya sandang sudah terlanjur menjadi AE. sebuah workshop yang saya ikuti dan akhirnya mengenalkan saya dengan Djito Kasilo pun, membuat dia percaya bahwa saya punya bakat jadi AE.

lalu, saya datang merantau ke jakarta dengan lowongan AE.
padahal kalau dipikir2 kedatangan saya waktu itu, benar2 tanpa skill yang cukup kompeten sebagai seorang AE agency Jakarta. bisa dibilang saya masih junior sekali.
sekarang, pangkat saya sudah naik. keuntunganya sekarang saya jadi AE yang punya base copy, menarik bukan?
dan jelaslah bahwa kebingungan saya di masa lampau menjadi menarik utk direnungkan.
bagaimana menurut anda?

Wednesday, November 07, 2007

official jadi AE

Hari ini aku resmi jadi Account Executive!! Yipeyyy!!... :D

Senang sekali deh rasanya!

Setelah 1 tahun 4 bulan jadi Junior Account Executive.

Secara jabatan memang berubah, tapi job desc nya masih sama kok. Masih anak bawang juga, walau reward nya berubah—agak naik dikit hehehe....

Nggak nyangka lhoh bisa betah disini.

Walau udah nglamar2 ketempat lain...tapi kayanya si Penguasa Jagat masih menetapkan diriku supaya disini.

Tadinya waktu gak jadi dipinang sama agency2 tetangga aku agak bete juga, sempet ngerasa “emang aku sebegitu nggak pinternya ya?” tapi mungkin pesan moralnya adalah, supaya aku punya pengalaman ‘meniti’ karir di 1 tempat yang sama. Akan ada saatnya (yaitu hari ini) bahwa karirku bisa naik, dengan reward yang sama juga.

Dan akan tiba saatnya juga (nanti) dimana aku bisa mendapatkan agency dan client idamanku...

amin

asmara

sudah lama aku tak berbicara emapat mata dengannya benar2 menatap matanya.
aku merindukan guyonan2nya. bahkan tahun ini kami belum sempat bertemu untuk merayakan ulang tahun kami berdua. he's my birthday-mate.
siang ini, kutrangkap berita darinya. dia sedang jatuh cinta...
senang rasanya.
melihat dia bangkit dan melanjutkan hidup. kukirimkan sebuah kata
biarkan dia mengawang membumbung
menikmati udara
sampai pada saatnya nanti akan ada landasan yang membuatnya nyaman untuk turun dan berjalan
mendaki
menurun
tetapi semuanya akan terasa indah terasa, karena kita akan mengayuh bersama...

Monday, October 29, 2007

senin siang

hai cong! dah lama banget nggak ketemu! sowry ya...
sebenernya ada beberapa tulisan si, tapi masih dikelonin sama baby acer.
(yup! finally, setelah bertahun menabung aku bisa punya laptop:)

siang senen ini, kantor sunyi bener. banyak yang nggak masuk. ups, untung aja aku masuk kantor..
kemarin, aku hampir berencana nggak masuk kntr karena baru pulang dari jogja.
jadi, sabtu siang kemarin aku sampai di jogja, setelah bermobil 12 jam sama lelakiku. tapi kepenatan tak tidur semalaman, langsung hilang ketika melihat billboard2 Kampus. petunjuk2 jalan bertuliskan aksara Jawa. Rasanya, seneeeeeeeennnggg banget, berada di kota yang penuh sejarah bagi masing2 dari kami ini.

Pemberhentian pertama, adalah brongkos Alkid!
slurrrp, enak bgt! seporsinya 5000an. rasanya muanissss bgt, es tehnya juga! jadinya makananya bersisa deh--hehehe..alasan aja sii..padahal dah kenyang.
trus...
kenikmatan masih kulanjutkan dengan facial muka. seperti biasa mbaknya selalu terkejut dan agak bete, karena aku kesananya gak teratur, ya iyalah secara jauuhhh kaleeeee... Aku memang cuma facial disana, satu: karena murah (nggak kebayang bisa bayar biaya facial di Jakarta), dua: mukaku nggak dipencet-pencet, cuma di elus2 ..enak tenan, sampe merem melek nii...
kenikmatan selanjutnya dilanjutkan di Klatak. baru pertama kali aku kesana. bersama seorang teman dan istrinya, kami berempat terkekeh2 bersama...
hmmm...nikmat bgt! makan sate kambing, dipasar -bau prengus, sambil ngomongin dunia periklanan indonesia, huehehehe..udah kayak pejabat P3I aja kami :P
malamnya, menginap di rumah Alina..
sudah lama aku tak bertemu dia. hanya sebatas friendster saja. malamnya kami bercerita kabar kami berdua. dia dan pacarnya. aku dan jkrtaku...

paginya...
terbangun dengan pemandangan kamar yang penuh 3 cewek tidur bersama :P
dilanjutkan dengan soto kadipiro utk sarapannya. suara burung menjadi backsoundnya. dan pemilihan pilkades menjadi gangguannya.
poster2 pilkades yang selalu mengganggu dimana-mana.

siangnya: Packing!!
pweh, capek! tapi semuanya terbalaskan dengan Sate Kambing! dan burger Holand!
time to move...

Selamat tinggal Jogja.
Tak akan padam rindu kami padamu. tak akan hilang sayang kami pada setiap lekuk indahmu.
semoga kita bertemu kembali, dan kali itu akan menjadi selamanya...

26 'oct

Tuesday, September 18, 2007

Malang


weekend kemarin,saya pergi ke malang. it was business trip actually, but since this is my first business trip. i am so excited.

saya berangkat dari Jakarta di hari jumat subuh, berangkat menggunakan Sriwijaya Air jam 715. ternyata menaiki pesawat ini tak semenakutkan yang saya kira. semua terasa mulus dan seperti biasa pemandangan di atas sana begitu mengagumkan.

sekitar jam 830 saya sampai di Malang. kesan pertama: terik! angin terasa begitu semilir menerpa tetapi sengatan mataharinya begitu panas. melihat jejeran rumah2 yang saya lewati saat menuju ke hotel, mengingatkan saya akan suasana cuaca di kota cirebon. tidak begitu beda memang, mungkin karena masih di pulau jawa kali ya....jadi shock culture nya tidak begitu terasa.

Sengatan mataharinya seakan sudah jam 11 padahal jam baru menunjukkan jam 9nan saat kami berjalan menuju hotel tempat acara kami akan diadakan. inilah yang saya suka setiap datang dari Jakarta ke daerah, waktu berjalan sangat lambaaaaaaaaaaattttt......

Saat tahu saya akan dinas ke Malang, Lelakiku berpesan "jangan lupa mampir ke Hotel Tugu". dan beruntunglah karena hotel tempat saya menginap, bersebelahan dengan hotel Tugu.

Setelah meletakkan tas dan mencuci muka. yang pertama saya lakukan adalah makan! im starving, sepagian diganjal roti2an gak menyurutkan nafsu makan saya. Malang yang terkenal oleh bakso/bakwan Malangnya membuat saya bertekad "saya mau mabuk Bakso disini" :)

lewat referensi resepsionis saya mampir ke Bakso Bakar Pak Man, setelah sebelumnya mampir membeli oleh2 --sebuah penggugur kewajiban yang akan saya bagikan untuk teman2 kantor dan client (yang sudah membayari saya ke sini hehehehe....)

Warung Pak Man, ternyata tak sebesar yang saya kira, berukuran sekitar 3x6 saja, agak sepi, mungkin karena hari sekolah. saya memesan semangkuk (5 butir) bakso bakar dan semangkuk kuah yang berisi tahu isi.

sllruuup...saya cicipi dulu kuahnya, yang yummy...guwrih banget! Trus cicip bakso bakarnya, hmm..pedasnya terasa, perpaduan antara lada dan cabenya plus kecap membuat rasanya pwedas tetapi mwanis pada saat yang bersamaan, seru. Kata seorang teman, orang Malang punya selera pedas pada masakannya, jadi waspadalah untuk anda yang tidak begitu menyukai pedas seperti saya.

Puas menghabiskan butir2 bakso yang nikmat ini saya melajutkan petualangan ke Pasar Besar.karena tidak tahu mesti naik apa dan ingin mencicipi aroma romantisme saya dan teman saya-Betty- memilih naik becak. Becak di Malang berukuran kecil, tapi untunglah masih bisa memuat 2 pantat dua perempuan ini hehehe...

sepanjang jalan, saya makin menyukai Malang...suasananya tenang, khas kota kecil, bersih, banyak bangunan tua yang ditata rapi dan anginnya yang semilir membuat saya sangat menikmati perjalanan nan romantis ini :P

Pasar Besar tak ubahnya seperti pasar2 lain, tak ada diferensiasi karakter. disini saya akan melakukan market visit untuk menyelidiki pergerakan sang brand kompetitor. yang ternyata masih begitu kuat menancap.

Balik kehotel. mendinginkan badan sebentar dan ini lah saat yang saya nanti2kan.

TRIP TO TUGU HOTEL!

sebuah gebyok tua menyambut saya depan lobby. Hotel ini (dan semua resto & hotel milik Pak Anhar-sang pemilik memang terkenal karena koleksi barang&bangunan tua as added value nya). Begitu memasukinya saya langsung tahu bahwa ini adalah sebuah bangunan dengan ambience sejarah yang luar biasa. Penataannya yang terlihat biasa tetapi berefek rancak membuat saya tak henti berdecak kagum. Setelah lobby, masuklah terus ke dalam dan belok kiri maka anda akan menemukan "Tirta Gangga" disini anda akan menemukan sebuah tempat berdoa khas orang2 tionghoa, langkahkan kaki lagi kedalam dan anda melihat ruangan penuh dengan meja dan kursi berwarna biru dan merah terang yang dindingnya dihiasi lukisan2 yang hmm..entah bagaimana saya harus menyebutnya, tidak indah tidak cantik tetapi seakan bermagnet dan membuat anda menatapnya lama dan terhanyut bersamanya...

sesuai dengan pesan lelakiku, "masuki semua gang asal jangan masuki yang tertutup pintu"

Setelah gang Tirta Gangga, gang selanjutnya belum putus dari kekaguman saya, sebuah bangunan tua bagian dari sebuah rumah CIna, bertiang merah dengan huruf2 cina besar dengan guci berisi abu dupa berada tepat di tengahnya yang berhadapan lagsung dengan 2 ruang makan yang saling menyambung. di ujung Ruangan ini terdapat sebuah plakat nama bertuliskan "Oei Tiong Ham"--sebuah nama juragan gula, pria paling kaya di awal abad 20an. Didalam ruang makan tersebut nuansa sejarah Cina dan peranakan Jawa Cina begitu terasa, mulai dari deretan wayang Potehi, foto2--mungkin si sang Oei dan keluarganya-- sampai ke koleksi makan perak yang saya yakin pasti berasal dari jaman doeloe kala..semua begitu menghipnotis, sayang tak ada tour leader. konon ada trip mengelilingi hotel ini lengkap dengan tour leadernya tetapi dengan biaya dollar--yang mana jelas membuat saya tak mungkin memilihnya hehehe..

Bersebelahan dengan ruangan khas Cina tersebut, saya terbawa ke gang berikutnya bernama "sahara, sebuah perjalanan cinta.." gang ini begitu mempesona berupa terowongan tinggi dengan kain2 bernuansa warna ungu dan hijau sebagai pelengkapnya yang berkibar2 diterpa angin.

Diujung terowongan saya menemukan surga kecil, sebuah open air bernuansa surealis, benda2 antik disini tak hanya sebagai penghias tetapi juga berfungsi modern. sebenarnya halaman ini adalah bagian dari sebuah restoran bernama L'amour Fou (diambil dari bahasa Perancis yang berarti Cinta Gila) siapapun saya kira bisa gila karena suasana cinta yang dapat diciptakan disini, bayangkan anda bisa berdansa under the stars surrounded by exotic plam trees. dan lidah anda akan dimanjakan oleh hoomecooking Frech and Italian dishes pwweeehh....belum lagi ditambahkan live band yang menyanyikan lagu2 slow jazz....(khayalan merayakan wedding party disini tiba2 muncul di benak saya;)

Tour dilanjutkan ke lantai 2. Di lantai ini saya baru merasakan bangunan ini sebagai hotel, dikarenakan kamar2nya, spa dan ruang pertemuannya yang tertata "normal" walau lukisan dan benda2 unik banyak menghiasi dinding dan pojok2 ruangannya. Diujung bangunan, tepatnya diatas lobby ada sebuah ruangan Tugu Tea House yang bernuansa jaman kolonial belanda, jika anda menginap disini maka anda bisa mengunjungi tempat ini sebagai complementarynya. bayangkan di sore hari anda Ngeteh di open-air terrace nya ditemani cake2 traditionalnya sambil bergosip, selayaknya noni2 Belanda...hmm lekker..

Puas? tentu belum, walau saya belum bisa menginap di hotel yang mempunyai rate mulai 105-1.000 US$ ini dan merasakan langsung fasilitasnya. Paling tidak ijinkan saya mencicipi kenikmatan salah satu anak bisnis jaringan tugu hotel ini di Und Corner.

Sebuah toko roti&ice cream dengan sentuhan tradisional. Promisenya sebagai home made Italian ice cream memang nggak bohong. Rasa lemak susunya terrrasaaa banget, saat saya memilih es cream chocolate chip plus tomorokashi (perkedel jagung dengan olahan ala Jepang) dan teman saya memilih rum raisin dan apple strudle yang sooo yummy untuk menghabiskan sore kami yang seolah2 berjalan sangat lambat. Jam baru menunjukkan pukul 14.30, tapi rasanya seperti jam 4 sore, nyaman sekali. Suasana sore itu begitu sempurna. Pegawai yang diperintahkan menyiramkan air ke halaman setiap sore, membuat bau tanah meruap nikmat dan menjadikannya sebagai aroma alami di area ini. Walau teras ini berada dekat dengan jalur lalu lintas tetapi asap dan lalu lalangnya kendaraan sama sekali tidak mengganggu kami. Beda sekali dibandingkan jika kita nongkrong di pinggir Selokan Mataram Yogya atau bahkan di Starbuck Plaza Senayan Jkarta sekalipun. Ditambah dengan suara petugas yang sedang menyapu halaman dengan sapu lidi besar, srek...srek..srek... suaranya nikmat sekali. Bahasa manusia2 yang berinteraksi dengan logat Jawa timurnya terdengar familiar &membuatku kangen rumah. Rasanya begitu tenang, waktu berjalan sangaaat lambat dan angin menyerbak ringan...hmm, rasanya tenang bgt :)

Selepas maghrib setelah sedikit beberes kerjaan. saya melanjutkan misi Mabuk Bakso saya. Kami melangkahkan kaki ke stasiun dan tak jauh dari sana sebuah warung Bakso seakan memanggil2 nafsu kami. Bakso stasiun namanya, yang jual Pak dulman. Saya semakin yakin para penjual bakso di Malang ini kayaknya namanya wajib mangandung unsur Man. sehingga semua warung bisa mengklaim warungnya bernama warung bakso Pak Man. jadi jika anda main ke malang dan direkomendasikan sebuah warung bernama warung bakso Pak Man, pastikan anda juga tahu alamatnya biar gak nyasar dan sok yakin bahwa itu adalah warung yang direkomendasikan teman anda hehehe...

Disini saya memesan semangkuk bakso dan segelas kelapa muda. Slruup..hmm kuahnya enak sip! cicipan selanjutnya bakso, terus terang saya agak kecewa dengan baksonya karena spertinya komposisi banyaknya tepung malah membuat bakso ini terasa empuk. jadi berasa kurang mantaB! belum lagi dengan es kelapa mudanya yang mengandung kelapa, karena si kelapa cuma mengapung-ngapung, hiks...sedikit banget....bahkan rekomendasi orang asli malangpun masih belum OK.


malam itu saya habiskan dengan membereskan persiapan event dan keesokan harinya Alhamdulillah, event berjalan lancar dan balik ke Jakarta!sambil radang tengorokkan

*this trip was brought to you by: ABC dan tabloid SAJI.

Monday, August 27, 2007

cantik itu luka

di suatu siang, aku sedang mencabuti bulu2 di bawah alisku yang sudah lebat dan tak rapi. perih, kumeringis.
dia melihatku bingung.
aku bilang "cantik itu luka, sayang"
dia jawab "cantik itu bodoh!"

18/08/07

mejaku


isi mejaku:
sudah setahun aku bekerja disini dan pindah meja 3kali.
mungkin meja ini akan menjadi pelabuhan terakhirku kecuali aku pindah ke agency lain hehe...
as you can see, berantakan...(biar keliatan kerja-lah)...

ok, let start ya:
- percis disebelah komputer adalah lampu, lampu ini akan menyala tepat setelah jam6pm, karena lampu dan AC di gedung ini selalu mati setelah jam 6. padahal aku seringkali bekerja hingga larut malam, memeriksa copy2 advertorial, cek warna di final artwork, lihat timeline project,dll... jadi pantes aja kalo minus mataku bertambah tebal saja... (that's why ada lampu gede& kipas angin jumbo di depan mejaku,biar anak2 gak kepanasan kali ya?)
- dibawah lampu ada boneka kecil, teddy bear merek Nutrilon, merchandise peninggalan Nutricia dulu...
- calender, must have item seorang AE, warning sign that everyday counts.
- botol aer minum, yang tiap pagi diantar damin/mugi. isinya cuma 600ml, itupun kadang aku gak habis, karena saking gak sempet&gak inget utk minum, padahal dengan siklus kerja dan dalam ruangan dwingin kayak gini, seharusnya aku banyak2 minum.
- obat ester C. setip pagi kuminum (ini juga kalo inget). Buat aku yang rentan bgt flu, obat ini pwenting!!
- agenda, ini juga barang penting utk masukin semua deadline dan to-do-list tiap hari.
- alat tulis, yang gak pernah masuk kembali ke tempatnya dan suka banget diklepto sama anak2 swebel....
- CEMILAN!!!... suatu hari, tim kita kedatengan orang baru, baru juga 2 hari dia gabung, suatu pagi dia bilang "kayaknya siska suka ngemil, ya?" heks!! gubrak! so obvious ya :) tapi itu obat ampuh untuk mengaburkan stress yang seringkali melanda, jadi dipastikan rak dibawah mejaku terisi penuh dengan makanan :P
- handphone dengan volume plus vibrate kencang yang mesti ON, full batery dan terisi pulsa, buat alat komunikasi ke client, supplier, anak tim yang lain.
- celengan..itu di pinggir kiri yang nyempil, buat nyimpen recehan, kalo damin susah ngasih kembalian tiap makan siang, karena dia suka sekali bilang "punya gope'an mbak?" ....

Monday, August 13, 2007

"tak tertulis di CO"

ugrhhh!!! rasanya pengen kulempar pake sandal dia, dia yang yang katanya mengaku art director! aduh, manja banget sihh!! kan jelas2 udah kutulis di CO ukuran: 253x187mm (creative order: semacam brief yang diturunkan oleh client service utk bagian creative utk detail pekerjaan )
seluruh dunia persilatan, apalagi untuk mereka yang ngakunya punya ilmu design, juga ngerti kalo ITU ARTINYA PANJANG KALI TINGGI!!

gila ya....
entah siapa yang bodoh disini?

Thursday, August 09, 2007

DanRem

sore ini saya bertemu dengan Daniel Rembeth, one of the CEO from The Jakarta Post.

pertama kali saya mengenalnya ketika dia datang ke kampus sebagai pembicara di kuliah umum saat dia masih menjabat sebagai Client Service Director di TBWA.

sebuah kebetulan (tak ada kebetulan dalam hidup,kata Quraish Syihab) saya kemudian menjadi salah satu client service di TBWA dan dia sudah tak menjabat disana.

4 tahun setelah pertemuan pertama kami, akhirnya kami bertemu di Starbuck, pada sebuah rabu sore yang sendu saat Rakyat Jakarta sedang bersorak merayakan kemenangan bang kumis (dalam satu cerita di kuliah umum itu, Daniel bercerita saat dia masih di New York, dia membaca sebuah promo bahwa Starbuck menjajikan kopi mereka didatangkan dari sebuah daerah di Sumatra (saya lupa nama tempatnya) pdahal kata Daniel, tak ada lahan kopi di Sumatra--dia tahu benar karena di berasal dari sana--, dia complaint ke management Starbuck dan ketika pulang, managgement starbuck menggratiskan kopi yang sudaj diminumnya tadi. Betapa murah harga sebuah kebohongan, batin saya)

Eniwei, kami bicara banyak hal, mulai dari account planner, tentang perjalanan hidupnya; kuliah di arsitek, S2 di jurusan lighting yang tak rampung, belok belajar bisnis, magang di TimesWarner, bekerja di majalah Time 6 tahun, mbangun Acc planning@ Matari, pindah ke BBDOMatari, BBDO Komunika, TBWA dan akhirnya The Jakarta Post.

Tentang Fauzi Bowo yang menang pemilihan, kampus, buku, lukisan, teater.

Bahwa:

· Agency berfungsi sebagai pembantu komunikasi, semua hal yang berhubungan dengan brand serahkan saja pada clientnya, toh mereka yang punya datanya.

· Iklan yang baik, akhirnya adalah iklan yang menjual.

· Agency harus membuat core target audience dari target audience yang diberikan oleh client, dilihat dari index yang berpotensi menjadi konsumen. Jika data quantitatifnya tak ada, kita buat saja kualitatifnya dari observasi, rajin2lah jalan2!, ambil benang merahnya dalam menentukan Audience cangkup nasional. Be spesifik, jika dari Demography-nya sama maka bisa berbeda dalam psychography-nya misal umur.

· Yang bisa membunuh brand adalah brand managernya.

· Jangan dibuat rumit.

· Menariknya advertising adalah kamu bisa jumping around, belajar untuk tidak berpikir linear. Dalam 1 hari yang sama, kamu bisa belajar soal kecap& sambal-misalnya, dengan positioning yang berbeda2.

· tak ada kata terlambat dalam belajar, sabar, waktu kamu masih panjang. "Waktu umur 24 saya gak mikir kerja cuma mikir naik gunung, saya malah kagum sama yang umur 24 sudah mikir kerja. David Ogilvy bikin advertising aja di umurnya yang ke 30, Pak Ken sebelumnya kerja di travel agent".

· Setiap hari selalu ada hal yang menarik, utk jadi pembelajaran.

08.07.07

campaign

Hari ini hari pencoblosan untuk Daerah Istimewa Jakarta. Dengan 2 kandidatnya Fauzi Bowo dan Adang Daradjatun.

Sebuah kompetisi pemimpin yang kembali berulang, dengan media konvensial dengan cara konvensial juga, bukannya menjadi sarkastik, tapi memang begitulah adanya.

Yang satu bervisi mengatur Jakarta lebih baik, tapi media promo cetakannya menganggu pemandangan para pemakai jalan, karena bertebaran tak rapi dan terkesan “asal mass”.

Yang kedua sepertinya punya dana lebih banyak, karena punya beberapa titik billboard, yang saya tahu pasti tidak murah untuk menyewanya, tetapi cara-cara curi startnya bahkan ketika dia masih resmi menjabat sebagai PNS wakil gubernur (dia menonaktifkan baru setelah officially mencalonkan diri—sesuai dengan perda) menjadi terkesan (maaf) “rakus”.

Dan keduanya masih memasang semua tanda kampanye itu walau jelas2 durasi untuk melakukannya sudah habis.

Atau memang begitulah wajah kampanye kita?

Baik dengan politik, maupun dengan promo barang dan jasa.

Saya sebagai pelaku didalamnya, mengerti benar bahwa kita harus mencuri perhatian khalayak untuk mengirimkan pesan ditengah gempuran informasi yang crowded ini.

Tapi apakah tidak bisa dilakukan dengan cara2 yang lebih baik ya?

Semua brand seakan ingin berlomba2 menjadi yang paling sering dilihat, paling besar terlihat, paling sering didengar, dan ada disemua tempat. Akibatnya semua permukaan dijadikan media berpromosi.

Saya mengagumi pihak2 yang bisa menemukan media baru yang unkonvensional untuk menyampaikan pesannya.

Tapi lagi2 semuanya berujung pada sebuah kesempatan untuk menggempur konsumen dari semua hal, mulai dari bangun tidur: memencet jam alarm-hadiah dari sebuah bank, memakai sandal dari sebuah hotel, mengeluarkan piring untuk sarapan-hadiah dari sabun colek, sampai di kantor naik lift juga disuguhi dengan film iklan yang tergantung di dinding lift, di dalam ruang meeting membuka buku agenda hadiah dari sebuah majalah, sampai mau tidur juga disuguhi dengan sabun muka gratis hadiah dari odol kesayangannya.

Saya membayangkan dunia tanpa kegiatan promosi.

Tanpa iklan, tanpa direct selling, tanpa sample, tanpa diskon….coba mari kita bayangkan.

Sebuah dunia dimana saya bisa mendengarkan musik tanpa disela oleh spot atau adlibs sebuah dunia dimana saya bisa nonton bioskop tanpa awalan film iklan, sebuah dunia dimana saya akan membeli semuanya sesuai dengan yang saya butuhkan bukan atas impulsive buying saya—at least begitulah impian saya.

Tapi saya tak mungkin bermimpi akan dunia itu, karena saya adalah salah satu manusia yang hidup, bekerja, belajar tentang bagaimana membantu menjual lebih banyak. Jika dunia impian saya tadi ada, trus saya bekerja dimana??

Suatu hari saat saya dan lelakiku berada di sebuah warung soto, di depan pasar burung (yang jaman dulunya adalah sebuah danau buatan) kami berdiskusi tentang branding warung, dia begitu gelisah dan tak nyaman dengan betapa vulgar sebuah brand minuman suplemen membuat warung soto kesayangan kami menjadi kuning dengan taplak2 plastik bertuliskan brand tersebut dan dummy pack segede2 gaban di atas meja makan kami.

Dia berujar, seharusnya tidak perklu sevulgar ini, seharusnya agencynya bisa memperkirakan ukuran meja akan sebesar apa sehingga bisa terlihat manis tanpa menganggu, seharusnya dummy2 itu tak ada, apa fungsinya????

Saya menyetujuinya, karena menurut saya branding ini jauh lebih baik jika dilakukan di toko jamu-misalnya, karena toh minuman ini tidak tersedia di warung ini, jadi objective akhir dari sebuah advertising yaitu “action” tidak bisa terjadi dengan baik di warung ini (masak iya, begitu lihat meja ini, pengunjung mau segopoh2 mencari warung jamu disekitar pasar ini, daripada makan soto sesuai dengan tujuan semula?)

Dia menyetujuinya…(aku lega, sekan berkata dalam hati “hey, im quite smart ya?” seakan berkata dalam hati gak nyangka aku bs berpikir secerdas ini-thanks braino!)

Kami kembali berdiskusi, dia berujar tentang sebuah ide bahwa sebaiknya pengiklan (sebagai yang punya uang), biro iklan (sebagai yang membuat design dan penghambur uang), dan pemerintah daerah (sebagai yang menerima uang) membuat semacam konvensi bahwa mereka semua menyetujui untuk membuat kampanye yang tidak perlu vulgar, yang tidak akan menganggu pemandangan khalayak, yang walau ukuran logonya kecil tapi khalayak tetap bisa melihat dengan jelas, karena semua brand sepakat untuk membuat media promonya sesuai konteks dan tidak menganggu.

Satu pertanyaan saya: Bisakah?

Tuesday, August 07, 2007

blogwalking.

sudah lama saya tidak melakukan aktivitas ini, selain belum ketemu blog yang menurut saya menarik (gak cuma dari gambar nya tapi juga cara dia membahasnya...) saya juga tak pernah punya banyak waktu. pekerjaan dan boss saya demanding luar biasa, dan membuat saya terpontang panting pada setiap hari kerjanya.

jika mau saya bisa saja puas berinternetan di hari sabtu dan minggu. tapi masak iya saya mau menggulung selimut, melewatkan oprah winfrey--saat matahari belumlah tinggi-- dan berjalan ke kntr, walau jarak antara kos dan kantor paling cuma 5menit.

eniwei, hari ini sedang gegap gempita sedap gumbira karena boss lagi pergi, client juga lagi anteng adem ayem, mungkin karena besok mau nyoblos (apa hubungannya??) sehingga saya bisa puas memboroskan pulsa internet. lewat seorang teman, saya bertukar alamat blog dan tanpa dinyana dia juga memberikan alamat blog seorang kakak tingkat yang dikenal cerdas, wartawan je....

aku membukanya dan merasa sangat terhibur, blog milik kambingjantan juga OK, walau tak semuanya lucu, karena belum dipilih oleh editor seperti bukunya.

sore ini dingin, diluar matahari menggulung cepat, andai bisa kulambatkan seperti manusia2 di jerman yang mengalami senja lebih lama.
walau tak ada pekerjaan yang berarti....

6:40 senja sudah bergulir sedari tadi, tetapi ragaku masih mematung disini, rencana utk pulang cepat punah sudah. karena saya masih harus menunggu revisi slide promo event mall to mall untuk diantarkan malam ini juga! no matter jam berapa!!! dudul... :(

rujak

siang ini makan rujak buah, wuiiih seger banget, berasa dessert (pake T ya bukan D hehehe)...
karena rujak ini aku beli sendiri, gak nyuruh damin (OB multinational company yang suka banget ngomong Oh My God! kalo lagi keluar senewennya dan ngomong "you know that thing" kalo lagi pengen rahasi2an, ngomong "goodmorning" tiap pagi dan celotehan2 ajaib lainnya) jadinya buah2 didalamnya sesuai banget dengan seleraku.

kalo pesen rujak via damin, aku akan bilang "min, gak pake jambu belimbing, nanas dan timun ya"
kalo dipikir2 kita tuh gampang banget mengingat hal yang nggak kita suka tapi tidak dengan sebaliknya...ya ga sich?

padahal kalimat anjuran atau perintah (according to the book i've read) lebih efektif jika menggunakan kalimat positif instead of kalimat negatif.

jadi mungkin akan bijaksana daripada menyuruh beli rujak kecuali jambu dan nanas timun dan belimbing" mending ngomongnya "beli rujak yang isinya mangga, bengkoang, kedondong, pepaya.

tapi kok kayaknya ribet ya? jadi gimana dong??
daminnnnnn!!!!!!

Monday, August 06, 2007

Breaking and entering

Breaking and entering

Another movie cast by Jude Law.

After “Alfie” and “Holiday” this is the 3rd time i saw him.

I think this is the best movie he ever played.

Jujur, waktu aku memilih dia diantara tumpukan DVD bajakan di keramaian ITC, wajah gagahnya nggak bisa boong. I choosed him!

But, headline yang tertampang “from Anthony Minghella, the academy award-winning director of THE ENGLISH PATIENT and COLD MOUNTAIN”, membuatku terhenyak dan berkata ‘well ok!’...

Tapi itu belum berakhir, aku sebagai perempuan dewasa normal dan melihat tubuh seksi Jude Law di front cover langsung berkata ‘I have to buy this’.


Dan disinilah aku setelah akhirnya pulang jam 6 sore---very earlier since I always home after 9pm from office. Aku membayar keletihanku dengan Jude Law.

Dan semuanya terbayar. LUNAS

selain memandangi bentuk seksinya---PUAS BGT! (iyalah masak dah bayar dia mahal2 trus aset indahnya gak diliatin gt? Bisa rugi bandar produsernya, secara itu kan emang unique selling point nya dia, gt lhoh *pasang muka setan; )

Cerita yang disodorkan oleh Anthony Minghella juga OK!

Seperti biasa cerita yang ditawarkan masih seputar cinta. Dan Jude Law sebagai pria yang finding true love—bisa memerankannya dengan baik. (well, senyum manisnya tambah point plus pastinya huehahahheehehe...aduh, maaf ya jadi vulgar gini, efek kalender kayaknya ;)

Pada pembukaan film, pesan yang ingin disampaikan pun sudah jelas “begitu kamu tidak pernah saling memandang (pasanganmu), maka ketika kamu memandang balik, kamu akan melihat the distance between you” yang kemudian dijelaskan dalam film bahwa that distance sangat jauh, sehingga kamu perlu melakukan kesalahan demi kesalahan untuk membuatnya membaik. (*seringkali kita nggak pernah sadar, tentang hal itu ya huff..)

Francis adalah seorang arsitek ( mata anda akan dimanjakan oleh rumah indahnya) mempunyai partner hidup, anaknya mengalami semacam autis.

Dan mereka sering timbul masalah karenanya. Permasalahan klasik orang tua, merasa harus melindungi anak mereka. dan resikonya hal itu malah akan melukai mereka, hati dan hubungan yang sedang mereka bangun.

Betapa orang tua sangat mencintai anak mereka, akan kamu tangkap jelas dalam film ini. Termasuk cerita tentang Pria dewasa yang sedang mencari cinta.

Ada sebuah quote yang saya suka dari film ini “im looking for my love outside, but im afraid im loosing the love that i’ve already had, the love of my live, did i?” sambil menatap pasangannya saat Jude Law mengakui perselingkuhanya.

Pesan moral dari film ini: seberapapun baiknya pasangan yang kamu punya, jangan lupa untuk terus mengajaknya terlibat dalam hubungan kalian, it takes two to tango, jujurlah rasakan apa yang terjadi pada kalian, yang bisa menyelesaikan masalah apapun dalam hubungan itu adalah kalian dan definetely not others. Dan apa yang kalian miliki dalam hubungan itu adalah sesuatu yang dimiliki berdua dan bukan hanya salah satu dari kalian.

Hihihi...sok pakar hubungan gitu ya, gw kedengarannya?

Menghabiskan malam di rumah Aan.

Berawal dari sebuah keinginan untuk bersosialisasi, meletihkan rasanya terlalu sering menghabiskan akhir pekan di pusat keramaian. Maka untunglah undangan untuk berkumpul tadi malam, bertepatan dengan mudiknya teman shoppingku.

Berangkatlah aku jam 21.oo, alamatnya singkat Mahogani Park b12 no11. berbekal 3 fotocopy-an peta jakarta dan seorang teman yang baik hatinya sebagai teman seperjalanan.

Aku sudah diwanti2 sebelumnya bahwa Bintaro sektor 9 itu jauh sekali. Tapi nafsuku untuk bertemu dengan teman2 mengalahkannya. Dan begitulah nasibku, terjebak dalam sumpeknya udara malam macetnya jakarta.

Berkali-kali kami berhenti bertanya pada orang di jalan, karena ternyata sektor 9 tak ada dalam peta.

Kurang lebih 1,5jam jauhnya rumah Aan dari kosku, begitu sampai sana topik betapa jauh rumahnya (Tangerang man!) menjadi topik pembicaraan yang sangat menarik selama 3 jam kedepan. Gojek sampai pagi, seru banget!

Tadinya kami semua mengejek habis2an soal ini, tapi setelah dipikir2 lagi...kalau kami memutuskan untuk punya rumah di Jakarta pasti juga bakal dipinggiran kayak gitu, atau malah bisa lebih minggir secara harga tanah a’udzubillah mahalnya.

Aan mulai bercerita tentang mahal dan rumitnya mengurus rumah, dia berpesan nek ono duwite jika bisa dari sekarang untuk mencicil rumah, jangan ditunda lagi.

*Aku dan Deon terkikik...kikik...nek ono duwite tho :p

Paginya begitu bangun tidur, cekakak cekikik sambil nglungker-nglungker lan semampir koyok cucian,baca koran, dolanan mobil remote sing bensine entek..sambil nunggu mbak feby selesai masak, trus habis itu makan!!!! Hehe..ya, kami memang “teman dari suami yang tidak tahu diri” (kata ini muncul dari sikap Aan yang begitu bangun tidur langsung nyomot makanan dan bilang kalo ayamnya kurang asin! Edan, gak tahu diri bgt ya? Udah dimasakin, masih nyacat??!)

Karena perjalanan kami masih jauh, setelah makan (yugyas gak makan karena gak terbiasa, untung kutimpali “kami mungkin nggak terbiasa, tapi yang lainnya terbiasa” hehehe....) kami segera bertolak menuju peradaban J

Dijalan, tepatnya di perempatan Pancoran, ada hal yang menarik...pada saat kami berhenti di lampu merah, ada serombongan pemuda yang membawa spanduk yang kurang lebih bertuliskan “kalau tidak sekarang, kapan lagi kita akan berlaku tertib?” sambil berdiri di atas zebra cross, beharap mereka2 yang yang berhenti pada posisi paling depan bisa membaca anjuran tersebut dengan jelas (dan ikhlas?;). Kejutan belum berakhir, ketika kami menuju perempatan selajutnya, berhenti lagi karena lampu merah kulihat sebuah mobil van milik Potlantas terisi penuh dengan speaker- speaker besar, dan mengalunkan lagu milik Agnes Monica “cinta ini kadang2 tak ada logika....”??!!

“mungkin lagunya sengaja dipasang buat reng-reng an selama lampu merah” kata teman saya.

(05.08.07)

Wednesday, August 01, 2007

“panic attack”

Setelah aku rasa2kan, kayaknya aku punya “panic attack”. Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara aku bertahan? Tetap bekerja dengan baik di tempat yang secara culture, tak ada yang pasti dan dalam sehari aku bisa jumping around berkali2….

Aku tak bisa berjanji pada keluargaku apakah aku akan hadir di pernikahan sepupuku, karena bisa jadi apa yang kujanjikan hari ini tak akan terealisasi di kemudian hari.

Ketika muntab, reaksi yang muncul dariku adalah menangis…mata berkaca2 dan seolah2 tak tahan lagi, bingung harus berbuat apa dan tumpahlah semua air itu…..

Tapi semuanya akan berlalu, semuanya akan berlalu sampai kemudian aku bisa berkata aghhh ternyata “its just piece of cake”. Everything its gonna be okay darling….walau aku tahu itu, walau berjuta film yang berbicara tentang itu sudah kutonton, walau pengalaman hidupku mengajarkan itu, tapi tetap saja ketika kepanikan itu selalu datang menyergap, aku tergagap gagap gap gap gap…….

manusia audio.

Menurut sebuah quiz di majalah, aku termasuk manusia audio. Yaitu manusia yang akan mudah terstimuli lebih karena audio, biasanya mahluk seperti aku ketika diajak ngobrol mataku akan bereaksi melihat ke kanan dan kekiri. Jika dibandingkan dengan mahluk visual—yang akan menatap matamu ketika mereka diajak bicara, atau mahluk sentuhan—yang suka sekali jika ada kontak fisik dengan lawan bicara (hmm..sound familiar isn’t? Hihihi)

Mungkin itu sebabnya kenapa aku mudah tersinggung, suka disanjung, dan suka tersandung—mungkin karena kalo jalan aku nggak pake mata tapi pake kuping! Hehehe...

Mungkin itu sebabnya juga aku bisa bertahan tetap melek malam ini, hanya karena suara dari radio tetap berkoar2 semalaman.

Minggu ini adalah minggu sangat sibuk. Berangkat kantor rutin sebelum jam 8, dan pulang diatas jam 10. Secara fisik, aku dah sampai pada tahap badanku mulai protes keras. Tapi sudahlah, keluh tentang pekerjaanku tak akan membuat kesibukan yang luar biasa berakhir walau kuteruskan cerita ini. Lgipula minggu depan juga nggak kalah sibuknya.

Keriangan menyambut cucu.

Keriangan menyambut cucu.

Kemarin, saya berkunjung ke rumah ibu calon mertua.

Tak enak rasanya, jika saya hanya kesana ketika ada anaknya saja—aku orang Jawa sekali ya :P

Sekali ini, lagi2 aku membawa baju yang perlu dipermak, maka disindirlah saya bahwa saya hanya main kesana kalo ada yang mau dipermak aja, dan saya tak berusaha menutupi---lha wong secara kebetulan selalu begitu je…

Calon adik ipar saya sedang mengandung, kemarin dapat hasil bahwa si calon anak berjenis kelamin pria. Suami dan si calon bapak, berbinar2 matanya, tampak dengan sangat bahwa dia begitu sayang kepada istrinya dan tak sabar menunggu anaknya lahir kedunia.

Sebenarnya ada apa dengan anak lelaki?

Lelakiku yang dulu juga menginginkan anak lelaki, begitu juga dengan lelakiku yang sekarang.

Beruntunglah bapakku yang mempunyai anak lelaki ditengah anak perempuannya. Lalu bagaimana dengan perasaan kakak iparku yang kesemua anaknya perempuan?

Some how, aku merasa “jangan2 dulu kehadiranku di dunia, agak mengecewakan bapakku, karena aku bukan laki2?”

Jika ditanya kenapa? Lelakiku tak punya jawabnya, terlalu banyak perempuan di dunia ini, jawaban yang bukan jawaban sepertinya.

Jika ditanya aku mau nya apa?

Honest, aku juga pengen punya anak cowok tapi punya anak cewek juga tak mengapa, lebih indah jika kedua nya kurasa….aku juga mengakui bahwa punya anak cowok itu lebih bangga seakan2 aku bisa berkata “hey, aku bisa bikin anak cowok lho!!"—mengingat sekarang sepertinya dapet anak cowok, tapi rasa keperempuananku terusik, jika aku menjadi gender gini. dilain pihak, aku pernah membaca jikalau kmu bisa membesarkan seorang anak perempuan dengan baik maka kamu akan masuk surga. Mengapa Rasul sampai perlu menyampaikan hal ini? apakah itu artinya sejak dulu para orang tua sudah menginginkan anak pria, sbg sebuah keniscayaan. Maka berita ini mungkin bisa sebagai rasa syukur kepada mereka yang mempunyai anak perempuan untuk lebih optimis.

adaapa?adaapa?



637

Commitment is complicated yet can surprisingly you.

And what actually that drive someone trough commitment?

How bizarre is that?

You can cry, defend it with your tears.

Can’t hardly wait to celebrate and make it real. But in same ways you also feel confuse, worry, sad about it.

Everybody asking about your commitment plan, and the funniest thing is, they are more can’t wait to see you entering it, maybe to make you feel the happiness like them, or jump in the same hole? Hehehe…..yes, men are paradox-human.

Why for some people, this “C” thing are sooooo easy. Meet and together forever. That is period! I wonder—do they ever have confusing thing like this?

Can I tawaqal? Should I do that? Masalahnya, apakah aku sudah melakukan yang terbaik? Sehingga sudah pantas bertawakal?

635pm-22apr07-gakbisatidursiangsetelahpulangdariacaraNovadansemalamhabismenangissesenggukankarenamemikirkanini…

caper

Yang kulakukan hanya membaca catatan perjalanan orang2 dari milis Jalansutra, tapi rasanya..wuiiihhh!!! seru banget! Serasa saya jalan2 sendiri kesana. 20 menit baca caper dari Medan-KL-Kuala Trengganu.

Saya tertarik dengan subject itu karena duulu saya pernah ke KL. Ternyata setelah saya baca caper ini, isinya lebih banyak catatan dia waktu ke Redang island-salah satu pulau di sebelah kuala Trengganu.

Jika dilirik dari harganya sih nggak mahal2 amat, masih affordable lah, asal mau menabung :P (kalo urusan yang ini, yakinlah bahwa saya hanya bisa membuat planning, tapi sampai sekarang tak kunjung terealisasi, karena selalu nggak tahan lihat bahu lutju digantung di rak display, ingin rasanya untuk membawanya pulang dan mendekapnya di lemari kos saya, belum lagi sepatu2 imoet yang nggak tahan pengen kuinjak dengan bangga di bawah telapak).

Kata lelakiku, lha wong jalan2 aja kok, asal ada waktu dan duit pasti kita bisa.

Nah, justru itu mas, kita kan susah banget punya waktu dan lebih susah lagi ngumpulin duitnya! Huehehehe…

Friday, June 15, 2007

“Ngobrol yang bisa dibicarakan dengan kamu”

Semalam, kami saling berbicara

Aku menyebutnya “Ngobrol yang bisa dibicarakan dengan kamu”

Dimulai dari jam 10:00pm sampai 00:30am.....

To be honest ditengah pembicaraan itu aku sempat terkantuk2 dan sedetik kemudian aku jatuh tertidur, tapi aku harus bangun, karena aku tahu pembicaraan macam ini, hanya berlangsung beberapa kali saja dalam hidup ...

Dan aku beruntung bisa mengalami pembicaraan ini.

Disadari oleh kedua belah pihak, bahwa aku sulit berkonsentrasi.

Maka kami sepakat bahwa konsentrasi harus diusahakan, (pweeh...itu artinya aku HARUS rajin mencatat semuanya, tak bisa hanya bersandar pada kemampuan kepala ini).

Inisiative dan kreativitas adalah hal yang penting. Kreativitas didapatkan dari kemampuan dan wawasan pengetahuan yang akan membantu kita menghubungkan hal2 untuk jadi satu gagasan baru. Utk kami yang bekerja di dunia yang menjual ide kreativitas, hal ini mesti PR no.1 ya iyalah...kalo gak punya ide, trus mau jual apap?

Carilah motivasi utk diri kita masing2, apalagi dalam rangka kita sebagai manusia—khalifah, utk berbuat yang sebaik2nya utk kepentingan sebesar2nya (tuuh..sangar bgt kan tugas kita?)

Eh, ini serius lhoh..soalnya selama ini kita kan beruntung bgt, coba renungkan:

  1. Alhamdulillah kita punya iman, sehingga kita nggak gelisah. Begitu banyak orang yang gelisah, dan akhirnya malah melampiaskannya pada hal2 yang “nggak banget”, trus yang nggak kalah penting adalah kebebasan kita untuk beribadah. Kapan aja dimana aja, cuman emang kitanya aja yang ndableg, jadinya sering bgt bolong dengan begityu banyak ke-permisifan.
  2. sedari kecil sampai sekarang, kita mendapatkan pendidikan yang cukup. (apakah kita sudah mengamalkannya? Sebaiknya jangan nambah dulu sebelum bisa mengamalkan, begitu kata teman saya)
  3. sedari janin, kita juga Alhamdulillah nggak pernah susah, sudah diberikan segala yang terbaik oleh orang tua kita. (ketika kita merasa nggak cocok dengan pemberian orang tua, itu hal yang lain lagi ya dear... ;)

nah, kesemua itu wajib kita kembalikan ke masyarakat, memberikan banyak karena selama ini kita juga sudah mendapat banyak. Kesemuanya ini dalam rangka bersyukur, dan nggak hanya dalam rangka usaha mencari nafkah.

Nah ketika ini menjadi tujuan, Bagaimanakah Caranya??

Trus, masih dalam framing we as a human, Jangan sekali-kali menunjukkan sikap yang sok2an, mulai dari pemilihan kata, intonasi dsb, karena apa? Karena kita nggak pantes utk nerima itu semua, kita tuuh pancen goblog!!!

(janganlah merasa kecil hati, utk hal ini...renungkan dulu deh... hal ini emang bener kan? Soalnya kalo dipikir2, sepinter2nya manusia pinter, kita tuh emang bukan siapa2. ketika memikirkan soal ini, langsung berkelibat dalam kepalaku bahkan manusia yang sepintar DaVinci-pun ternyata gay!—FYI, aku begitu mengaggumi beliau terutama setelah membaca buku “Menjadi Pintar Seperti DaVinci”, tetapi memang manusia nggak ada yg sempurna...hffff...)

Nah, oleh karenanya kita wajib utk terus menggenjot pengetahuan utk membantu menghubungkan titik ide dalam takaran yang disesuaikan dengan masing2 orang.

Trus, kami juga membahas soal inisiatif dan keberanian mental. Gak usah perduli omongan orang lain, asal kita sendiri selalu mengusahakan bentuk2 yang terbaik.

(nah, utk yang ini sungguh aku masih sulit utk mengaplikasikannya, walau sudah hidup di Jakarta setahun—which i consider hidup disini tuh, mesti tahan banting salah satunya dengan cara ngomong orang2nya yang setajam silet!—aku masih uznudzon bahwa mereka nggak tahu cara ngomong yang lain)

Dan selama ini aku memutuskan melakukan banyak hal salah satu pertimbangannya biasanya karena masalah mudah/susah nii bakalan?? Ternyata itu semuanya kayaknya salah deh, soalnya kita seharusnya , melakukan semuanya karena HARUS, bukan masalah mudah/susah. Karena itu artinya kita akan melakukan semuanya, karena semuanya pasti mendatangkan pelajaran, dan pelajaran itu akan datang karena kita tidak memandang remeh hal ini sebelumnya—dengan memandang mudah masalah ini and at the end hal ini akan memajukan kita (haduuh..agak muter2nya bahasanya? Semoga anda nggak pusing bacanya).

“Surgapun tidak memberi janji”..

Semua yang terlambat

Aku hanya sinar yang melintas sekedip

Bagai kunang2 kecil dan engkau... sayap2 yang meranggas seusai

Sekepak kau mengudara membawa hatiku semua

Kita ialah kata yang terlambat tercipta yang semestinya tak terjadi

dan cinta ialah rasa yang pertama dan terakhir tuk merangkum kerinduan dan kepasrahan dan maafku

Tuk semua yang terlambat kulakukan

Tuk semua yang tak sanggup kujanjikan

Tuk semua.....

Lama kucoba memandang jejak kaki kita tanpa sesal

Menerimamu tanpa aku mengerti...indahnya arti hari ini tanpa harapan tuk kembali

Kesemua......

Yang tak sempat kuungkapkan

Kesemua......

Yang tak tepat kukatakan

Yang tak usai kujalani yang tak ingin kuingkari dan semua

Dan semua...

Dan semua...

untuk semua lelakiku dimasalalu....

untuk lelakiku...

I carry your heart with me.

I carry it in my heart.

I am never without it

Anywhere i go

You go, my dear..

And whatever is done by only me is your done my darling

I fear no fate

For you are my fate, my sweet

I want more world, for, beautiful..

You are my world, My true

Here is the deepest secret no one knows

Here is the root of the root..

And the bud of the bud..

And the sky of the sky of the tree called life..

Which grows higher than the soul can hope..or mind can hide

It is the wonder that’s keeping the stars apart

I carry your heart

I carry it in my heart

(by E.E. Cummings)

untuk lelakiku, siapapun dirimu....

Wednesday, March 21, 2007

starlight

pernahkah MUSE menyangka bahwa lagunya akan didengarkan oleh seorang anak dari negeri besar yang kecil namanya, sambil menyantap bebek goreng asli dengan sambal bawang bikinan tebet?

Pernahkan aku MENYANGKA bahwa salah satu dari hasil konstribusiku akan dipasang di sebuah pulau di pojokan negeri ini, akan ditonton jutaan penduduk negeri ini?

intinya: dont stop dreaming deh :D
ps: please advice dan comment nya on my latest TVC ya (Nyata Enaknya Campaign) :P

Wednesday, March 14, 2007

Kamar mandi.

Istilah (atau nama ya?) biasanya digunakan oleh kita untuk menyebut tempat dimana kita membersihkan diri dan yang se’jenis’nya.

Jaman dulu, kamar mandi dan W.C (eh apa yaaaa kepanjangannya?) dibuat terpisah. Sesuai dengan fungsinya...untuk mandi dan untuk membuang hajat (eh, hajat kok dibuang! Bukannya kalo lagi buat hajat, orang2 malah ngrayain rame2????)

Jaman berganti,

budaya praktis mulai merasupi kita, termasuk dengan design interior, kamar mandi yang semula terpisah kini dibuat jadi satu dengan tempat kita buang 'hajat'.

walaupun begitu, kita tetap menyebutnya kamar mandi (atau karena ditempat trsbt, kita lebih sering mandi dibanding Ee'?)

jaman kembali bergulir, di tempat2 public, disediakan tempat untuk kita membuang 'hajat'. oarang bule menyebutnya toilet atau malah ada yang bilang RESTROOM (aku dl sempat mengira, bhwa itu adalah tempat buat istirahat!--istirahat supir misalnya....karena tempatnya biasanya ada di belakang :P)

di kantor, aku selalu menyebut 'tempat' tersebut adalah kamar mandi.
lucu ya? ...kadang2 aku jadi senyum2 sendiri tiap nyebut itu
"dari kamar mandi...." atau misalnya "aku ke kamar mandi dulu ya"...
(emangnya aku mau mandi??????)

tapi mau nyebut toilet kok nggak terbiasa.
mau bilang rest room, lebih2 nggak kulino lagi....
mau bilang W.C lebih nggak nungkin lagi, karena itu kok kayaknya sangat berasosiasi dengan kegiatan khusu buang hajat besar. Padahal kenyataannya, di tempat itu mmng cuma ada 1 alat bukan?

PS:
aku malah sering juga menyebutnya 'belakang' (maksudnyabiar lebih sopan).
"kebelakang dl ya" kataku
eh, tapi malah ditanya balik "belakang mana?"
"mksdnya kamar mandi.."(uugh!kok kamar mandi lagi sih??)
DASAR ORANG JAWA!!! teriak temanku..

Tuesday, February 27, 2007

hufhhh..another night stay at office

fiuhh..lagi2 pulang malam. kl aku telp mama malam2 gini, beliau akan bilang "hayo pulang, bayinya sama siapa tu? emang nggak bosen di kntr seharian" huehehhe...
aku juga sebel kali kalo mesti nglembur, cuman alasannya adlh: nggak bisa liat desperate housewife! nggak bisa ngikutin heroes! gak bisa ketawa liat extravaganza! sulit bikin janji sama temen2 (kl yg ini sih, jaraaanng bgt kali ya..secara jarang yang ngajak juga bkn?)...pfuh!

emang bener kata Sheryl Crow, "are you strong enough to be my man?"
bener lho, bayangin dong...kalo lagi bete aku bisa yang seharian curhat soal kerjaan doang, dan kalo lagi suntuk eh dia suntuk juga pasti berantem...
truuussss kallo tiba2 aku punya pikiran2 sok analisis yang tiba2 menyelinap dan begitu 'pancingan' itu lempar tapi dia melempem aja, haduh jangan tanya deh, pasti aku langsung ilfil berat :(

haduh..kok malah curhat, eh back to work dulu ya.... :P

ps: pppst.. tapi kalo pengen nge-test strong/nggak? boleh juga lhoh (huahahah!!!!!hahaha!!!!!:D)

Thursday, February 22, 2007

sebuah kata bernama kenangan

bersama dengan seseorang yang Anda kenal dengan baik, menghabiskan waktu dengannya. membiarkan anda berdua terekspose semesta bersama, dan ketika Anda tak lagi bersamanya.
Anda mulai beraktivitas dengan pikiran2 sendiri....
tiba2 ada sebuah stimulus mengusiknya... k.e.n.a.n.g.a.n...
band 5 orang yang kudengar pagi ini, mengingatkanku akan yang telah berlalu.
suara merdu penyanyi perempuan yang diputar dari meja tetangga mengingatkanku akan masa depanku. .untung ada multiply.com!!! jadi hyperealitas ini bisa kuciptakan di otakku.hehehehek...

eh, udah pernah denger Dove calming night?
gila ya bow, makin specific aja per product itu! edan, aku masih pusing bikin concept dari salah satu klien skin care yang bakal mau ngluarin product baru, eh ini udah ada product yang bisa dipake dengan claim "ready for sleep"...welcome to the skin care jungle!
ps: saranku hey, para lelaki ajaklah teman perempuan untuk berbelanja jika km pengen beli skin care, karena you can really trapped in that jungle, just like my Creative Director Experience..

atau lelaki mengkilat akan semakin banyak?

Saturday, February 17, 2007

Islam

i used to have collegue who like to chat about anything, he come from Malaysia but used to work in Singapore and Vietnam. one day we chat about Islam, and honestly i have difficulty to discuss about it, beside my knowledge is still "yesterday afternoon-child", there 's so many thing that i know but its so hard to explain, because its about faith...

i copying you something, that maybe can help you in explain Islam (in general way) if just in case you have problem like me or just kindly remind you of it :p

Muslims, or followers of Islam (which means "submission to God" in Arabic), have done the same thing for nearly 1,500 years. Their religion holds that there is just one god (called Allah) and that the prophet Muhammad was his messenger.

Muhammad was born about A.D. 570 in Mecca. Raised by his grandfather and uncle, Muhammad became a respected businessman. Unlike other Arabs, who worshipped many gods, Muhammad embraced the one god already revered by Christians and Jews.

When he was about 40, Muhammad was meditating in a cave when, Muslims believe, he was visited by the archangel Gabriel, who recited to him the word of God.

Muhammad spent the rest of his life passing these revelations on to a growing band of followers. They were often persecuted, ridiculed for their beliefs in a single god. In 622 Muhammad and his followers migrated to the town of Medina. This journey is known as the Hegira and 622 is the year that the Muslim calendar begins.

After several years Muhammad and a small army returned to Mecca, conquered it, and dedicated it to Allah.

Every year as many as 2.5 million Muslims travel from all over the world to Mecca. This pilgrimage, or hajj, re-enacts the prophet's journey and is required at least once from all Muslims who can manage it.

The pilgrimage is one of five pillars, or duties, in Islam. The others are declaration of faith; daily prayer at five appointed times; charity to the needy; and daytime fasting during Ramadan, the ninth month of the lunar year.

(this is I like the most....) The religious life of Muslims is personal and individualistic. There is no established hierarchy (as there is in the Roman Catholic Church, for example), so each individual can interpret the Koran in his or her own way.

Compiled soon after Muhammad's death, the Koran is a record of Muhammad's work. It has 114 chapters, or suras, that are arranged by length. The first chapter invokes God, and the others mostly are revelations. The Koran and the hadith (a record of the sayings and customs of Muhammad and his companions) provide the basic law for Muslims.

The Koran suggests that women adopt modest dress and behavior but does not require it. In Saudi Arabia and Iran, veiling is mandatory but with a wide range of interpretation. A Muslim woman in Saudi Arabia must by law be completely covered, including her hands, face, and feet. In Iran a scarf covering the hair and a loose coat are deemed sufficient.

Today Islam is split into two sects, the Sunnis and the Shiites, each of which holds different beliefs concerning the successor to Muhammad. Most Shiites live in Iran and southern Iraq, while Sunnis predominate in the rest of the region. Indonesia has the highest population of Muslims, roughly 181 million.

Rhoma & Evy story...

Do you know?

that since the mid-1970s the funky dangdut style has dominated the Indonesian popular-music world. This hybrid genre, a combination of Indonesian and Malaysian urban and traditional forms, American rock and Indian film music, has been the voice of the poor masses of urban Indonesia for nearly three decades. Today the genre appears in many variations and regularly reinvents itself every five years or so, incorporating new far-flung inspirations. While certain artists, such as Rhoma Irama, the so-called "Dangdut King," have tended toward crafting lyrics concerned with Islamic moralizing and social criticism, the genre's original spirit lies in light flirtatious songs expressed through the playful dialogue between male and female singers. Since the 1970s Elvy Sukaesih, the Queen of Dangdut, has been its matriarch.

Born in Jakarta in 1951 as the daughter of a professional musician in popular Jakartan gambus ensembles, Sukaesih began performing on stage by the third grade. She wasn't trained specifically in any traditional form, so Sukaesih first began singing in several bands led by her father who introduced her to various Western popular forms as well as to the orkes melayu, the acoustic progenitor of the later, electrified, dangdut ensemble. As a child Sukaesih grew up watching Indian popular films shown in the public theater in front of her humble Jakarta home. Early on Sukaesih learned to imitate the musical and dance styles of Bollywood, later incorporating these styles within the dangdut form.

By her early teens Sukaesih was popular throughout Jakarta as a melayu singer for weddings, parties and other special occasions. But her father died soon after, so Sukaesih began performing nightly with numerous groups in order to help her mother make ends meet. Around then the musician, singer and producer Zeth Zaidun, who also managed the young Oma (Rhoma) Irama, met Sukaesih and began a personal and professional relationship, and at the age of 14, Sukaesih married the 23-year-old Zaidun. Between 1973–1976 Sukaesih regularly recorded and performed love duets with Irama, afterward launching a solo career when Irama departed from the playful dangdut style to forge a more serious form of Islamic influenced moralistic dangdut.

Sukaesih remains the godmother of the dangdut style, although her active recording and singing career has effectively ended. Since the early 1970s she has released more than 100 records and has appeared regularly in films and as a personality on local television. Sukaesih's vocal style defined the female dangdut sound for a generation; her perpetually girlish voice could sound at once Indian, Middle Eastern and American, all the while singing in Indonesian with distinctly Indonesian/melayu ornaments.

amazing.....

indonesia facts

Indonesia is a vast equatorial archipelago of 17,000 islands extending 5,150 kilometers (3,200 miles) east to west, between the Indian and Pacific Oceans in Southeast Asia. The largest islands are Sumatra, Java, Kalimantan (Indonesian Borneo), Sulawesi, and the Indonesian part of New Guinea (known as Papua or Irian Jaya). Islands are mountainous with dense rain forests, and some have active volcanoes. Most of the smaller islands belong to larger groups, like the Moluccas (Spice Islands).

Indonesia, the world's fourth most populous nation, is 87 percent Muslim—and the largest Islamic country, though it is a secular state. Indonesians are separated by seas and clustered on islands. The largest cluster is on Java, with some 130 million inhabitants on an island the size of New York State (60 percent of the country's population). Sumatra, much larger than Java, has only about a third of its people. Ethnically the country is highly diverse, with over 580 languages and dialects—but only 13 have more than one million speakers.

After independence from the Netherlands in 1949, the new republic confronted a high birthrate, low productivity, and illiteracy—areas in which progress has since been made. The government used a "transmigration" policy to address uneven population distribution by relocating millions of people from Java to other islands. Unity and stability are improving, although outer areas of the archipelago resent domination by Java. The Asian financial crisis hit Indonesia extremely hard. Public unrest, including violent rioting, forced President Suharto—in office since 1967—to resign in May 1998. One year later Indonesia conducted its first democratic elections since 1955.

The democratic government faces many problems after years of military dictatorship. Secessionists in the regions of Papua and Aceh (northwest tip of Sumatra) have been encouraged by East Timor's (now Timor-Leste) 1999 success in breaking away after 25 years of Indonesian military occupation. Militant Islamic groups have become active in recent years, and religious conflict between Muslims and Christians recently flared in Sulawesi and the Moluccas. The island of Bali, a center of Hindu culture, suffered a terrorist bomb blast in 2002 that killed over 200 people—mostly tourists.

Export earnings from oil and natural gas help the economy, and Indonesia is a member of the Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC). Tourists come to see the rich diversity of plants and wildlife—some, like the giant Komodo dragon and the Javan rhinoceros, exist nowhere else.

ECONOMY

Industry: petroleum and natural gas; textiles, apparel, and footwear; mining, cement, chemical fertilizers.
Agriculture: rice, cassava (tapioca), peanuts, rubber; poultry.
Exports: oil and gas, electrical appliances, plywood, textiles, rubber.

Population
221,932,000
Capital
Jakarta; 13,194,000
Area
1,922,570 square kilometers
(742,308 square miles)
Language
Bahasa Indonesia, English, Dutch, Javanese, and other local dialects
Religion
Muslim, Protestant, Roman Catholic, Hindu, Buddhist
Currency
Indonesian rupiah
Life Expectancy
68
GDP per Capita
U.S. $3,100
Literacy Percent
89


Text source: National Geographic Atlas of the World, Eighth Edition, 2004